
"ini tabungan kita, ini bukunya, kan laporannya, setiap kita masukkan uang disini, kita tulis, lihatlah hasil tabungan ini" kata Menik
"oh, iya udah kamu pakai saja"
"kok pakai? aku mau tanya, ini gimana?"
"gimana?"
"iya, apa kamu lupa masa masa kita bersama, kamu janjikan aku bersama ke pernikahan kan, ini bukti kita serius untuk menikah pada saat usia masih belasan"
"itu kenangan"
seketika itu, Menik merasa kaget karna Egar sudah menganggapnya kenangan, yang artinya ya sudah mati, karna bahasa kenangan lebih pantas untuk yang sudah mati
"apa Egar?" tanya Menik
"iya itu masa lalu, sudah ambillah" kata Egar
"Egar, kamu gak cinta lagi sama aku? aku cinta pertama kamu kan, aku juga pacar pertama kamu, aku juga sama, kamu cinta pertama dan pacar pertama ku, kita udah sama sama kenal keluarga pula" jawab Menik
"iya, kamu kenal keluarga aku, tapi aku tidak dikenal oleh keluargamu" jawab Egar
"Egar, aku sudah katakan, mereka meninggal, dan aku yakin. mereka disana akan merestui kita, karna mereka hanya ingin aku bahagia, bahagia aku bersama kamu, dan aku kembali sekarang" kata Menik
Egar tidak menjawab apapun, ia pergi dan berpamitan kepada Menik untuk pergi
"aku permisi, aku ada rapat bersama dokter lainnya" kata Egar
Egar pun pergi, hari berlalu, dimana usaha Menik masih terus dijalani nya untuk mendekati sang mantan, Menik tidak tau mantannya sudah bertemu gadis yang ia cintai untuk terakhir dalam kehidupannya
beberapa hari, saat malam hari, Menik pergi ke rumah Rossa, disana sudah ada ada dua teman Menik yang lainnya, yang pastinya Rossa sang pemilik rumah dan satu lagi teman Rossa dan Menik yaitu Niane (dipanggil : Nian)
masih ingat Niane?
yaa.. dia adalah teman masa sekolah Joana, jadi list nama teman dekat Joana saat sekolah SMA ya, biar gak lupa, yaitu ada Niane, Lina, Claudi, Bono, Rean, Henri, Raffa, Tiara
dimana diantara mereka, ada yang berpacaran saat masih sekolah yaitu Rean dan Tiara, tapi baru baru ini malah Rean berpacaran dengan Claudi
nah masih ingat dong, dulu siapa yang mengejar Claudi, yaitu Bono, sebelum Bono akhirnya kepincut Joana, tapi malah Claudi berpacaran dengan Rean akhir akhir sejak mereka kuliah
tapi yang ada kabar dan dekat lagi dengan Joana hanya Bono, Henri, Rean dan Claudi saja
nah, disini kisah dimana tiga gadis dalam persahabatan yaitu Niane, Rossa dan Menik
okeh lanjut pada saat Menik kerumah Rossa dan sudah ada Niane disana, keduanya menyambut kedatangan sahabatnya itu
"nah ini nih datang" kata Rossa
"hai, eh lo sejak kapan disini?" tanya Menik pada Niane
"tadi, lu lama, sial lu"
"ya sorry, gue aja baru sampek"
mereka mengobrol banyak hal disana, yaa layaknya sababat lah, dan hingga ada pembahasan yaitu tentang Rossa yang menceritakan pada Niane soal Menik ternyata kenal dengan Egar
"eh, eh, tau gak kemarin, si Menik nih kenal dong sama dokter Egar" jelas Rossa
"dokter mulut beku itu?" tanya Niane
"emm, dia"
"dih, gue sih lagi sakit parah nih, ketemu dokternya dia, gah gue, bikin makin ngilu tau, dingin banget, lemari es kalah tuh" kata Niane
"haha iya sih" jawab Rossa
"udah lah. jangan bahas eh, kasihan tau nanti dia disana tersedak kan" jawab Menik
"haha"
mereka menceritakan tentang Egar, Menik menjelaskan bagaimana ia dan Egar dimasa lalu, kedua temannya kaget, tidak percaya tapi mereka tau Menik orang yang konsisten kepada ucapannya dan selalu benar
cukup jarang Menik itu berbohong, kecuali beberapa hal yang mungkin ia memang harus berbohong, jadi keduanya tidak pernah ragu kepada ucapan apapun dari Menik
btw. Menik memiliki sifat sedikit mirip dengan Joana, ya itu sama sama orang jujur, tidak pernah berbohong kecuali situasi menyuruh mereka
jadi bisa paham ya tipe Egar yang seperti apa..
