My Name JOANA

My Name JOANA
33



"waah Joana gak akan nolak pa, dia suka pasti, aku kabari ya pa"


"iya, besok saja, dikampus, jangan telfon malam ini, karna kasihan kan ini sudah malam, siapa tau sudah tidur"


"iya sih pa"


esoknya..


Joana berangkat pagi, ia sampai, dengan teman temannya bersiap untuk mulai pelajaran, setelah sampai, semua sudah berkumpul tapi ketua kelas disana mengatakan jika kelas dibatalkan pergantian besok


"besok? kenapa harus besok?" gerutu murid disana


"iya, dosen bilang besoknya ya pagi"


"ya pagi, tapi siangnya ada, sore ada, malam juga ada kan"


"iya gakpapa lah gimana lagi sih" jawab ketua kelas


akhirnya semua bubar, dan Joana juga merapikan semua barangnya, Joana melihat Ello sedang menata buku buku dari para anggota bem dan akan membagikan nya kekelas masing masing fakultas


"Ello, aku ikut bawakan ya" kata Joana


"kamu gak mau pulang?"


"mau, tapi aku sudah terlanjur jalan kesini masak langsung pulang lagi, mutet muter kan, yaa aku bantuin"


"beneran, iya deh"


"kemana saja ini?"


"ikuti aku saja"


Joana dan Ello akan keluar tapi Vera menawarkan dirinya juga


"sini pak bem, au bawakan, kamu biar santai ketua bem"


"haha Vera" Jawab Ello


pergi disana bersama sama bertiga, mulai dari fakultas satu ke fakultas lainnya, kali ini, kedudukuan siapapun yang terkenal baik karna pintar, cantik, tampan, atau tajir, semua kalah dengan kepopuleran Joana dan dua temannya itu


setiap fakultas tau siapa mereka bertiga atas kasus Joana berpacaran dengan Feris dan didekati oleh Elyas jadi jalan pun mereka malah menjadi sorotan


saat sampai di fakultas keguruan, mereka bertemu dengan beberapa murid yang masuk keanggotaan bem, saat masuk salah satu kelas ia melihat ada Yuri


Joana tidak begitu memerhatikan Yuri disana, karna ia sudah lupa tentang perlakuan Yuri, tapi Yuri tidak, Yuri masih ingat


akhirnya dari kelas Yuri kekelas kelas lainnya, Yuri mengikutinya, karna Yuri masih penasaran banyak hal tentang nya, saat sampai pada kelas terakhir di fakultas itu yaitu kelas milik Galen


selesai dari keguruan, mereka berjalan lagi ke fakultas perikanan, dan masuk kebeberapa kelas lagi, dan Yuri masih mengikuti nya, karna penasaran ketika Joana tau Nero berpacaran dengan Fadia, apa yang akan dilakulan Joana


ketika sudah sampai dikelas Nero, ketika itu kelas Nero sedang ramai karna memang ada materi


dosen pengajar malah menitipkan kelas itu kepada Ello karna ia akan pergi ke kantor sebentar beberapa urusan, meminta agar Ello mengawasi dulu


"selamat pagi pak, saya boleh mengganggu?" sapa Ello


"iya Ello ada apa?"


"ini pak, pembagian buat para peserta bem, sebentar" kata Ello


saat Ello meminta izin kepada dosen pengajar, semua murid disana hanya mengawasi saja begitu pun Nero, ketika tau ada Joana didepan kelas, Nero langsung pindah duduk dari samping Fadia dan berpindah ketempat lain


murid kelas itu semua tau apa yang terjadi dengan Nero kenapa tiba tiba pindah, sama juga dengan Fadia yang paham pacarnya pindah karna ada Joana


Joana dan Vera ikut masuk menjelaskan pada dosen pengajar disana dan dosen itu memberikan waktu malah menitipkan kelasnya


"oh iya Ello, saya titip dulu, jamu jaga, saya ada urusan ke ruang dosen, sebentar saja" kata dosen


"baik pak" jawab Ello


saat dosen pergi, karna merasa canggung juga jadi Vera dan Joana memutuskan keluar saja, tapi saat akan jalan Nero menahan tangan Joana


"kak Nero" ucap Joana kaget


"bisa kita bicara?" tanya Nero


"bicara aoa ya kak?"


