My Name JOANA

My Name JOANA
280



Joana menyapa Niane, sebagai teman yang paling lama ia tidak jumpai beberapa saat terakhir


"Niane?" sapa Joana


"Joana ya?" tanya Niane


"iyaaa"


Joana memeluk Niane disana dan membahas banyak hal tentang masa masa setelah mereka lama berpisah, pengalaman banyak hal soal pekerjaan juga


disini lah pertama kalinya bagi Rossa dan Menik bertemu dengan istri dari mantan pacar pertama Menik tapi mereka belum tau jika itu adalah istrinya Egar


"oh ya, ini kenalin dua temanku" kata Niane


"oh ya? hai kak, salam kenal, Joana" sapa Joana


"Menik" sapa Menik


"Rossa" sapa Rossa


"selamat datang kak" sapa Joana


Niane baru ingat jika Joana inilah istri dari mantan pacar Menik dan ia mengenalkannya


"emm Menik, Rossa, ini Joana, istri dari dokter Egar" kata Niane


"oh ya?" tanya Rossa


"heheh iya kak, tapi kami ldr jadi jarang bareng"


"oh ya? ldr mana dan mana?"


"Egar disini, saya amerika, kejar karier masing masing"


"oh ya?"


mereka melihat pertama kali soal Joana, memang menganggap jika Joana pantas memang bersama Egar, look Joana begitu cantik, bersih, rapi, wangi, terlihat begitu elegant dan mahal


mungkin karna pengaruh beberapa barang dipakai Joana cukup terbilang mahal


atau karna mungkin kan sebelumnya Joana habis perawatan kecantikan


atau memang aura nya lebih terlihat karna Joana yang sekarang adalah Joana yang tajir melintir sebagai istri dari gangster dan mafia yang keduanya kaya raya yang selalu merawat diri nya


selama acara itu, Menik melihat benar benar Egar berbeda sikap dari yang dulu ia kenal hingga kemarin bertemu lagi dan kini bersama sang istri memang terlihat jauh lebih fresh dan cerah


"Joana banyak berubah ya kita berpisah?" tanya Niane


"ahh kamu juga, kamu jauh lebih dewasa"


"hehe, oh ya selamat atas pernikahan mu dengan Egar ya"


"iya makasih yaaa"


Menik terus memerhatikan Joana yang sesekali mengobrol dengan teman nya dan sesekali mengurusi Egar, memang lah pantas jika Egar memilih Joana karna etitude nya sangat baik bisa adil antara mengobrol dengan teman dan suami


setelah acara selesai, beberapa orang lainnya pulang, sementara Joana dan Egar masih tinggal disana, lalu mengobrollah


"gimana sama beberapa harimu di indonesia lagi Joana?" tanya Nandra


"aku bahagia lah bisa berkumpul dengan mereka lagi, aku senang bisa bertemu lagi" kata Joana


"tunggu, acara makan makan ini tidak ada acara lainnya?" tanya Egar


"tidak lah, ini benar benar acara makan makan sebagai perayaan pelunasan rumah Sherla" jawab Nandra


"kamu berharap apa?" tanya Sherla


"yaa setidaknya umumkan lamaran kek, atau apa gitu" kata Egar


"Poy" bisik Joana


"oh iya sekalian mau bahas, tahun depan aku akan memulai urusan pernikahan" ucap Nandra


"waah serius?" tanya Joana


"iya Joana doakan aku lancar ya, walaupun kamu sibuk gak bisa datang doakan kami" kata Sherla


"pasti Sherla, Nandra" jawab Joana


hari berlalu, setelah akhirnya selesai acara, mereka kembali pulang, mandi dan bersih bersih badan lalu masuk selimut untuk mulai tidur


beberapa hari berikutnya setelah hari demi hari dilalui oleh Joana bersama Egar, selama seminggu di indonesia, seminggu pula kegiatan kebersamaan dan seminggu itu pula mereka menjalani hubungan badan yang tidak sekali dua kali tapi beberapa kali


tiba perpisahan..


akhirnya Joana diantarkan pulang oleh Egar sendiri, sesampainya dibandara, Joana bersiap siap dan berjalan akan pergi tapi ia melirik lagi kearah Egar


Egar tidak bisa menahan sedihnya, ia berlari lagi dan memeluk Joana cukup lama


"jangan sedih dong sayang, kamu kan ada kegiatan kampus baru" kata Joana


"aku sedih karna berpisah lagi"


"kamu janji ke amerika kan naik semester lagi"


"iya aku akan kesana nanti itu pasti"


sampai akhirnya pengumuman mengatakan pesawat akan cepat terbang, Joana melepaskan pelukannya dan harus pergi


"hati hati Moy" ucap Egar


"iya, kamu jaga diri Poy" jawab Joana


Joana masuk pesawat dan pergi kembali ke amerika, ia tidak mengabari Samuel atau siapapun jika sudah dalam perjalanan, ia tidak membutuhkan jemputan juga


setelah sampai di amerika, benar saja Joana tidak menghubungi siapapun untuk menjemputnya pulang


saat didepan bandara, Joana berpikir ingin sendiri dulu tidak bertemu siapapun termasuk Samuel, kalau Motheo masih diluar negri jadi tidak akan mengganggunya


jadilah Joana memutuskan pergi ke hotel yang tidak jauh dari bandara, dan ketika sampai, membayarnya lalu mengambil kuncinya dan menuju kekamarnya


"untuk cek in berapa lama kak?" tanya staffnya


"sehari semalam" jawab Joana


"mau bayar cash atau card?"


"card"


Joana membayarnya lunas dan menerima kuncinya


"silahkan pembayaran selesai, di lantai 15 kamar 345" ucap staffnya


"terimakasih" jawab Joana


setelah mendapatkan nomor kamarnya, ketika Joana melewati salah satu kamar hotel, ternyata ada yang mengenalinya yang pas orang tersebut baru akan cek out dari kamar nomor 346, tepat di samping kamar hotel dipesan Joana


pria itu langsung menghubungi seseorang untuk memberitahu jika Joana ada dikamar itu, dan pria itu adalah anak buah dari Samuel, memberitahu keberadaan Joana ia juga mengirim lokasi nya terkini


tak lama Samuel datang..


"ada yang bisa dibantu?" tanya staff


"saya minta untuk kunci kamar 345" kata Samuel


"ahh terisi sudah pak, bisa ganti kamar lain"


"saya mau itu, mana kuncinya"


beruntung salah satu staff lama di hotel itu mengenali Samuel, karna staff jaga yang berhadapan dengan Samuel adalah staff baru, jadi tidak tau siapa Samuel


"ahh ini bos kunci kamar 345" kata staff lama


"okeh" jawab Samuel pergi membawa kuncinya


"kak, itu kan tadi gadis memesan nya" kata Staff baru


"kamu perlu tau dia itu adalah ketua mafia disini"


"apa iya? lalu hubungannya sama gadis tadi apa?"


"biarlah kamu kasih saja daripada nyawa kamu jadi tawanan"


"tapi nyawa gadis itu?"


"itu urusan mereka, kan ada cctv setiap sudut bahkan dalam kamar itu"


"iya sih, kasihan" ucap staff lama


"kasihan, urusan sama pria tadi, mengancam nyawamu, kamu mau mati sia sia?"


"ehh gak gitu juga lah"


akhirnya staff lama itu memberikan kunci kamar nomor 345 itu, Samuel pun pergi menuju kamar tersebut, dan betapa kagetnya staff tadi ketika staff lamanya menjelaskan siapa pria baru saja


setelah sampai dilantai 15, anak buah Samuel disana menyapanya..