
lalu ketika datang kembali Joana malah mereka memutuskan mengejarnya kembali bahkan sama sama sepakat membuat Joana tidak akan lagi kembali ke indonesia
disini keduanya membuka semua tentang apa yang sampai saat ini membuat Joana tidak akan pernah bisa keluar dari jeratan Motheo dan Samuel
banyak hal mereka ceritakan terkait Joana dimana kini keduanya tidak ada yang akan lagi mereka tutupi tentang Joana hubungannya dengan Motheo dan Samuel juga tentang perasaan mereka sendiri kepada Joana dimana yang notabenenya sama sama menyukai Joana tapi harus kalahkan diri dari bos mereka
diam di balkon itu, mereka sama sama merasakan angin kencang membuat nya kedinginan jadi keduanya memutuskan masuk
mereka duduk di sofa yang ada di kamar Joana itu lalu memerhatikan Joana, Max akan mengambil rokoknya tapi ia lihat korek ada diatas laci samping Joana tidur, Max mengambil koreknya dan mengalakannya disamping Joana tapi Fabian pergi ke toilet
melihat Fabian pergi, Max melirik Joana lalu hampir mencium keningnya tapi Fabian langsung menariknya
"kali ini bukan hanya Theo dan bos Sam yang menghajarmu sampai kamu melakukan itu tapi aku" kata Fabian
"ahhhsss?" ucap Max kesal
esok paginya, Samuel datang memberikan makanan untuk Joana kepada Fabian..
"Max, kau datang kapan?" tanya Samuel
"semalam, aku atas perintah bos Theo"
"ahh, eh iya, aku hari ini kekota, jadi tidak bisa menemani, Ravansa kamu disini, jaga Joana" kata Samuel
"siap bos" jawab Ravansa
"Fabian ikut saya" kata Samuel
"ya bos" jawab Fabian
Samuel bersama 3 anak buahnya pergi ke pusat kota sementara Ravansa tugas menjaga Joana, Max masih disana tapi karna Max tidak begitu dekat dengan Ravansa, jadi ia hanya diam disana bermain hapenya
Ravansa sama, tapi Ravansa membangunkan Joana..
"Joana, bangun, ini makan pagimu" kata Ravansa
"emm" jawab Joana
Joana bangun, ada 2 pria disana, Joana meminta mereka keluar karna ia akan mandi dan mereka menurutinya padahal Joana akan tidur lagi, karna ia sudah malas dengan kehidupannya yang menyakitkan ini sebagai tawanan Motheo dan Samuel
saat mereka keluar, tak lama Motheo datang..
"mana Joana?" tanya Motheo
"didalam, kami keluar karna dia mau mandi" kata Ravansa
"ahh"
Motheo memaksa masuk, Ravansa sempat menahannya tapi Motheo melepaskan tangan Ravansa
"dia masih mandi, kami saja keluar" kata Ravansa
"iya, ini urusan ku, diam saja dah" kata Motheo
Motheo yang masuk malah mendapati Joana tidur lagi dan berselimut rapat hingga lehernya, Motheo membuka kembali pintunya dan memperlihatkan pada Ravansa
"kau bilang Joana mandi, tuh lihat dia tidur" kata Motheo
"loh tadi pamitan mandi kok, kami suruh keluar" kata Ravansa
"iya bos, aku saksinya dia bilang akan mandi" jawab Max
"itu tidur, yaudah, diam disini, jaga pintu, jangan masuk" kata Motheo
Motheo pun mendekati arah Joana dan membuka sedikit selimut dipakai Joana, lalu ia pun masuk dan tidur di samping Joana sembari ia memeluk Joana dari belakang
Joana hanya diam karna ia masih tidur, dan beberapa menit lagi ia terbangun, kaget karna ada tangan melingkar di perutnya dari belakang dan Joana pun langsung turun dari kasurnya saat menoleh itu Motheo ia merasa lega, karna ia takut jika itu Samuel, ia takut karna sebelumnya, Samuel memaksanya melakukan itu
