My Name JOANA

My Name JOANA
313



"yee tidak ya, aku cemburu lihat situasi juga kali" jawab Melinda


"oh ternyata bibi pencemburu?" ledek Joana


"ya lah, punya suami ganteng harus cemburu, kamu apa tidak cemburu suamimu kan paket lengkap juga, tampan, tajir, wangi" ucap Melinda


"enggak, aku percaya sama Egar, cinta itu kepercayaan bukan kesempurnaan" kata Joana


"pinter, orang mah beda beda Melinda" kata Dimas


"biarin napa si" jawab Melinda


"tapi tunggu, paman penasaran, apa bener kamu tidak cemburu andaikan benar Egar nanti pergi ketika tau masalah mu ini?"


"aku yakin dia tidak pergi kalau pun dia mau pergi, kurasa itu pantas" jawab Joana


Melinda dan Dimas saling melirik dan langsung sigap memeluk Joana dan menenangkannya


Dimas cukup berpengaruh bagi Joana karna sebelum menjadi pamannya, Dimas adalah guru di sekolah lama Joana, guru juga sebagai teman untuk Joana, karna kebaikan Dimas melebihi saudara Joana sendiri


malam berlalu, pagi tiba, ini adalah hari ketujuh, atau lebih tepatnya hari terakhir, Joana di indonesia sebelum ia balik lagi ke amerika


Joana capek mau pergi lagi ke amerika, malas, kesal, tapi ia harus balik, nyawa orang disini akan jadi taruhan nya dan dia tidak mau itu terjadi


seharian memutuskan dirumah, siangnya Melinda dan Dimas pamitan pergi, tapi malah berpapasan sama Meliana dan Enggar yang baru datang


"loh, kalian udah pulang aja?" sapa Meliana


"kak Melia, ia kamu menginap semalaman disini, siang ini jadi pergi" jawab Melinda


"ahh, menginap toh? terus ini lanjut ke rumah sakit?"


"enggak kok, ada janjian alumni Dimas"


"oh, yaudah hati hati"


"yaa kak, bye kak Melia, kak Enggar"


"bye Linda"


Melinda Dimas pergi, Meliana Enggar masuk, menyapa keduanya, yang ternyata Meliana datang untuk mengantarkan makanan saja, tapi tidak ikut makan


"papa, mama?" sapa Joana memeluk mereka


"hai, santai ya? eh kamu kapan pulang? jadi besok paginya?"


"emm iya ma"


"oh yaudah, mama pikir sore ini, sampai bawain makanan banyak buat bekal kamu tapi gakpapa makan sudah habis kan saja"


"mama kesini sama papa tumben jam dinas?" tanya Egar


"iya antar ini aja, kalian siap sendiri makannya ya, mama papa langsung pergi" ucap Enggar


"kok langsung pergi sih pa?" tanya Joana


"iyaa, mama ada jadwal kontrol, papa ngajar"


"ahh kalian cepat sekali" kata Joana


"udah, nikmatin dulu, kami pergi" kata Meliana


tinggallah lagi Joana dengan Egar, mereka makan makanan dibawakan Meliana baru saja, lalu duduk lagi depan televisi, Joana melihat beberapa berita dari salah satu channel amerika di televisi indonesia


melihat Joana sedang fokus mendengar kan beberapa berita dari channel itu, karna Joana memang sering melihat channel berita amerika jika berada di indonesia melihat ada berita apa terbarunya


Egar memeluk Joana dari samping dan menyenderkan kepalanya di pundak kanan Joana, tangan Egar merangk pinggang kiri bagian Joana dari sebelah kanan Joana


Egar menatap istrinya itu dan berpikir bagaimana jika ia meminta Joana untuk seminggu lagi disini, atau setidaknya gak pergi besoknya lah, untuk mengetest apakah Joana mementingkan suaminya dibandingkan kesibukan Joana disana


"Moy, jangan pergi tinggalkan aku ya" kata Egar


"Poy? kamu ini apa bicara gitu? aku sering pulang, kamu sering kesana"


"iya, bukan itu maksudnya"


"terus?"


