My Name JOANA

My Name JOANA
77



"sudah kak, saya sudah koordinir juga sama dosen bimbinganku" kata Joana


saat Joana sibuk, Samuel memerhatikan Joana disana dengan kesibukannya


"berjalan nya waktu, aku benar benar menyukai mu, tapi ketika aku tau sainganku adalah Theo, aku takut mati terbunuh hanya karna rasa suka itu sendiri" kata Samuel dalam hatinya


setelah selesai...


"sudah kak, aku mau balik kelas" kata Joana


"emm, ada kelas?"


"masih satu jam lagi"


"kalau gitu makan yuk, dikantin sini saja"


"oh yaudah kebetulan aku belum makan"


"nah, pas kan?"


diwaktu bersamaan, dimana Ranya kembali datang, berniat mencari informasi lebih banyak soal Joana, ia berusaha terus mengulik dari Akeyla dan Marcello


Akeyla dan Marcello bukan orang bodoh seperti yang ada dalam pikiran Ranya, karna ia tau jika ada maksud terselubung dari cara Ranya mengulik soal Joana


disini Marcello membuka semuanya kepada Ranya termasuk tentang Joana adalah gadis yang terlahir buta hingga usianya 15th dan baru bisa melihat diusianya awal 16 tahun


mendengar berita ini, ia teringat Samuel, padahal ia memang sudah tau lebih dulu dibandingkan Akeyla dan Marcello, tapi baru kepikiran mengatakan kepada Samuel


mendapatkan berita besar yang akan ia sampaikan kepada Samuel, ia akan merayu Samuel lagi, karna hanya dari Samuel lah ladang uang terbesar Ranya


"kamu gak nungguin Joana lagi?" tanya Akeyla


"iya, ada urusan, bentar lagi ada kelas pula"


"ahh"


tak lama saat Ranya akan pergi, ia akan menghubungi Samuel tapi Joana keburu datang


"Ranya" sapa Joana


"hei Joana? kamu dari mana?"


"ini kantin, lagi makan baru saja, kamu ngapain?"


"tidak ada"


seketika Ranya keluar tapi ia kaget karna bertemu dengan Samuel


"kak Sam?" sapa Ranya


"kamu ngapain dikelas Joana? bukannya kamu beda kelas?" tanya Samuel


"iya, oh ya kak, ada yang mau kubicarakan dan pas ada kamu disini"


"bicara? ada apa?"


Ranya bertemu dan mengobrol dengan Samuel tapi ketika sejak Ranya pergi, Akeyla menggerutu karna Marcello menceritakan semua soal Joana kepada Ranya


"kamu ini gimana dah, kenapa bilang? ini tuh privasi" gerutu Akeyla terus mengomel


"aku tauu apa yang harus aku lakukan, ngapain sih ngomel, tenang aja kali, mending kita ikuti kemana Ranya pergi" kata Marcello


"oh ya bener, bener"


"key, cell? kemana?" sapa Joana


"ahh, pas, Joana, ayo ikuti Ranya"


"Ranya? kenapa sama dia?"


"nanti kamu tau sendiri, kami juga ingin mencari tau, makanya ayo saja ikut"


mereka benar mengikuti Ranya yang sudah bersama Samuel, disini Marcello langsung paham maksud Ranya mendekati Joana


"oh... pantas saja ya" ucap Marcello


"eh tunggu, pria itu? siapa?" ucap Akeyla


"tunggu deh, itu kok sepertinya kak Sam?"


"kak Sam siapa Joana?" tanya Akeyla


mereka memerhatikan disana tapi betapa kagetnya Akeyla dan Marcello ketika tau pria bersama Ranya adalah Samuel karna ketika itu, Samuel membuka topi dan kacamatanya


"bos Sam?" ucap Akeyla


"bos Sam?" tanya Joana


"ssst" ucap Marcello menahan Akeyla


"kalian kenal sama kak Samuel?" tanya Joana


"Joana, kamu kenal dimana sama bos Sam?"


disini Akeyla menjelaskan semuanya soal siapa Samuel, dimana ia adalah mafia paling kaya tapi paling kejam yang kerjanya hanya menyiksa wanita hanya untuk napsu saja


