
"ya habis, kenapa gak jawab waktu itu aku tanya hah, baru saja juga gak bicara kan, temen lo bicara, gue kan mana tau, ya gue pikir singkat aja sekilas, bisu, udah gampang" jawab Elva
Elva melepaskan tangan Feris tapi Feris menahannya dan malah mereka mulai menjadi masalah disana, sejak itu mereka mulai dekat
apalagi Elva sudah masuk kampus yang sama dan akan menjadi murid dikampus itu yaa meskipun Feris sudah lulus jika tahun itu Elva baru masuk, tapi Feris lepas kuliah ini akan magang bekerja di kampus ayahnya itu untuk menjadi dosen jadi pasti akan bertemu
"dikampus ini dilarang untuk orang yang bukan murid sini masuk seenak jidat nya" ucap Feris
"dih siapa elu, eh lagian gue nih ya udah masuk fakultas ini dan mulai kuliah tahun ini, elu siapa ngelarang gue" jawab Elva
"gue murid disini lah"
"dih cuma murid, bukan pemilik kampus, lo pikir kampus punya bapak lo?" tanya Elva
Elva pun pergi dengan menyalakan musik lagi, tidak jadi mematikan musiknya karna ia kesal ketemu Feris
sementara Feris disana hanya diam, kedua teman Feris hanya diam juga melihat Feris begini, karna lucunya gadis itu menghina Feris
ya memang kampus bukan milim Feris tapi milik bapak Feris kan, pasti akan jadi milik Feris juga, itu pikiran di pikirkan oleh otak kedua teman Feris disana
"udah ayo jalan, kalian ngapain bengong" jawab Feris
"gila tuh cewek kaga tau aja lo siapa kan" jawab Pipi
"ssst udah biarin aja" ucap Feris
Elva lanjut mencari kelas kakaknya. melihat kakaknya sibuk diruang kelas jadi Elva menunggu saja sampai kakaknya selesai
Elyas selesai baru mereka ke kantin bersama dan mengobrol disana bersama dimana Elyas menjelaskan jika Joana sudah tidak akan masuk kelas lagi selama 1 semester ini (6bulan)
"oh ya bang? waah" ucap Elva
"dia akan pergi ke amerika dan sudah mulai berhenti ikut pelajaran kampus" kata Elyas
"kamu sudah pacaran kan sama dia?" tanya Elva
"iya lah, kan sudah kuperjelas, kenapa masih tanya? jelas aku sudah bilang pas sama Joana, lo belum percaya?"
"enggak, maksud nya, kalian masih akan terus apa lanjut pacaran?"
"lanjut lah, sembarangan putus, gue susah dapatin dia juga" kata Elyas
"yakin? lo aja pacaran terbilang jarang, pas sekalinya langsung ldr? haha mungkin?"
"mungkin lah, buat Joana, gue udah susah dapetin dia, nunggu jaman dia dideketin sama Michel, deket sama Nero juga, bahkan hingga gue harus nunggu dia pacaran sama si Feris" kata Elyas
"ya udah bagus lu kalau serius begini"
"gue juga bakalan nyusul dia ke amerika"
"hah? yakin lu?"
"iya yakin, gue selesaikan semua urusan kampus, gue lepasin semua kelulusan, baru mengurus buat gue terbang ke amerika"
"lo ninggalin gue gitu?" tanya Elva
"ya gak lah, lagian ninggalin kan gak selama nya, gue cuma nemenin Joana disana, cuma 6 bulan ini"
"oh satu semester doang?"
"emm, makanya gue mau nemenin dia disana"
"lo selama disana mo ngapain? nganggur nungguin anak orang cuma karna takut ilang?"
