My Name JOANA

My Name JOANA
259



Joana melihat kerupuk ditangan Bams, ia penasaran dan tanya itu milik siapa


"ahh, emm itu kamu pegang?"


"ini kerupuk, makanan indonesia kan? aku belikan nona"


"waah serius? benar buatku?"


"emm"


"makasih Bams"


Joana begitu saja sudah senang, kerupuk makanan terakhir ia makan di indonesia sebelum ia pergi ke amerika pertama kali, jadi cukup lama bukan?


"sudah nona? kalau ada lagi bisa telfon, aku dibawa" ucap Bams


"emm Bams" sapa Joana


"yaa nona?"


"kamu kok tau ini makanan camilan dari indonesia?"


"ya aku kan orang indonesia nona"


"oh ya? masak sih? baru dengar aku, sini Bams duduklah, aku ingin mendengar tentangmu dari kamu"


Joana mempersilahkan Bams duduk di kursi yang ada di selasar dekat pintu masuk di balkon rumah itu, dan Bams mengobrol banyak hal tentang dirinya didengarkan Joana


dimana Bams menceritakan sejak lulusan SMP pindah ke amerika karna kerjaan ayahnya ke amerika, jadi Bams memutuskan untuk ikut ayahnya, tapi sekolah nya gak bisa berhenti pas ayahnya udah lepas kerjaan jadi memutuskan tinggal di amerika


lulus sekolah sempat kuliah di amerika dan balik ke indonesia dengan niat bekerja di indonesia tapi selang beberapa bulan satu persatu keluarganya meninggal menyisahkan dirinya


akhirnya Bams balik ke amerika dan mencari pekerjaan sampai akhirnya bertemu dengan Motheo dan jadi anak buah Motheo


nama Bams sendiri adalah Bambang tapi karna tidak mungkin memakai nama itu jadi ia ganti nama nya menjadi Bams


"oh gitu jadi semuanya?" ucap Joana


"emm, gitu, untuk itu, aku mengerti apa makanan indonesia dan khas khas nya"


"waaah asik dong aku dapat teman baru dari indonesia, lalu kamu bisa bahasa indonesia?"


"bisa dong"


"ah serius? ayo pakai bahasa indonesia lain kali"


"okeh" jawab Bams


dari sini, keduanya cukup lah dekat, Joana merasa nyaman karna merasa satu hal yang sama dari warganegara indonesia tapi Bams lupa jika ini akan jadi boomerang untuknya sampai Motheo tau


karna Bams cukup tau sikap Motheo kepada Joana tidak membolehkan siapapun mendekati Joana atau bahkan terlihat dengan jelas bahwa dekat dengan Joana, tapi Bams kali ini belum berpikir panjang arah sana


"lalu kamu jadi warga negara amerika atau Indonesia?" tanya Joana


"ahh kamu tau lah bagaimana bos Theo, bos Theo memintaku pindah warganegara amerika yaa aku ikuti karna buat apa aku ke indonesia?"


"jadi atas paksaan Theo?"


"iyaa tapi gak dipaksa juga, aku juga sama mau"


"tapi ke indonesia kan jadi tamu, turis gitu, bukan warganegara?"


"iya sama"


"emm"


mereka menyelesaikan banyak obrolan disana, Joana masuk dan menikmati kerupuk dari Bams, sorenya Motheo datang..


"bos" sapa Bams


"gimana Bams? sama Joana?"


"lancar bos, tapi dia hanya makan sekali tadi"


"kenapa?"


