My Name JOANA

My Name JOANA
284



dan ketika masuk mengambil hasil labnya benar saja, Joana kaget dengan hasil yang dikatakan oleh dokter yang memeriksanya


"astaga" ucap Joana


"selamat ya kamu hamil selama tiga minggu" jawab dokter


"tiga minggu dokter? ahh baik dokter" jawab Joana


Joana benar benar shock, bahkan ia masih bingung siapa bapak dari anak yang ia kandung sekarang


Joana pulang dengan badan lemas dan tidak tau akan mengatakan apa lagi, ia tidak tau mau mengatakan pada siapa lebih dulu atas kehamilannya ini


hari berlalu, Joana menyembunyikan akan kehamilannya ini kepada siapapun itu terutama Samuel yang sekarang sedang bersama nya, karna Motheo juga lagi sibuk diluar kota jadi gak kepikiran bilang ke Motheo juga lah


"sayang, aku pergi keluar lagi ya? kamu diam dirumah" kata Samuel


"mau kemana?"


"kerjaan, biasa. kalau ada apapun telfon saja, kalau ada butuh apa apa kan ada anak anak dibawah"


"iya, berapa lama?"


"gak pasti, nanti kukabari lagi"


"emm"


"aku pergi" ucap Samuel mencium bibir Joana


ketika ia diam dirumah sendirian, kebetulan hari itu Samuel pergi keluar rumah ada pekerjaan sementara Motheo belum datang dari luar negri, ia diam sendiri dikamarnya


kalau pikirannya suntuk, ia memutuskan untuk pergi ke salon pribadinya, dimana ia sudah dua bulan jalan membuka usaha salon yang berniat untuk dirinya sendiri tapi sebagai pemasukan jadi dibuka untuk umum juga


"nona? mau pergi?" sapa Delvin


"yaa, ke salon baruku"


"kami antar"


"ayo"


Ravansa siapkan mobil, Joana berpamitan pada Benjie Albern dan pergi bersama Ravansa Delvin


sesampainya..


"ayo masuk" ajak Joana


"kami tunggu mobil nona, tidak masalah" jawab Ravansa


"tidak, ikut saja, perawatan bareng"


"serius nona?"


"iya, ini milikku, mau aku berapa kali datang, gratis, aku membayar mereka dengan sistem seperti itu" kata Joana


Joana mengajak keduanya untuk perawatan juga, karna kan keduanya terbilang jarang bahkan hampir tidak pernah perawatan


ketika selesai perawatan, tapi ia merasa masih saja merasakan sakit hati nya yang dalam dimana pikirannya belum juga tenang


"nona? kamu baik baik saja?" sapa Ravansa


"emm, ayo sudah selesai kalian?"


"yaa, kami siap, Delvin juga sudah siap dengan mobil"


mereka pergi dari salon itu, salon yang Joana beri nama Calista, yang diambil dari nama belakang Joana juga menjadi nama keluarga inti Joana


"kemana kita lanjut jalan nona?" sapa Delvin


"ke coffe truck" kata Joana


"oh temanmu itu?"


"ya"


"baik"


sesampainya, Joana memberikan kesempatan Ravansa Delvin memesan apasaja minuman dan makanan yang ada di sekitar tempat Akeyla berjualan, sementara Joana duduk bersama Akeyla dan mulai mengobrol


"Key? kami lihat apa perubahanku gak?" tanya Joana


"perubahan? apa ya?"


"sekilas saja, apa kelihatannya?"


"gak ada sih Joana, kan akhir akhir ini sering sudah ketemu"


"gak kelihatan tambah gemuk ya?"


"oh astaga? gak sih, normal, masih aman"


"emm"


Joana berpikir, ya lah masih belum terlihat, masih sebulan hamil, jadi mana terlihat, mereka membahas topik lain, dan pembahasan utama kepada Marcello


seperti yang sudah diketahui, beberapa hari terakhir memang Joana hanya berkomunikasi lagi dengan Akeyla, lalu kemana Marcello


"Cello jadi gak ada kabar sama kamu?" tanya Akeyla


"ahh apa iya? lalu apa katanya?"


