
melihat ayah ibunya membahas hal yang sensitif seperti ia tidak asing pembahasan itu
pembahasan mereka (orang tua Ranya) adalah..
"ma, tadi aku menggantikan supir taksi yang seharian tidak masuk" kata Alberto
"emm terus pa?"
"ya aku menggantikan saja ma"
"kamu ini sering ya begitu, ngapain sih, kamu kan pengawas"
"ya dari pada nganggur ma tuh taksi, tapi ma ada yang mau kubahas lainnya"
"apa?"
"aku tadi mendapatkan penumpan dari indonesia"
"oh ya? darimana kamu tau? sempat tanya?"
"tidak sih, kami sama sama diam sepanjang jalan, orangnya sedikit cuek sepertinya, tapi aku tau dari dia yang menelfon seseorang dan menggunakan bahasa indonesia lancar"
"oh ya? terus memang kamu tau apa mereka bahas?"
"tidak sih, aku cuma mau cerita sama kamu kalau aku kepikiran sama costumer ku yang lain, aku miliki costumer gadis seusia mungkin dengan Ranya"
"oh ya? siapa?"
Alberto menjelaskan semua tentang Joana yang ia ketahui, mulai dari ketemu pertama, lalu berkenalan, hingga beberapa kali bermasalah, dan hingga perpisahan lagi karna Joana berpamitan balik ke indonesia
bahkan hubungan Joana bagaimana diantara 2 orang terkejam di amerika yaitu sang bos mafia dan sang bos gengster
tapi ternyata Ranya yang mendengar itu semua, ia meninggalkan setengah makanannya lalu mendekati ayahnya
"pa, apa yang kamu bahas?" tanya Ranya duduk di sofa satunya dekat dengan sofa panjang diduduki Alberto itu
"apa?" tanya balik Alberto
"aku mendengar kamu membahas Joana kan?"
"iya Joana, pelanggan papa, dia sering pakai jasa papa, buat antar jemput dia kemana mana ia butuh"
"papa memang yang kasih kartu nama papa ke Joana?"
"iya memang, papa kasihan sama dia, eh tunggu kamu kenapa sambar saja? kenal memangnya?"
"iya pa, dia teman ku, ehh mantan teman maksudnya, dia sekolah di kampusku selama 7bulan untuk pertukaran pelajar dari indonesia"
"bener jadi kamu kenal dia? kok kamu tau semuanya"
"iya lah pa, dulu aku dekat sama dia, tapi sekarang tidak, sejak sebelum ia balik ke indonesia bahkan" kata Ranya
"loh kenapa? bukannya dia tipe anak yang baik?" tanya Alberto
"pa, dia baik, tapi tau tidak berurusan dia fatal pa buat kehidupan kita pa"
"hei, kamu apa yang kamu katakan? apa maksudnya?" tanya ibu nya
"memang papa belum tau soal dia itu adalah gadis yang ditaksir oleh bos Sam dan bos Theo?" tanya Ranya
"wooh, jadi beneran?"