"tidak mau bos, itu saja yang pagi dibelikan Vansa ya dimakan tunggu dipaksa"


"oh yaudah biarin"


Motheo pun masuk kamar dirumah lantai bawah, masih ingat ya kamar nya dilantai dua nya? ada tiga kamar, hanya saja yang dua kamar sengaja dijadikan satu untuk Motheo atau Samuel jika ingin tidur disana baru kamar yang sisa satu untuk siapa saja anak buah yang mau istirahat


Motheo dengan manjanya merangkul Joana dan menyenderkan kepalanya di pundak Joana hingga tertidur, Joana hanya diam saja, saat tau Motheo tertidur Joana pun membetulkan posisi tidur Motheo, mengambilkan bantal dan selimut lalu memakaikannya


"Boo" ucapnya memeluk Joana


"ahh jangan ganggu, duduk disini saja"


"emm"


Joana duduk di samping sofa Motheo tiduri, tapi lama kelamaan Motheo juga tertidur, Motheo terbangun melirik Joana tepat disampingnya, ia pun memeluk Joana dan lanjutkan tidurnya


"pindah ya dikamar" kata Joana


"kenapa gak kamu bawa aku sejak awal?"


"berat, mana aku kuat?"


"harus kuat sama aku, aku lain kali akan ajari kamu lebih kuat"


"hemm, yaudah ayo pindah"


"gak, disini saja" jawab Motheo


ketika saat ini jugalah, Bams yang akan berpamitan karna Delvin kan juga selesai urusannya, Motheo juga sudah datang, tapi ketika mengetuk pintu rumah itu, pintu nya malah terbuka membuat Bams akhirnya membuka dan melihat Motheo yang tidur di sofa tapi memeluk Joana yang duduk di sampingnya


jadilah ia tidak jadi mengatakan untuk pamitan hanya mengirim pesan chat saja pada bosnya jika ia pamitan pulang


malamnya..


Joana yang membaca sembari didekat tanpa lepas sedetik saja oleh Motheo membuat kelamaan ia tertidur, Motheo terbangun karna rambut atas kepala Joana mengenai hidungnya


"anak ini, tidur nunggu aku tidur" gerutu Motheo


melihat Joana tertidur kelelahan, Motheo bangun, mengangkat Joana lalu membawa nya ke kasur, diatas kasur, Motheo menatap wajah Joana yang dalam tidurnya


Motheo mengusap leher Joana dan menciumnya dengan lembut berharap agar Joana tidak bangun, lalu Motheo merabah ke arah bawah dan membuka baju Joana perlahan


tapi saat Motheo mencoba membuka rok panjang sebawah lutut Joana, Joana sadar. .


"Boo, ngapain?" tanya Joana kaget


"seperti kemarin malam lagi main"


"jangan lah, itu benar benar menyakitkan aku"


"aku tidak kasar Boo" ucap Motheo


"berapa kali kamu bilang itu tapi masih saja melakukannya kasar"


"ayolah Boo, sekali saja"


"dari kemarin selalu sekali, yang ada setiap hari kamu minta"


"ya wajar lah, kan aku suamimu"


"ya gak setiap hari"


"aku maunya setiap hari"


Motheo tetap memaksa Joana dan melakukan hal yang kemarin malam sudah mereka lakukan yang sampai membuat Joana bangun saja kesakitan


"pelan pelan, kemarin baru ganti sprey nya ini" ucap Joana


Motheo tanpa peduli tetap melakukannya dan masih mengingkari janjinya jika tidak akan kasar dan nyatanya masih juga kasar


sampai akhirnya Motheo makin kasar dengan mencekik leher Joana karna Joana tidak sengaja memanggilnya dengan sebutan yang harusnya itu untuk Samuel


"aduh kan kubilang Bay, kamu janji gak kasar masih saja kasar" ucap Joana


seketika itu Motheo terhenti sejenak tapi mendengar ucapan itu langsung gas makin keras lagi


"kok kasaaaar?" teriak Joana


"kamu panggil aku apa? Bay? aku siapa? aku bukan Sam, kamu teringat Sam?"


"ahh maaf, aku hanya lupa sebut"


"gak ada lupa, kamu harus dihukum lebih kejam dari semalam"


Joana hanya pasrah dan tidak ada daya buat melawan Motheo dengan perlakuan kasarnya, Motheo cukup beda jauh dengan Samuel ketika berhubungan badan ini, Motheo lebih sering dengan kekerasan, mencekik, menjambak, semua selalu dilakukannya dengan kekerasan