My Name JOANA

My Name JOANA
269



Joana menurutinya saja, yang ada malah benar saja melakukan oleh Samuel adalah melakukan hubungan badan lagi


tapi dengan gaya berbeda karna posisi nya Joana duduk dipangkuan Samuel hanya bagian bawah yang terbuka dan bagian atas keduanya masih tertutup oleh pakaian masing masing


"i love you" bisik Samuel ketelinga Joana


"emm" jawab Joana


"kok emm? jawab lah"


"i love you to" kata Joana


Joana pikir daripada makin panjang urusannya kan, yaa begitu lah Samuel, ia bisa bermain dimana saja kapan saja dengan situasi dan posisi bagaimana saja


berbeda dengan Motheo yang harus diatas ranjang apalagi dengan Egar sangat berbeda


karna kalau gak dikamar mereka ya tidak akan bisa melakukan hubungan badan dan memang Egar selalu menerapkan jika berhubungan badan harus dikamar pribadi yang benar benar tanpa gangguan


Joana selesai mengerjakan tugasnya, ia merapikan mejanya, tapi Samuel keburu mengangkatnya dan membawanya ke kamar untuk lanjut melakukan hubungan badan mereka


main dua jam, tidur sejam, bangun nya Joana pergi ke toilet, Samuel malah tidak mau melepaskan tangannya dari perut Joana


"kemana? jangan kemana mana" ucap Samuel


"aku pergi toilet dulu ya sebentar" bisik Joana


"yaudah cepat balik"


"iyaa"


Joana turun dan pergi ketoilet, ia tidak pernah merasakan sakit ketika main dengan Samuel karna Samuel bermain dengan lembut meskipun selalu berdurasi lama, berbeda dengan Motheo yang kasar dalam permainan nya


Joana kembali lagi ke kasurnya, Samuel langsung memeluk kembali Joana, Joana tidak bisa tidur lagi entah karna apa, tapi ternyata mengetahui istrinya tidak tidur, Samuel malah ikut tidak tidur


"kamu kenapa gak tidur Bay?" tanya Samuel


"gak tau, gak bisa tidur" jawab Joana


"emm"


Samuel memeluk dan tidur di dada Joana sembari ia mengusap perut Joana


"kenapa kamu mengusap usap perut?" tanya Joana


"hmm, aku hanya berharap nanti kalau kamu hamil, itu anakku" kata Samuel


"hemm, ya kalau anakmu sementara aku menampung sper** punya Theo juga" kata Joana


"makanya, kita main lebih sering dari kamu dengan Theo"


"apa sih"


"mau nolak?" ucap Samuel menatap tajam kewajah Joana


"tidak" jawab Joana menunduk


Samuel kembali memeluk Joana tapi yang ada kelamaan Joana pun tidur, Samuel melihat tangan istrinya lemas dan melirik Joana ternyata tertidur, Samuel merapikan posisi tidur Joana agar lebih nyaman


selesai ia rapikan, yang ada malah Samuel tergoda melihat pakaian istrinya itu, baju tidur tipis yang super mini dan memperlihatkan bagian atas dan bawa cukup jelas


Samuel kembali memulai meraba lagi lalu menciumi istrinya, ia langsung mengunci kaki Joana dengan mengempitnya, lalu ia membuka baju tidur nya lagi, Joana terbangun kaget..


"Samueeeel" teriak Joana


"jangan main lagi, aku capek, besok kerja lagi" rengek Joana


"sekali, sungguh sekali, masih ada waktu" kata Samuel


hingga pagi tiba juga, membuat Joana tetap tidur karna kelakuan Samuel yang terus mengajaknya main tanpa berhenti semalamam itu


yang ada saat di ruang kerjanya, Joana yang sedang menulis beberapa laporan perkembangan perminggu dan tepat bulanan juga, Joana malah tidak melanjutkan menulis karna Joana mengantuk


ia seharian bekerja sambil menahan kantuknya, sampai ia harus tutupi agar tidak ada yang kuatir dengannya, ia tak mau dikuatirkan orang lain yang menyusahkan mereka nantinya


siangnya saat makan siang bersama Calvin, Joana memberikan peraturan yang ia bikin semalam, Joana menjelaskan juga kepada Calvin, Calvin menerima tanpa menolak apapun disana


