My Name JOANA

My Name JOANA
79



"iya, sabar ya, pasti dapat nanti" kata Joana


Joana hanya diam, ia tidak mengatakan jika sebenarnya ia sudah mendapatkannya tapi ia memberikan kepada orang lain


sejak awal, gadis yang dikasih oleh Joana 2 gantungan kunci mahal dan langkah itu langsung mendekati Joana


"kak, ini jatuh kan punya kakak" kata gadis itu


"wooh, tapi.." ucap Joana


"waah ini kan aku pengen Joana" kata Marcello


"iya kak, tadi kakak ini bilang kalaubust temannya, tapi karna aku ingin, dia kasih kepadaku" kata gadis itu


"tapi kak" kata Joana


"ambil saja kak, ini kan buat sahabat kakak, sahabat kakak suka, ini sudah aku bayar kak" kata gadis itu


"makasih ya" kata Marcello mengambilnya


"iyaa" jawab gadis itu


Joana tersenyum kearah gadis itu dan gadis itu juga tersenyum balik, saat Marcello kebangku pinggiran lapak itu untuk memasangkan gantungan kuncinya di tasnya


Joana menyapa gadis itu


"kamu kenapa bilang itu?" tanya Joana


"tidak apa apa, kamu gadis baik, ini hak kamu sebenarnya 3, kamu berikan aku karna aku ingin dan kamu memberikannya dengan suka rela dan aku lihat kamu baik memberikan 1 sisa milikmu kepada gadis disana" kata gadis itu


"oh astaga haha iya, aku melihatnya kasihan kak, kalau sahabatku kan memang sudah besar dan paham lah soal itu, bisa menahan walau suka, kalau anak kecil kan kasihan kak"


"iya makanya aku tersentuh"


"oh astaga kak, dari tadi kita belum kenalan? kenalin kak, aku Joana" kata Joana


"salam kenal juga Joana, aku Faren"


"iya kak Faren, salam kenal kak" sapa Joana


"kak makasih ya kak" ucap Marcello


"iya sama sama, aku lanjut masuk lagi ya, ada barang mau kucari lagi"


"haha iya kak, kami pamitan juga kak" kata Joana


saat jalan, Marcello melihat penjual eskrim, ia ingin beli dan kebetulan tidak mengantri, Joana menunggu di salah satu bangku dekat sana, tapi ia tak sengaja menabrak seorang pria disana ketika ia berlalu lalang disana


"aduh kak maaf" kata Joana


"ya" jawab pria itu dingin


pria itu pun kembali jalan, Joana memerhatikan pria itu dari belakang, ia seperti mengenali aroma tubuh dari pria itu, pria itu menghampiri Faren, gadis yang menyapa Joana tadi


pria itu adalah pacar dari Faren, pacar Faren melihat semua apa yang dilakukan Joana dengan pacarnya disana, dan ia berpura pura tidak melihat apapun disana


"babe, kamu pakai topi terus gak panas, sini aku rapikan rambutnya" kata Faren


"iya"


"ini masukkan tasku saja topimu"


"iya babe"


saat Faren melepaskan topi pacarnya, ia merapikan rambutnya dan pria itu adalah Max, seketika Joana yang melihat kearah pria tadi bersama Faren, ia kaget 2x


yang pertama ternyata pria itu adalah pacar Faren, gadis yang ia sapa baru saja


yang kedua ternyata pria itu adalah Max, Joana lupa wajah Max tapi ia sedikit ingat dengan Max adalah satu dari 3 teman Motheo yang ia kenal


tapi saat akan menghampirinya, Marcello memanggilnya


"ini Joana buat kamu" kata Marcello


Joana melihat lagi arah pria itu tapi sudah tidak ada, akhirnya ia kembali jalan bersama Marcello untuk kembali ke asrama masing masing


sementara Faren dan Max tadi, Max tau disana ada Joana dan pacarnya mengobrol, ia melihat bagaimana Faren mengobrol sangat baik dengan Joana


