My Name JOANA

My Name JOANA
3



sesampainya di kamar rawat inap dan menunggu Joana terbangun dari efek obat bius nya, setelah ia terbangun, dokter menyarankan untuk menunggu beberapa jam lagi baru bisa dibuka perban dimatanya


guna untuk membuat mata dari pendonor beradaptasi dan permanen dan untuk pemeriksaan maka Joana harus rawat inap setidaknya dua hari


setelah begitu banyak rintangan dan proses beberapa jam seperti mata gatal tapi tidak boleh diapa apakan, sedikit ingin copot tapi menurut dokter itu hal yang wajar, jadi bertahan saja


selama penutupan mata, Joana ditemani oleh Nandra dan ayah ibu nya selama ayah ibu Joana pergi urusan rumah sakit dan lainnya


mereka mengobrol sudah layaknya keluarga


beberapa jam, ketika semua berkumpul bersiap siap untuk bisa menantikan kedua mata Joana kembali..


"Joana bisa buka matanya setelah saya kasih aba-aba yaa" ucap Rino


"baik dok.."


"Sa... tu..... Dua.... Ti... ga..." ucap dokter


"dibuka pelan-pelan jangan dikucek atau sekedar pegang, ditahan" ucap Rino lagi


Joana membuka perlahan matanya dan sedikit demi sedikit dan ia bisa melihat lebih jelas meskipun sedikit buram tapi butuh proses


"kalau diawal memang buram, tapi gak masalah" kata Rini


dan ini adalah hari pertamanya bisa melihat diusianya yang hampir menginjak 16th, Joana begitu bahagia tanpa terhingga


"gimana nak?" tanya Melanie


"mama?" tanya Joana


"iya ini ibu, bisa lihat?"


"bisa ma, bisa lihat mama"


dan semua orang bernapas lega akan itu.. operasi berhasil, mata itu cocok dengan mata milik Joana


hari berlalu, dirumah sakit, ia belajar banyak hal, bersama Melinda, sang guru pribadi yang setia mengajarinya


yaa karna Joana harus belajar dari awal mengenal beberapa warna yang ia hanya ketahui nama tapi tidak warnanya begitupun benda benda-benda lainnya yang ia ketahui hanya lewat sentuhan tangannya kini melihat dengan jelas bentuk-bentuk yang membuatnya banyak dan sering terkejut


"untuk hal terkejut.. kaget.. sedih.. atau hal lainnya itu wajar bu.. karna memang Joana baru bisa melihat pertama kalinya.. jadi harap ibu dan bapak sabar untuk mengajarinya" ucap Rino


"itu pasti dok, makasih dokter atas kerja kerasnya" ucap Amir


untuk pertama kalinya ia bisa melihat seorang wanita yang melahirkan nya dan seorang lelaki yang menghidupinya yaitu mama dan papa nya tak berhenti menangis dalam pelukan kedua orang tuanya


dan juga bisa melihat Nandra.. sahabat yang selalu menemani nya


"hai Jojo" sapa Nandra


"Nanan?" tanya Joana


"iya, ini aku"


"makasih Nanan, sudah menemaniku"


"iya, selamat ya jo.. kamu bisa liat lagi kenalin aku Nanan, teman kamu"


"eh ya sama sama, aku yang makasih kamu mau jadi temanku selama ini"


dihari kedua, sekaligus hari terakhir ia dirawat dirumah sakit dan ia melanjutkan istirahat nya dirumah sendiri


Rino menyarankan agar tidak berlebihan melihat, ada masa untuk beristirahat jangan forsir


sesampainya dirumah ia terlalu senang sudah bisa melihat, sejak awal perjalanan pulangnya, tak hentinya Joana bertanya banyak hal, begitupun sampai dirumahnya, banyak yang diajarkan banyak benda dan manfaatnya oleh orangtuanya


dari balik jendela kamar Joana, Nav melihat kedatangan Joana dan ayah ibu nya.. ia bersedih dan akan kehilangan teman seperti Joana ketika Joana tau siapa dia