"jadi kau mau kan mengikuti jadwal ini?" tanya Joana


"iya mau mau, tapi aku tidak mau sama dokter lain ya, aku mau kamu"


"iyaa sama aku kok, semua kegiatan ini bareng aku"


"okeeeh"


sorenya, ia pulang kerumah nya dan seperti biasa, mandi di rumah bawah lalu naik dan beristirahat dikamarnya, tak lama yang ada malah Joana melihat Samuel datang membuka pintu, ia berpura pura tidur


Samuel melihat istrinya ia kira tidur, jadi ia membiarkannya dulu, ia mengecas hapenya, lalu mengganti pakaian tidurnya, merapikan tas bawaan nya dari kerja, dan melakukan hal lainnya


sampai akhirnya ia menoleh kearah Joana, dan masih dengan tatapan nakalnya, Samuel menarik selimut Joana perlahan, dan menciumi leher Joana


Joana merasa terancam, ia pun menepuk leher Samuel dan mendorongnya


"astaga, hei" teriak Samuel


"aku tuh capek ya, seharian kerja gak fokus karna mengantuk, sekarang mau memaksaku lagi begitu?" tanya Joana kesal


"ya itu memang kewajiban istri lah, melayani suaminya, siapa suruh kamu kerja, sudah enak makan dan tidur tanpa kerja cukup layani aku setiap malam"


"aaassh" ucap Joana kesal


Joana kali ini capek, ia benar benar menolak ajakan Samuel disana, Samuel tidak bisa lagi menahan rasa keinginannya, ia memaksa Joana, tapi kali ini Joana kekeh menolak karna memang Joana yaa lelah, kemarin semalaman sudah melayani Samuel yang tidak ada kata puasnya


karna malah keinginannya ditolak, Samuel mengingat obat yang ia punya, obat sisa satu yang akan membuat Joana menuruti apapun segala permintaan orang lain


dan Samuel menggunakan obat itu alasannya memaksa Joana, Samuel keluar dari kamarnya mengambil air untuk dicampurkan obat itu, karna memang dengan cara itu bisa dipakai agar Joana tanpa menolak


saat Samuel membawa minuman itu, dikasur sudah tidak ada Joana, Samuel mencari keberadaan Joana, ia pun melirik kanan kiri depan belakang dan mendengar suara Joana ada dibawa kolong kasur


Samuel pun menarik kaki Joana


"kenapaaa jangan tarik, jangan paksaaa" teriak Joana


setelah badan Joana keluar dari kolong, ia mencoba kabur dengan merangkak cepat tapi Samuel berhasil menariknya, Samuel mengangkat tubuh Joana dan menarik keatas kasur


tapi Joana malah lagi lagi mencoba kabur tapi masih kembali bisa ditangkap oleh Samuel, hingga saat Samuel sedikit lengah ketika mengambil air minum untuk dipaksakan diminum kepada Joana yang ada Joana berlari dan membuat Samuel harus kembali mengejarnya dan membawanya ke kasur


"kenapa keras kepala sekali kamu ya? jangan menolak kenapa sih" ucap Samuel


"gak mau, besok saja malam deh, aku janji, aku tidak bisa kerja lagi besok, seharian tadi aku sudah tidak bisa fokus kerjaan" kata Joana


karna kesal, akhirnya Samuel tidak basa basi, menarik Joana keatas kasur nya dan mencekoki minuman yang sudah ia larutkan dengan obat itu


Joana terpaksa meminumnya karna ketika Joana akan memuntahkan minuman itu, Samuel malah menahan dengan mencium bibir Joana, jadi kalau begitu kan tidak akan dimuntahkan, Joana harus menelan minumannya