"ya cuma bilang ganti hape, dan pas hari itu masih baru beli, jadi aku belum sempat minta nomor dia yang baru"


tidak ada kabar apapun dari Marcello, akhirnya keduanya menghubungi kembali pihak kampus lama mereka, menanyakan data terakhir Marcello, berharap dapat informasi lebih banyak lagi


setelah banyak informasi mereka kantongi akhirnya Joana dan Akeyla mengatur waktu awal bulan depan ke alamat yang didapat mereka


setelah selesai urusannya, Joana balik lagi kerumah, ia kembali kerumah nya lagi tapi melihat Fabian ada di rumah atas Joana


"kak Bian?" sapa Joana


"ehh, nona, emm aku dapat perintah dari bos Sam buat bersihkan rumah atas, aku melihat tidak ada orang"


"oh yaudah lanjutkan"


Joana masuk kamarnya untuk mandi dan beristirahat, sementara beberapa menit kemudian, ia kepikiran untuk keluar dari kamarnya, ia melihat Fabian selesai urusannya dan akan keluar tapi ia memanggilnya


"kak" panggil Joana


"ya nona?"


"kemana?"


"selesai, urusanku, aku turun"


"ada kesibukan apa?"


"gak ada sih"


"bisa duduk disini?"


"ada apa ya nona?"


"duduk saja"


"okeh"


Joana dan Fabian duduk di sofa depan televisi rumah atas itu dan mereka mengobrol beberapa hal tentang rekomendasi makanan makanan enak di amerika


Hwajun hamil, ia lagi mood banget makanan jajanan jadi meminta agar Fabian memberikan nya rekomendasi jajanan enak amerika


mulai dari Taco, Hotdog, Burger, Burrito, Pizza, Pie Apple, Tuna Sandwich, Pot Roast, Grilled Chicken, Ice Cream Sundae dan beberapa makanan lainnya


Fabian juga serta menjelaskan makanan apa saja itu, dan bagaimana rasanya


"emm, nanti malam belikan aku Grilled Chicken ya" ucap Joana


"oh nanti malam? iya sudah nanti aku belikan, kesini antarkan untukmu"


"yaa"


setelah membahas makanan jajanan itu, Joana dan Fabian sama sama diam, tapi Joana tiba tiba merangkul Fabian dari sebelah kiri, karna Joana ada disebelah kiri Fabian, Fabian kaget juga takut sampai ini dilihat Samuel, hilang nyawanya


"nona, kamu baik baik saja kan?" tanya Fabian


tapi mendengar Fabian mengatakan itu, tak hanya memeluk yang ada malah Joana menangis


"nona? kamu kenapa? ada masalah?" tanya Fabian


"aku hamil" kata Joana


"hamil? astaga, kamu serius?" tanya Fabian kaget


Fabian lah orang pertama yang tau jika Joana hamil, bahkan lebih tau dulu dari Samuel atau Motheo, Joana masih menangis dalam pelukan Fabian


membuat Joana menangis dalam pelukannya, vibes sosok Fabian memang sangat baik dan tulus, sampai membuat Joana mampu mengatakan kejujurannya apa yang ia sedang alami


"maaf nona, tapi apa kamu sudah periksakan? kalau cuma test pack takut gak akurat" ucap Fabian


"aku tidak pernah pakai test pack, aku selalu ke dokter kandungan"


"astaga, serius ini nona?"


Joana masih diam dan menangis dipelukan Fabian, ia tidak tau harus melakukan apa, bahkan ia saja tidak tau bayi dari siapa yang ia kandung


"lalu apa kamu tau siapa bapaknya?" tanya Fabian


Joana menjawab dengan menggelengkan kepala saja


"terus apa bos Sam dan Theo tau?" tanya Fabian lagi


Joana menjawab lagi masih dengan menggeleng kepala


"jadi keduanya tidak ada yang tau kamu hamil?"


Joana menjawab masih juga dengan menggeleng...


"berapa bulan kehamilan?"


"empat minggu"


"empat minggu, artinya sebulan bukan?"