My Name JOANA

My Name JOANA
307



tapi Motheo malah curiga sejak Ferla tinggal dengan Joana inilah masalah pria berjubah hitam itu berani datang kerumah


"apa jangan jangan pria berjubah hitam itu juga ada kerjasama denganmu?" ucap Motheo kepada Ferla


"apa? tidak ada, aku tidak kenal dia siapa, sama sekali" jawab Ferla tegas


"aku memastikan saja, karna sejak kamu dirumah ini masalah itu datang, atau ada hubungannya dengan Sam"


"jangan salahkan aku, aku sudah bawa dia (Ferla) dihadapanmu, pastikan saja sendiri" jawab Samuel


Samuel menatap tajam kearah Ferla seolah mendukung tuduhan Motheo kepada keponakannya, Joana langsung menjawab


"kamu sudah kubilang jangan sangkutkan ini kepada Ferla, jangan bikin ribut, Ferla itu baru disini, bahkan dia tau soal pria berjubah hitam itu ya baru ini" kata Joana


"yaa siapa tau, kan gak ada yang tau" jawab Motheo


"udah, Ferla, kamu selesai, udah lanjut kebawah saja" kata Joana


"ya onty, maafkan aku sudah mengganggu kamu, saya permisi" jawab Ferla


Ferla pergi, tinggallah Joana dengan Samuel dan Motheo disana, Motheo yang melihat ekspresi wajah Joana berubah ketika membahas pria berjubah hitam itu, ia curiga


ternyata tak hanya Motheo yang curiga soal itu, tapi termasuk Samuel, karna ia merasa juga ada yang aneh dengan sikap Joana


mereka pun menginterogasi Joana


"kamu mencurigakan soal pria berjubah hitam, apa kamu.." ucap Samuel


"apa? aku apa?" tanya Joana


"biasa dong, kok setengah marah? kami makin yakin kan jadinya" jawab Motheo


"ya kan aku tanya, aku apa?" ucap Joana lagi


"katakan saja, siapa dua pria berjubah hitam itu?" ucap Samuel


"aku tidak kenal" kata Joana singkat


"katakan dari kamu, atau kami cari tau sendiri dan memastikan dia mati didepanmu" ucap Motheo


"aku tidak tau mereka siapa, kenapa kalian memaksaku?" jawab Joana


"okeh, gak mengaku?" tanya Motheo


"tidak lah, bagaimana mengakui aku saja tidak tau" jawab Joana tegas


"ya sudah, kita lanjutkan makan malam ini" kata Samuel


"yaa, makan saja, nanti aku tau siapa pria berjubah hitam itu, aku membunuhnya didepanmu" kata Motheo


mendengar itu, Joana bingung, ia marah atau bagaimana, karna kan pria berjubah hitam yang sebenarnya itu adalah Wilson dan Walton, tapi kasus yang ini adalah Max menyamar


hari berlalu, berjalannya waktu, Joana juga sudah bersiap siap akan pergi ke bandara untuk terbang kembali ke indonesia, ia menelfon Alberto untuk mengantarkannya ke bandara


"nona, apa kamu menunggu papaku?" tanya Albern


"oh iya Albern, ini masih dijalan katanya"


"emm aku boleh ikut gak nona, tadi aku telfon papa, minta jemput buat antar pulang tapi mau antar kamu dulu ke bandara"


"oh ya boleh kok, bareng saja enak"


"iyaa"


Joana pergi bersama Albern dan Alberto, mereka pergi ke bandara naik taksi Alberto, diperjalanan


"bos Sam dan bos Theo sudah mengizinkan kamu pergi balik indonesia?" tanya Alberto


"iya pak, sudah lama kok, sejak aku tinggal dirumah ini"


"ahh, sering dong balik ke indonesia"


"yaa begitulah, sekitar per enam bulan saja kok"


"ahh"


setelah sampai bandara, Joana turun, diantarkan Albern dan Alberto sampai pesawat, dan pergi..