disini, tidak ada yang tau siapa Egar kecuali mereka tau hanya dokter dengan mulut bekunya itu saja
Niane tidak tau jika Egar adalah suami dari sahabat lamanya saat ia sekolah dulu yaitu Joana
apalagi Rossa yang sama sekali tidak mengenal siapa Egar dulunya dan tidak mengenal sama sekali siapa Joana juga
malam itu, mereka banyak hal mengobrol, dan akhirnya mereka membahas banyak hal hingga larut malam, hingga esoknya kembali pada kegiatan sehari mereka
beberapa hari berlalu, Menik ada jadwal kosongnya, Menik datang kerumah Egar, ia sempat dengar tentang kepindahan Egar dari rumah lama nya kerumah baru (bukan rumah pernikahannya dengan Joana)
karna kan keluarga Egar bukan dari orang berada sejak awal, mereka sempat tinggal digang sempit yang hanya muat sepeda motor saja lewat, jadi mulai suksesnya orang tua Egar, mereka pindah kerumah yang sekarang ditempati Meliana dan Enggar
sesampainya Menik dirumah itu...
"cari siapa ya?" tanya Enggar
"cari Egar om, masih ingat saya om?"
"emmm?"
"Menik"
"Menik?"
"pacarnya Egar duluuu"
"oh iya ingat, kamu pacar pertama Egar itu kan"
"iya om, waah inget makasih om"
Meliana keluar...
"tante ya?" sapa Menik
"emm?"
"Menik tante, ingat?"
"ah"
"cari Egar ada?"
"iya ada, tunggu kami panggilkan" jawab Meliana
Meliana dan Enggar masuk, Enggar bersikap biasa lah, baik pastinya karna kan ia sempat kenal dan dekat juga dengan Menik saat masih pacaran dengan anaknya
Menik merasa ada yang berubah dari sikap Meliana, ia tau Meliana adalah orang yang panjang bicara alias cerewet, banyak hal Meliana dalam cerewetnya, kadang menggambarkan rasa sayangnya kadang juga menggambarkan rasa marahnya, semua ia tanggap dengan cerewetnya itu
tapi sekarang menyapa Menik saja sedikit kaku..
sebenarnya Meliana sama sebenarnya dengan Enggar, ia sempat kenal dan dekat dengan Menik dulu jaman Egar pacaran dengan Menik
tapi itu kan dulu, sekarang situasi sudah berbeda, status Egar sudah tidak lagi bisa untuk dekat dekat berlebihan dengan gadis lain kecuali keluarganya
"Egar"
"ya ma?"
Egar membuka pintunya...
"diluar ada Menik"
"Menik?"
"iya, kamu berhubungan lagi sama dia?"
"tidak ma"
"kok dia balik?"
"dia memang balik beberapa hari ini"
"ingat Joana"
"oh pasti itu ma, makanya Egar cuek dan dingin bersikap pada orang lain diluar sana terutama perempuan, karna ingat Joana"
"iya udah sana temui dulu" kata Enggar
"kok temui pa? papa sama mama saja bilang, Egar sibuk, atau Egar gak disini"
"mama udah terlanjur bilang mau panggilkan kamu tadi ke dia" jawab Meliana