
"astaga kak, udah ya udah, capek loh aku nih" kata Joana
diluar kamar semakin yakin dengan apa yang terjadi didalam sama dengan apa yang mereka dengar dari luar
setelah beberapa menit, Joana tenangkan dirinya karna kakinya yang sakit, ia pun menyelimuti kakinya dan mencoba bernapas dulu, sembari menenangkan dirinya agar tidak merasakan sakit lebih tajam
Joana memejam kan matanya hingga beberapa menitnya lagi sekitar satu jam sudah ia tertidur, ia terbangun lagi dan melihat Motheo masih duduk menunggunya tidur sementara Samuel baru tidur
"Joana, kemana?" tanya Motheo
"ke belakang kak, ambil air, aku haus"
"aku ambilkan"
"kak, biarkan aku sendiri"
"kakimu sakit loh"
"iya tapi tak apa kok"
saat melihat kearah kakinya ketika membuka selimutnya, kakinya malah bengkak, sebelah kanan, jadi Joana harus dibantu untuk jalan
Samuel terbangun mendengar Joana bangun, akhirnya Samuel yang mengantarkan Joana tapi Motheo masih memerhatikannya dan mengikuti keduanya, dan saat keluar, semua anak buah mereka belum tidur, dan semakin yakin ketika Joana dibantu Samuel untuk jalan
"bos, ada yang mau dibantu?" tanya Fabian
"emm ini, dia haus" kata Samuel
"biarkan aku peegi sendiri" kata Joana
Joana diantarkan Samuel menuntunnya dan diawasi juga diantarkan oleh Motheo
"waah parah sih, ini bos kamu itu berbuat" kata Nico
"iya sih, si bos kan kasar tadi mainnya, denger kan kalian?" sambar Bams
"iya sih, sampai harus dibopong ya" jawab Delvin
mereka semua ada pada salah paham terbesar mengira itu akibat Joana melayani dua pria satu kasur
paginya, Samuel tertidur bersama Motheo di sofa dengan tidur duduk tapi akhirnya Motheo terbangun karna mendengar suara Joana yang berusaha bangun
"kemana?" tanya Motheo
"aku pergi ke toilet"
"ayo kuantar"
"gimana dah diantar? apaan kak jangan macam macam kan kubilang, aku ketoilet, mau buang air kecil"
"lah iya aku antar saja, aku tuntun"
Joana pun mau dan Motheo menuntunnya tapi karna kakinya memang masih sakit jadi Joana pun harus berjalan sangat lamban
"aduh kak, aku udah diujung, tapi kakiku sakit ini" kata Joana
"sini" kata Motheo
Motheo pun menggendong Joana lalu membawanya ke toilet dan ia keluar, setelah selesai, Joana perlahan mendekati pintu toilet lalu membukanya dan Motheo menggendongnya lagi kearah kasur
saat diatas kasur, Motheo meletakkan Joana, yang ada Joana malah menatap kearah mata Motheo dan Motheo tidak bisa menolak ia juga menatap Joana
setelah Joana di kasur, Motheo memakaikan selimut lagi dan akan mencium bibir Joana tapi Joana membuang mukanya karna tidak mau, akhirnya Motheo tak kehabisan akal, ia mencium leher saja
"kaak" ucap Joana
"hem"
ketika masuk bulan keenam Joana tinggal di amerika dengan menjadi tawanan Motheo dan Samuel, kejadian kembali terulang dimana situasi markas Samuel ada yang menghancurkan membuat rencana Samuel dan Motheo mengajak Joana jalan tidak jadi, karna situasi mereka sedang bahaya
ketika itu empat anak buah Samuel yang kebetulan ada didekat arah markas ketika akan ke markas, ia melihat dua orang asing berpakaian aneh baru keluar dari gerbang markas nya
"heeeei" teriak Fabian
saat keempat anak buah Samuel melihat anak buah yang khusus jaga markas sudah tergelatak
"cepat kejar, Ravansa dan aku, pergi cari dia, kalian berdua masuk markas, periksa" kata Morza
"siap"
dua orang tersebut menoleh dan ketika tau itu anak buah Samuel, mereka lari dan pengejaran dilakukan oleh Morza dan Ravansa karna mereka lari paling cepat
mereka mengejar dan beberapa kali melemparkan pisau kearah dua orang aneh itu tapi tidak juga kena mereka, keduanya terus berlari mencari kemana pun arah mereka berlari hingga kedua pria aneh itu berpencar, Ravansa dan Morza ikut berpencar untuk mendapatkan mereka
sementara Nico dan Fabian di markas, menghubungi Samuel dan tak lama Samuel datang, melihat markasnya hancur, ia juga akhirnya geram, ia menanyakan pada semua anak buahnya siapa pelakunya, siapa tau ada yang mengenali tapi tidak ada
Morza dan Ravansa yang mengejar juga tidak bisa menjelaskan ciri ciri keduanya karna sama sama memakai topeng dan jubah hitam
"siapa yang mengejar?" tanya Samuel
"bos, itu aku dan Morza, tapi kami tidak tau ciri cirinya" kata Ravansa
"bagaimana mungkin?"
"mereka berdua memakai topeng dan berjubah hitam, larinya juga cukup cepat" jelas Morza
disini Morza, Ravansa, Nico, Fabian dan empat anak buah Samuel lainnya yang bertugas jaga markas menjelaskan semua ciri ciri dari pelakunya
itu tentu membuat Samuel kesal dan ia akan benar benar mencari siapa pelakunya
"sampai aku ketemu orangnya, aku akan bunuh dia tanpa ampun" teriak Samuel
Samuel akhirnya balik kerumah penyekapan Joana, disana ia juga melihat semua anak buah Motheo dan ia mengeluarkan kekesalan
akhirnya atas izin Samuel, Fabian menceritakan kepada semua anak buah Motheo dan juga Motheo nya tentang yang terjadi
"ada apa ini? hei, kamu membuat bising" teriak Motheo
"bos?" tanya Fabian
"emm jelaskan" jawab Samuel
semua Fabian jelaskan hingga ciri ciri yang mereka dapat dan itu membuat semua anak buah Motheo kaget karna ciri ciri yang sama juga pernah menjajah dan merusak markas mereka
"serius kalian?" tanya Samuel
"yaa, aku juga dapati markas ku hancur dan anak buah jaga markas juga tergeletak semua, tapi aku tidak tau mereka" kata Motheo
akhirnya mereka mencari dan mengingat ngingat, masalah dengan siapa yang melibatkan keduanya, mereka bingung karna tidak ada urusan selain urusan dengan Joana kan
ia mengingat juga urusan dengan Joana, siapa yang berpotensi melakukan ini, tapi mereka tidak bisa berpikir siapa pelakunya
akhirnya keduanya was was, mereka memutuskan membawa Joana pergi ke markas Motheo untuk jaga disana, karna disana kan full bisa memperketat penjagaan Joana
"okeh, untuk 2 minggu ini, penjagaan ketat, Joana ada didalam kamar pribadi saya, apapun dia minta, berikan, urusan belakang bilang sama saya" kata Motheo
"berarti penjagaan super ketat bos" kata Max
"iya kamu benar, saya tugaskan per-dua orang jaga masing masing pintu depan, pintu samping, pintu kamar utama dan gerbang" kata Motheo
Motheo menentukan siapa saja yang berjaga dan bagian Ravansa dengan Fabian lah menjaga pintu kamar Joana
dan bahkan untuk mengelabui semua orang tentang kasus penculikan pada Joana pun membuat mereka harus rela pulang pergi bolak balik markas Samuel ke markas Motheo untuk membuat Joana lebih aman