Joana sesampainya diindonesia, seperti biasa disambut oleh sang suami, Egar memeluk Joana seketika melihat kehadiran Joana, Joana merasa ada yang berbeda dengan pelukannya kepada Egar


"Poy, eh kamu berisi?" tanya Joana


"hehe, agak sayang, tapi gak gendut kan?"


"ya enggak. tapi pas peluk, terasa banget loh"


"haha aku akhir ini suka makan, habis kebawa kamu pas kesana itu"


"haha itu dah jadi ikutan"


Egar sama dengan Joana, lebih berisi tapi tidak masuk kategori gendut karna Egar tinggi, yaa proposional kok masih, jadi masih aman, mereka malah terkesan gendutan bersama


Egar membawa Joana pulang kerumahnya


"gimana Moy, perjalanannya?" tanya Egar


"yaa gitu lah Poy, Poy, makan dong lapar"


"makan diluar ya"


"kenapa gak dirumah? kamu gak masak?"


"belum masak, aku keburu kesini"


"masak saja, aku kan laparnya makanan kamu"


"ya kalau dirumah kan malah nunggu aku masak, nunggu lagi lama lagi"


"gak papa dah, pulang aja, aku nunggu kamu masak kok"


"emm yaudah"


"eh iya, aku kabari mama mama sama papa papa ya" kata Joana


"sudah aku kabari kok, tadi sebelum jalan, naik mobil ini, aku kirim pesan kan di grup keluarga"


"oh"


sesampainya dirumah, Joana pergi mandi, Egar masak untuk istrinya, karna Joana selesai mandi tapi Egar belum selesai, Joana membantu Egar tapi Egar menolak, memintanya agar duduk saja


Joana memerhatikan Egar masak, sesekali Egar melirik dan main mata kearah Joana, Joana tidak berhenti tersenyum karna sikap suaminya yang genit itu


"Poy, aku suka tau kamu gendutan" kata Joana


"oh ya? kamu suka aku gendutan gini? apa aku gendut banget ya?"


"gak, banget gak terlalu sih, tapi lebih berisi, sama deh kayak aku"


"hehe sehati ini namanya"


"iya ya"


Joana tidak pernah men-spesifikasi-kan seperti apa tipe ideal nya, tapi sejak bersama Motheo dan Samuel, Joana lebih suka pria sedikit berisi ketimbang kurus atau sispack


Joana memerhatikan Egar, ia berpikir, tidak akan ada pria bisa menggantikan posisi Egar di hati Joana, sekalipun bersatunya Motheo dan Egar yang memberikannya banyak kemewahan


hingga masakan selesai, Joana duduk dimeja makan, dan makan berdua dengan suaminya


tak lama Meliana datang, membawakan makanan bungkusan ayam bakar buatannya sendiri dan masih fresh bahkan masih panas karna memang baru bikin


"Joanaa, anak ku datang" kata Meliana


"mamaaa, papa" ucap Joana memeluk mereka


"Joana kamu gendutan?" tanya Meliana


"mama" bisik Egar


"eh iya maaf, maksudnya berisi gitu, mama tanya ini Egar kan gak salah" kata Meliana


"iya ma, Joana memang sedikit berisi" jawab Joana


Joana memang sedikit berisi dari sebelumnya, yaa maklum, Joana sudah melahirkan dua bayi dalam dua tahun berurutan, jadi look sudah berbeda


tapi Joana tidak segendut waktu Egar datang ke amerika bersama Feris dan Elva, karna memang pas itu Joana masih hamil ke empat bulan


"gimana nak, perjalanan?" sapa Enggar


"yaa begitulah pa"


"hehe yang penting selamat ya" kata Enggar


"betul, penting ketemu lagi deh sama Malia sama Paeng" jawab Joana


"haha banget, tapi papa senang, kamu dan Egar sama gendutan deh, barengan apa janjian?" kata Enggar


"hehe iya pa, tadi bahas ini juga, jadi barengan gendutan" jawab Joana


"eh iya ya, kok sama kalian, Joana gemukan, Egar juga gemukan memang ya" jawab Meliana dari dapur


"mama ngapain?" tanya Joana