"Joana?" tanya Motheo kaget
"aduh pinggangku, sakit ahh kamu ih" ucap Joana
"kak, ngapain sih tidur disini juga?" ucap Joana
"memang gak boleh? aku lihat kamu tidur, aku peluk saja ikut tidur"
"kan bisa bangunin"
"ya gak tega aku" kata Motheo
sementara diluar, dimana ketika Motheo masuk dan Ravansa merasa tidak enak disana, ia sendirian dan empat anak buah Motheo diam disana berempat jadi ia memutuskan untuk pergi kearah ruang televisi
sementara empat anak buah Motheo tadi, mengobrol depan pintu itu karna tugas dari Motheo menjaga agar tidak ada yang masuk, tapi mereka malah salah paham juga ketika mendengar Joana teriak sakit
mereka pikir, Motheo dan Joana melakukan itu karna karna Joana mengeluh sakit pada pinggangnya, yang mereka pikir pasti sedang main dan lelah, tapi padahal Joana mengeluh sakit pada pinggangnya itu karna ia terjatuh dari kasurnya
"wooh, ssst, si bos main nih" bisik Delvin
"iya sih, gue rasa begitu, nih aroma aromanya" kata Bastian
"ya kan? waah si bos keren" jawab Delvin
"jadi lah pengen" jawab Bastian
tapi Max dan Bams hanya diam, mereka tidak tau nau bahas apa tentang itu, hanya merasa sedih saja Joana dan Motheo sudah melakukannya
loh kok Bams juga?
nah, karna memang Max suka pada Joana, tapi Bams mulai susah lupa memori ketika Joana mencium bibirnya waktu Joana menyelamatkan diri agar Joana bisa menahan Samuel dan Motheo menyakiti Wilson, masih ingat kan?
mah balik lagi didalam kamar..
Motheo membantu Joana bangun dan duduk di sofa ruang kamar itu, lalu Joana melihat ada makanannya, ia pergi mencuci muka dulu baru ia makan
Motheo memerhatikan Joana disana, dan ia hanya tersenyum ketika melihat Joana makan disana..
"apa yang harus kulakukan agar aku dapat memiliki kamu?" tanya Motheo
"apa sih kak? gak ada, gak perlu melakukan apa apa, aku tidak mau, aku tidak minta apa apa" kata Joana
"kenapa harus keras kepala? disaat orang lain diluar ingin jadi kamu, aku akan menuruti apapun yang kami minta" kata Motheo
"kak Sam juga pernah mengatakan ini, tapi sekali lagi aku jelaskan ke kamu, aku tidak butuh apapun, butuh kembalikan saja pasporku, biarkan aku pergi balik ke indonesia" kata Joana
"oh, soal itu, aku tidak bisa dan tidak akan perna saya lakukan" jawab Motheo
"kamu bilang apa saja kan tadi?"
"iya tapi yasudah biarkan, kamu tidak usah bicara lagi karna percuma, aku tidak akan menurutinya kalau itu"
"sekarang siapa yang keras kepala?"
"biarkan sudah, aku yang keras gakpapa"
"hemm kaaah" ucap Joana kesal
Joana menyelesaikan makan, lalu duduk sebentar dan menarik buku dimeja sana, melanjutkan membaca kemarin ia tunda
saat membaca, Motheo yang masih memerhatikan Joana lalu ia pun menyentuh perut Joana dan mengusapnya
"aku ingin anak" kata Motheo
"apa sih kak" ucap Joana
Joana melepaskan tangan Motheo tapi malah Motheo kembali merangkul lebih erat lagi malah mengitari pinggang Joana dengan manjanya memeluki Joana dengan erat tak melepaskannya
"kak" ucap Joana
"kalau mati lampu, aku takut, jangan tinggalkan aku sendirian ya, aku tau kamu pemberani" kata Motheo