Max tau, Faren pacarnya itu adalah orang yang susah dekat dengan orang lain apalagi wanita lain, tapi ketika bersama Joana, ia begitu cepat dekat, karna saking baiknya Joana membuat Faren terseret


"siapa gadis tadi?" tanya Max


"oh itu? namanya Joana, dia baaaaiiik banget babe"


Faren menjelaskan kepada pacarnya soal apa yang terjadi disana, sebenarnya Max tau semua yang terjadi tapi ia hanya diam


Max menyukai Joana, karna sejak ia bertemu dengan Joana saat ditoko buku dekat kampus Joana, ketika mereka tidak sengaja bertemu, disana mulai Max menyukai Joana karna melihat betapa cantiknya Joana ketika dari dekat


dan inilah jawaban mengapa Max beberapa hari lalu menghapus story panggilan Joana kepada Motheo juga menghapus pesan masuk dari notifikasi saja


yap, karna Max menyimpan rasa suka kepada Joana dan sejak pertemuan mereka ditoko buku itu, ditambah melihat tadi yang terjadi, ia merasa sukanya malah meningkat


hari berlalu, meninggalkan kesibukan Joana dikampusnya...


Motheo mengumpulkan anak buahnya mengatur untuk pembahasan soal pembalasan kepada Ranya


Motheo menjelaskan semua kepada anak buah nya apa saja yang harus dilakukan oleh mereka, karna mereka anak buah Motheo, ia harus melakukannya daripada berdampak hal yang tidak diinginkan


"tunggu ini siapa yang mau dikerjakan, apa masalahnya?" tanya Bams


"ini jangan tanya, kerjakan saja, saya ada perlu lain, saya harap kalian mengerjakan yang benar tugas dari saya" kata Motheo


Motheo pun pergi, tinggallah Bams bersama 3 anak buah yang lainnya yaitu Delvin, Max dan Bastian


"kamu ingin tau siapa Joana?" tanya Bastian


"siapa sih? asli baru dengar nama itu"


"kamu sih jarang kumpul sama kita" jawab Bastian


"yaa kalian tau kan kalau aku tuh tugas banyak dari bos Theo"


"iyaaa juga sih"


"iya terus gimana, siapa itu Joana?"


Delvin menjelaskan semua tentang Joana dan disini baru Bams paham soal Joana, mereka langsung mengatur strategi pelaksanaan yang diminta oleh bos mereka


lalu siapa Bams?


Bams sendiri bernama asli Bambang, yang sudah tau artinya dari mana asal Bams setelah tau nama aslinya, yap dia adalah orang indonesia yang menetap dan tinggal di amerika


ia bergabung dengan Motheo juga karna butuh pekerjaan, dan menjadi tangan kanan Motheo bukanlah hal muda ia dapatkan


Bams baru muncul karna memang Bams mendapatkan banyak jadwal diluar luar kota untuk tugas kaki tangan sang bos Motheo


hari hari berlalu, seiringnya waktu, Ranya merasa hidupnya mulai banyak cobaan,


mulai dari bibi dan pamannya yang dikeluarkan dari pekerjaan


"pak, saya memenuhi target kan dalam pekerjaan?" ucap paman Ranya


"iya tapi saya rasa, saya mengurangi staff saya, dan beberapa itu termasuk kamu" kata bos nya


"iya sudah pak terimakasih"


"iya"


beberapa staff disana saling membicarakan dan sekilas ada yang menyebutkan jika bos mereka telah dapat ancaman dari Delvin, anak buah Motheo, jika memperkerjakan paman Ranya itu, mereka tidak segan menghancurkan seluruh isi kantor


sementara juga mereka mencari pekerjaan semua menolak meskipun disana butuh staff tapi menolak bibi dan paman Ranya untuk bekerja


"maaf bu, kami tidak bisa menerima anda untuk bekerja disini" kata bos ditempat ia lamar kerja