Nero menarik tangan Joana ingin membawanya pergi tapi Joana melepaskan tangan Nero


seketika Nero diam, ia tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Joana, dan yang dilakukan oleh Joana adalah menyapa Fadia


"hai kak Fadia" sapa Joana


"hai" sapa Fadia


"Joana" sapa Joana mengulurkan tangannya


"Fadia" jawab Fadia


Fadia melirik Nero dan teman kelasnya yang lain merasa kebingungan, ia sudah ketar ketir takut Joana melabrak nya, tapi semua salah, karna Joana bukan gadis seperti itu


"kak Nero, maaf kak, kalau mau bicara sama aku tidak mau dikelas ini, aku tidak masalah asalkan kak Fadia ikut" jawab Joana


"ooh?" ucap semua murid seketika kaget jawaban itu


"kenapa gitu? aku ada perlu sama kamu Joana" bisik Nero


"iya sudah, aku juga gakpapa kok Joana, kamu pergi saja"


"tidak kak, aku akan mau pergi sama kak Nero dan bicara asalkan kamu datang, karna aku tidak mau ada salah paham dari kamu, aku tidak mau membuat hati orang lain sakit karna aku" jawab Joana


seketika itu, Fadia takjub atas jawaban Joana, semua murid dikelas Nero juga terbuka mata dan hatinya


semua mendapatkan jawaban atas pertanyaan


"bagaimana bisa luluhnya singa (Elyas) dan ular (Feris) kepada gadis polos"


karna ini, kebesaran hati membuat merinding yang mendengarkannya, mereka begitu kaget dan speechlees


"Joana, Fadia tidak masalah aku bicara sama kamu" kata Nero


"aku tetap bawa kak Fadia untuk kita mengobrol, atau tidak sama sekali" kata Joana


"Joana, ayolah, kenapa kamu begini sekarang?" tanya Nero duduk dan menepuk keningnya


"kak, ada perasaan yang harus dijaga, aku tidak mau masing masing pasangan kita jadi salah paham" jawab Fadia


"okeh, tidak usah sudah" jawab Nero kesal


Joana hanya diam disana melirik arah kedua temannya yang hanya diam juga


"kak Fadia, selamat ya atas hubungannya, aku senang dengar kabar baik dari hubungan resmi kalian" kata Joana


"kamu tau dari siapa Joana?"


"ayah ibunya kak Nero" jawab Joana


"oh, mereka mengatakan kepada kamu?" tanya Nero


"iya"


"bicara apa saja?"


"mengundang makan saja dirumah mereka beberapa kali karna mengatakan terimakasih saja, ih ya itu biar urusan aku saja kak Nero, yang penting aku tau kalian benar serius pacaran, aku juga bahagia" kata Joana


"makasih ya Joana" jawab Fadia


"emm, aku juga senang kak" jawab Joana memeluk Fadia


Fadia membalas memeluk Joana..


"kita kan bisa jadi teman ya kak Fadia" kata Joana


"iya lah" jawab Fadia


"kak Nero?" ucap Joana


"emm, iya" jawab Nero


Joana berjalan kearah depan kelas lalu menyapa murid lain dikelas itu untuk meminta maaf


"kak, maaf ya ada gangguan dari saya tadi, saya harap kalian maafkan ya, saya gak maksud mengganggu" ucap Joana


semua murid disana menyambut baik ucapan Joana disana, semua murid dikelas akhirnya paham sisi mana mereka mengagumi Joana


"emm Ello, kita pergi dulu deh ya, kamu urus dulu ini disini" kata Vera