"serius kalian?" tanya Joana


"jujur saja, kami takut kamu ini juga korban" kata Akeyla


"tunggu, atau jangan jangan kamu sudah pernah..." ucap Marcello terpotong


"Cello" bentak Akeyla


"aku jujur saja, sama sekali tidak pernah melakukan apapun dengan kak Sam, aku dan dia benar benar berteman" jelas Joana


"tapi hati hati lah Joana, bos Sam itu bukan pria baik, kalau hanya dilecehkan, its okay tapi yang bahaya, kamu disiksa" jawab Marcello


"Cello" bentak Akeyla lagi


"memang iya?" tanya Joana


"bisa jadi. kasus nya dia banyak begitu Joana"


semua dijelaskan Joana pertemanannya dengan Samuel, lalu keduanya percaya.


Joana berpikir, pantas saja Ameera sempat menanyakan kenapa ada kedatangan Samuel kerumahnya, disini Joana baru paham


"kemana?" tanya Akeyla


"aku kesana" jawab Joana


"Joana kami temani" kata Marcello


saat mereka akan mendekati Ranya disana, Marcello melihat disalah satu sisi tembok tak jauh dari sana


ada pria yang sama dengan pria ketika itu ada didepan kelas mereka tapi tidak tau siapa, diam diam Marcello menyentuh lengan Akeyla dan menunjuk arah pria itu, Akeyla juga mengenali pria itu


"kamu ingat pria itu?" tanya Marcello


"wooh" ucap Akeyla sedikit bingung awalnya


"itu, pria didepan kelas dulu kita ketemu kan? aku merasa kenal"


"siapa dia ya? aku curiga juga sama pria itu" bisik Akeyla


"keeey, cellooo, lah ayo" ajak Joana


"yaaa, yaa"


mereka mendekati Ranya dan Samuel disana, dan membekuk keduanya


"oh jadi ini Ranya, alasan kamu dekati Joana?" tanya Marcello


"Cello? Key?" sapa Ranya kaget


"kenapa kamu tega?" tanya Akeyla


"jadi kamu berteman sama Ranya untuk dia? kamu mata mata dia?" tanya Marcello


"tunggu, kami memang ada hubungan itu tapi itu sudah lama" jawab Samuel


"sudah bos, kami tau semua kok, kami melihatnya, asal kamu tau bos, dia adalah murid yang pilih pilih berteman, lalu berteman dengan Joana ternyata karna ini?" ucap Marcello


"Cello, jangan salah paham dulu tentang ini" kata Ranya


"pantas Ranya, kamu sering mengulik tentang Joana kepada kami diam diam" ucap Akeyla


Joana berjalan menatap kedua mata Samuel disana


"kaaaak" ucap Joana


"Joana, aku bisa jelasin semua" kata Samuel


"kak jangan sakiti teman aku, Ranya teman aku, kamu kalau ingin tau apapun tentang ku tanya nya kepadaku" kata Joana


"heeeei Joanaaaa" teriak Marcello kaget


mendengar itu, Marcello dan Akeyla kesal lah pasti, bagaimana tidak, segitu polosnya kah Joana


"bisa biarkan saya bicara bersama Joana saja?" ucap Samuel


Akeyla, Marcello dan Ranya pun pergi, mereka sedikit menjauh dari Joana dan Samuel


dan tinggallah Joana dan Samuel disana, tapi memang bukan soal dengan Ranya dipermasalahkan oleh Joana tapi karna ia baru tau siapa Samuel, itu masalahnya sekarang..


"sekarang kamu jujur kepadaku, apa benar kamu seorang mafia?" tanya Joana


"Joana, kamu.." ucap Samuel bingung


"kak, kenapa tidak bilang sejak awal? aku tidak tau, maaf kalau aku selama ini tidak sopan memanggilmu sebutan kak yang harusnya bos" kata Joana


"Joana, aku tidak masalah kamu memanggilku apa, aku tolong sekali minta sama kamu, jangan membenciku"


"aku tidak membencimu, aku minta jangan sakiti siapapun diantara kami, diantara orang orang yang dekat denganku"