Joana yang masuk dan belajar banyak benda dengan ayah ibunya berpamitan masuk kamar, ia teringat Nav, ia mengingat temannya, teman cerita sebelum tidur, teman didalam gelap nya.. ia pun langsung menuju kamarnya untuk mencari keberadaan Nav..


dan tentu untuk kali pertamanya lagi, ia melihat situasi kamarnya, beberapa boneka cantik terpajang di atas lemari baju, ia melihat salah satu boneka bentuk mobil berwarna biru dan ia yakin itu kado yang pernah dikasih oleh Nandra


karna melihat anaknya sedang kebingungan Melanie bertanya


"cari apa Joana?" tanya Melanie


"Nav ma.. kemana ya dia?"


"Nav siapa?"


"Nav maaa, yang temenin Joana dikamar saat Joana masih buta"


"maksut kamu ini" jawab Melanie menunjuk boneka yang ada dijendela tadi Joana lihat itu


seketika Joana bingung..


"ini Nav?" tanya Joana


"iya ini"


"Nav bukan boneka ma.. dia bisa bicara"


"ya yang Joana sering ajak mengobrol dan berbicara tiap malam mau tidur ya boneka ini sayang" kata nya


Melanie dan Amir merasa jika anak mereka butuh istirahat pasti kelelahan jadi ngelantur bicara nya


tapi memang si Joana belum pernah menyentuh Nav karna tak diperbolehkan oleh Nav


"mama juga bingung.. kamu sering ngomong sendiri sama boneka ini.. seolah-olah menurutmu ini adalah sosok teman, tapi mama pikir sih wajar"


"tapi Nav bisa ngomong maa"


"udah kamu masih perlu banyak istirahat"


ternyata Nav selama ini adalah sesosok boneka.. tapi begitu yakin nya Joana bahwa Nav bisa berbicara dengannya..


seminggu kemudian seperti jadwal dari dokter, Joana harus kembali untuk periksa kemajuan dari mata nya dan benar mengalami peningkatan


saat itu juga ia bertanya pada dokter siapa pendonor mata untuknya


dokter pun menjelaskan


dan pendonor itu adalah anak anak dari Lestari, yang mendonorkan matanya karna memang anak Les memiliki riwayat sakit, dan saat kepergian anaknya juga atas persetujuan anaknya lah, saat mati Les harus mendonorkan mata anaknya pada Joana sebagai tanda terimakasih besarnya untuk Joana


Les meminta maaf karna tidak memberi tahu dulu sebelum operasi, karna takut ditolak niat baiknya dan anaknya dan anak Les adalah malaikat penolong kegelapan Joana


"mulai sekarang, kamu bukan lagi pengurus taman rumah" kata Amir


seketika semua kaget


tapi Mair melanjutkan ucapannya


"tapi kamu adalah keluarga kami, kamu boleh anggap dia anakmu, marahi dia jika menurutmu itu salah" kata Amir


"ya saya setuju, kamu adalah ibu baru untuk anakku, jaga dia layaknya kamu jaga anak" kata Melanie


"makasih pak, bu.. makasih, saya sangat bahagia"


anak Lestari telah tenang di alamnya, dan kini Joana menggantikan posisi itu menjadi anak dari Les


mereka menemui Lestari untuk bermaksud mengganti kerugian yang ia berikan untuk anaknya tapi ditolak. .


sesampainya dirumah mereka...


Les memutuskan tinggal bersama keluarga Joana...


sejak saat itu Joana jarang bersama dengan Nav.. tapi bahkan ia menaruhnya diatas lemari nya bersama boneka lainnya


Joana pun mulai kehidupannya, ditahun baru akan datang, sembari menunggu sekolahnya akan masuk, ia belajar bersama ayah ibu dan bibi nya dirumah, sesekali senggang pekerjaan, Les juga mengajari Joana dengan senang hati


bahkan Amir memutuskan ambil cuti untuk bisa mengantar dan menemani anak sebelum anaknya akan pergi sekolah