"jangan tinggalin aku sekarang, jangan pulang dulu ke amerika" kata Joana


"terus?"


"jangan pulang dulu, beberapa hari gitu, aku belum kelar kangen, aku pengen tau sayang kaya dokter Fero, kuliah tapi ada istrinya, dan setiap kekampus atau pulang kampus dijemput istrinya, yaudah kamu gak usah antar jemput tapi diam ya disini beberapa hari, seminggu deh" kata Egar merengek


"astaga kupikir kenapa? yaudah deh, iya aku gak pulang ya, seminggu kedepan, aku menemani kamu"


"beneran sayang?"


"iyaa beneran"


Egar menciumi pipi Joana hingga sedikit basah, membuat Joana kesal karna pipinya malah basah, tau istrinya kesal, bukannya diam malah masih saja dilakukan bahkan makin mengerjai istrinya dengan menjilat jilat


"sayaaaang" teriak Joana kesal


saat itulah malah mereka tidak sadar jika ada yang datang, yaitu Feris, Feris melihat bagaimana Joana dan Egar dari luar pintu karna memang pintu depan tadi saat Enggar menutupnya kurang rapat karna terburu buru


jadi Feris melihat apa yang terjadi ketika Egar tidak berhenti mencium Joana


"ahh kamu sudah jauh dari kata bahagia bersama pria lain selain aku, kupikir dulu aku pria yang mengesankan untukmu" kata Feris pelan


yap, Feris benar berpikir itu, karna sebenarnya jauh dari hati Joana, memang Feris yang paling berkesan dari mantan mantan atau lelaki lelaki yang pernah mendekati Joana


berkaca dari hubungannya dengan Feris lah kenapa Joana selalu menekankan untuk terus terbuka pada pasangan, selalu memberikan perhatian, pengertian, terutama soal masalah nya yang berat, ia harus bisa sanggah sendiri agar pasangannya tidak ikut merasakan kesakitan dialaminya


begitupun Feris, yang sekarang menerapkan kebiasaan pacaran nya dengan Joana kepada Elva, pacar barunya, dan Elva tidak keberatan soal hal itu karna Elva tidak tau masa masa dimana Feris dan Joana pernah bahagia bersama


meskipun tau cerita sekilas hubungan Joana Feris tapi Elva tidak tau pas hari itu, taunya ketika Joana sudah bersama Elyas artinya dengan Feris jelas sudah putus


"nanti, nanti saja, jangan sekarang, tidak tepat waktunya, aku cari dulu kerumah lainnya dulu" gerutu Feris pelan


Feris merasa waktu nya datang tidak tepat jadi ia memutuskan untuk pulang, tak lupa ia menutup pintu itu perlahan


lalu ada apa kedatangan Feris?


ia mau datang menanyakan keberadaan Elva karna sejak Egar menelfonnya saat ia mengajar untuk menanyakan Elva karna janji akan pergi, sejak itu Elva tidak ada terlihat


memberikan kabar kok pada Feris jika ia baik baik saja tapi selalu mengatakan Elva ingin sendiri, malah seharian kemarin hingga hari ini nomornya tidak aktif


karna kuatir lah jadi ia mencari kerumah Egar Joana siapa tau ada disana, jadi Feris memutuskan pergi kerumah rumah lainnya


ia datang kerumah Elva tapi tidak ada orang sama sekali karna Feris tau ketika rumah Elva kosong lampu luar selalu menyala meskipun sudah siang, karna artinya tidak ada orang dirumah untuk mematikannya


mencoba kerumah Melanie, disana tentu tidak ada orang selain Lestari


"nak Feris? ada apa nak?" sapa Lestari


"buk Tari ada Elva kesini gak ya?"


"Elva? gak ada tuh nak"


"kemana dia ya"


"kenapa memang?"


"seharian kemarin gak ada kabar, dicari kemana mana gak ada, saya kuatir buk"