"ya kali, gak lah, nyari nyari kerjaan kan juga bisa"
tapi Elyas juga menjelaskan jika ia akan menyusul Joana nanti selepas ia penentuan pengumuman kelulusannya dan lepas wisuda nya dan semua sudah ia persiapkan
malamnya, dimana tiga hari sebelum Joana pergi, Elyas membawa adiknya untuk pertama kalinya kerumah Joana
"ayo ikut abang gak kerumah Joana?" tanya Elyas
"bener bang, aku diajak?"
"iya, sana mandi"
"okeh"
tak lama Joana keluar menyapa mereka berdua, disana Elva duduk bertiga dengan Joana dan Elyas tapi tak lama Melanie datang
"loh, ada siapa ini, kok mama baru lihat?" tanya Melanie yang dimaksud Elva
"ini Elva ma, adiknya kak Elyas" jelas Joana
"oh ya? waah nak Elyas punya adik cantik ya"
"haha tante bisa saja lah, jangan gitu tante"
"loh beneran"
tak lama Melanie masuk dan Elva kembali mengobrol dengan Joana lagi, tapi Elva mau numpang kamar mandi, saat Joana akan mengantarkannya malah berpapasan sama Melanie yang membuatkan minuman
"loh mau kemana? ini mama buatkan minuman" kata Melanie
"ini ma numpang toilet" jawab Joana
"iya tante boleh ya"
"yaudah sini saya antar, ini Joana bawa kedepan"
Melanie malah yang mengatarkan Elva, dan Joana kembali ke arah depan rumahnya
"loh mana Elva?" tanya Elyas
"diantar mama ke toiletnya, ini mama baru buatin minuman, ini buat kakak sama Elva"
"waah makasih Joana"
mereka mengobrol disana, tapi tak lama Elyas berdiri dan meminta Joana juga berdiri, lalu memeluk Joana
"aku bakalan kangen deh" kata Elyas
"kak Elyas, ya ditahan lah, ingat ya belajarnya, jangan salah salah fokus" kata Joana
"iyaaa"
"nanti aku gak mau tau, ke amerika harus bawa surat bukti kelulusan"
"siap sayang" jawab Elyas
Elyas kembali memeluk Joana, tapi tak lama Elva melihatnya, Elva cukup lama karna membantu Melanie menyiapkan untuk makan malam bersama jadi tidak enak kalau tidak membantu kan
tapi karna takut keburu Melanie tau, jadi Elva menyapa keduanya yang tiba tiba melepaskan pelukannya
"Elva" ucap Elyas
"ya maap, aku disuruh tante" jawab Elva
"yaudah ayo kedalam dulu, jam nya makan malam" ucap Joana
"iyaa" jawab Elyas dan Elva
mereka makan malam bersama disana
sebenarnya Joana memang bukan pertama kalinya berpelukan dengan teman pria, ia pernah melakukan pelukan itu pertama kali dengan Egar ketika Egar memberikan boneka mini untuk Joana, maka sejak itu Egar semakin susah melupakan sikap Joana yang ia tau itu hanya reflek saja dari Joana
hari berlalu, sementara Joana yang sudah siap pergi ke amerika, ia berangkat ke bandara bersama teman temannya juga yang akan pergi ke amerika juga bersama termasuk Tivano
sesampainya dibandara, semua tau alasan mengapa Joana membawa orang rumahnya jadi mereka tidak lagi kaget
"hai Joana" sapa Tivano
"hai Tivano, waah siap?" jawab Joana
"iya siap dong, tinggal terbang nya hehe"
"haha iya juga, oh ya, ini ibuk, kenalin temen temen" ucap Joana mengenalkan Lestari
dan semua berkenalan dengan Lestari, bahkan sebagai ibu, bukan sebagai pengasuh, karna saking pedulinya Joana anggap jika Lestari lebih dari pengasuhnya jadi ia tidak malu mengakuinya
sesampainya di amerika, Joana dan teman temannya sampai juga dihotel, sebelum besoknya baru datang ke kampus yang akan mereka tuju, jadi masih ada sisa semalaman untuk beristirahat karna mereka baru sampai di amerika sorenya