"beneran apa?" tanya Ranya
"beneran kamu bilang ini lah"
"loh serius pa, beneran, semua terjadi didepan kedua mata aku, aku jelas mengetahui kedua pria itu menyukai Joana"
Ranya menjelaskan apa yang pernah Joana jelaskan ketika awal kenal dengan Motheo dan Samuel, bahkan menjelaskan bagaimana kedekatan mereka selama itu
bahkan Ranya menjelaskan apa penyebab ia tidak mau lagi kenal dan menganggap Joana itu pernah ada di kehidupannya karna masalahnya dengan Motheo yang menyebabkan satu keluarga nya jatuh semua
dimana masalah semua keluarga nya pada saat itu disebabkan turun tangan Motheo untuk memberikan pelajaran kepada Ranya karna sudah membuat Samuel mengetahui banyak hal tentang Joana
"intinya begitu pa, papa kenapa malah kasih itu kartu nama kepada Joana? kenapa tidak menghindar? sudah tau sejak awal ada yang tidak beres dengan Joana, jangan lanjutin sampai memberikan kartu nama dong" kata Ranya
"ya papa hanya berpikir waktu itu karna kasihan, dia seusia kamu, papa pikir membantu nya siapa tau bisa kan dia minta bantuan papa apapun itu" jelas Alberto
"ya salah tempat pa, aku yakin, cepat lambat sampai tau ketelinga bos Theo atau bos Sam, kamu bakalan dalam bahaya" kata Ranya
"ya kan Joana sudah balik dari amerika, dia tidak akan balik lagi kata dia"
"ya sih"
mereka diam disana, tapi seketika membuat Alberto baru ingat tentang Sherla dan Max yang ia sama sama alami dan lihat peristiwa nya langsung, ia menceritakan semuanya
Alberto menjelaskan bagaimana ia mengetahui seorang buronan dari Motheo dan anak buahnya pernah naik mobil taksinya bersama Joana dan terlihat cukup dekat dengan Joana, dan buronan itu adalah Sherla
kejadian kecelakaan dialami Joana dan Max, salah satu anak buah Motheo, juga ia jelaskan kejadian detail kepada anak dan istrinya tentang rentetan kejadian fatal sebelum Joana pamitan pergi pulang
itu membuat Ranya semakin kesal dan marah, ya lah bagaimana tidak, terbilang Alberto masuk terkait peristiwa peristiwa itu, jika sampai kepada keduanya, keluarga mereka akan benar benar habis
"paaaa kamu benar benar mengantarkan nyawa mu kah?" teriak Ranya
"Ranya... papa ini berpikir kasihan sama anak itu, hanya itu" kata Alberto
"pa, tapi kamu sudah terlalu jauh loh bertindak dan kenal gadis itu, papa lebih baik jangan lagi lagi deh kenal gadis itu" kata istri Alberto
"ya papa hanya perikemanusiaan ma, kasihan, kan papa bilang itu berkali kali" jawab Alberto
"ya, perikemanusiaan tapi papa mengorbankan kami keluarga mu" jawab Joana
"gak, papa gak melakukan itu" jawab Alberto
"tapi apa yang papa lakukan itu sudah benar benar jauh pa" jawab Ranya
"udah ya pa, jangan deh sok sok dekat sama orang asingagi pa, baik boleh, tidak ada batasannya kok, tapi lihat juga, apa itu membuat kita aman atau tidak ketika bertindak" jawab istri Alberto disana
Ranya antara kecewa dan juga sedih, bagaimana bisa ayahnya sejauh itu kenal Joana, ia hanya takut ada apa apa dengan keluarganya
Ranya tau story Sherla sampai jadi buronnya Motheo, itu ia takutkan keluarga nya akan dibantai Motheo, ia juga tau bagaimana berhubungan dengan Samuel
Ranya pun masuk kamarnya, bersiap pergi ke kontrakan temannya dan menginap disana untuk beberapa hari
"pa, ma, aku pamit ke kampus dulu, oh sekalian aku sepertinya menginap untuk beberapa hari di kontrakan teman temanku" kata Ranya
Alberto dan istrinya tidak melarang, ia tau apa perasaan anak mereka, dan ia tau mungkin Ranya butuh waktu sendiri lepas dari keluarganya karna masalah ini
pergi kembali kepada Elyas, yang turun dari mobil taksi itu, ia berjalan masuk dan menyapa Halburt diruangan televisi dirumah itu
"loh pak Halburt datang saja" kata Elyas
"ya, pak Elyas baru datang apa gimana?"
"baru datang ini pulang pakai taksi karna hari ini dirumah Erisa banyak keluarganya jadi tidak enak membawa mobilnya"
"ahh"
"kutinggal masuk dulu ganti baju"
tak lama.. siangnya.. mereka duduk depan televisi bertiga dan mengobrol santai disana sambil membahas banyak hal tentang mereka masing masing