
mereka duduk disana berdua, mengobrol tentang beberapa buku, Joana memberikan masuk kepada Rahayu yang sedang berjuang untuk menjadi dokter kejiwaan sepertinya dulu, memberikan banyak masukan dan arahan, Rahayu disini hanya melirik dan menatap tajam kearah wajah Joana
"bahkan aku baru ketemu sama manusia seperti ini, good attitude tingkat tertinggi" kata Rahayu dalam hati
"paham gak?" tanya Joana
"paham kak, makasih kak" kata Rahayu
"yaa, sama sama, semoga kamu kuat ya, aku tau kamu orang terpilih mau masuk kedokteran kejiwaan, aku pernah berjuang berada diposisi mu juga kok" kata Joana
sementara Egar dikelasnya, ia tidak tenang karna melihat dari jendela kelasnya hujan mulai deras, ia pamitan ketoilet pada dosen tapi ia berbohong padahal untuk mengejar Joana
ia lega karna Joana masih ada di lobi depan fakultas nya
"Moy?" kata Egar
"kenapa keluar Poy? sudah?" tanya Joana
"belum, aku pamit ke toilet kepikiran kamu kan hujan, jangan pulang dulu, aku gak mau kamu sakit"
"iya, ini aku sama Ayu"
Rahayu melihat sikap Egar begitu nyata didepan mata nya bagaimana Egar memperlakukan Joana paling spesial dibanding kepada perempuan lainnya, bagimana tidak, bahkan pria se dingin Egar di kampus dan di lingkungan kerja pun malah begitu lembut dan perhatian depan Joana
"oh eh iya, makasih ya Ayu" kata Egar
"iya kak" jawab Rahayu
"udah sana, jangan nakal bolos keluar kelas" ucap Joana
"siap, bye sayang, bye Ayu" sapa Egar
Egar kembali kekelas nya, Joana duduk lagi bersama Rahayu, mereka memgobrol lagi dan kali ini Rahayu penasaran soal perasaan Joana kepada Egar, karna perasaan Egar kepada Joana sudah bisa tau Rahayu bagaimana
"emm kak" sapa Rahayu
"yaa?"
"kakak sama kak Egar dulunya pacaran?"
"enggak"
"loh? kok bisa nikah?"
"ya berteman"
"berteman? oh teman dekat, ttm begitu ya?"
"teman biasa, bener bener temen biasa, malah gak satu kelas, gak satu fakultas, sama kedokteran tapi beda spesialisnya, aku kejiwaan, Egar dokter umum"
"terus bisa kenalnya?"
"Egar itu anaknya humble tapi jahil dulu, dia iseng kekelas, terus gangguin anak anak kelasku"
"termasuk kak Joana?"
"tidak, dia pas di depanku hanya diam, malah beberapa lama diam, baru aku tanya, kenapa diam? dia baru bilang kalau mau kenalan"
"ahh, terus kenalan? sempat pacaran?"
"gak pacaran, udah teman aja, aku malah ada sahabat, lelaki, lebih dekat denganku dibanding aku dengan Egar, namanya Ello, sahabatku, jadi ada lebih dekat lagi, ya Egar teman biasa kok"
"akhirnya?"
"ya langsung menemui ayah ibuku, mengajakku menemui ayah ibunya, mengatur buat menikah, gak ada tunangan, pacaran apa lagi, kelamaan" kata Joana
"ahh, langsung diterima?" tanya Rahayu
"iya dong, soal lamarannya, kalau dulu masih jadi teman, ngajak pacarannya baru sering ku tolak"
dalam hati Rahayu, bahkan seorang Egar niat mengganggu tapi malah mengajak kenalan kepada Joana, padahal bagaimana dulu Rahayu untuk tau mama Egar saja sangat sulit, dekati juga sulit, jadi teman Egar seperti sekarang bukan hal mudah dilakukan Rahayu meskipun sekarang kedekatan mereka tidak diragukan lagi sebagai sahabat
"emm oh ya kak, kakak gak cemburu sama kak Egar? kalau ada yang dekati gitu? cewek lain atau gimana" kata Rahayu
"tidak"
"gak cemburu?"
"cemburu boleh, kan cemburu kata orang tanda sayang ya, tapi gak berlaku buat aku dan Egar, kita terbilang jaraaaang banget cemburu"
"ya karna kami saling percaya, kami percaya pasangan kami bisa jaga diri, itu penting, jaga diri, kalau jaga diri saja gak bisa, bagaimana mau jaga hati? ya kan?"
"ya sih"
"karna gini Ayu, yang namanya hubungan itu bukan kesempurnaan tapi kepercayaan"
"bener banget itu kak, aku setuju, tapi memang nya kakak sama kak Egar gak ada rahasia gitu?" tanya Rahayu
"rahasia? apa itu?"
"ya apa mungkin kakak yang tau tanpa kak Egar tau, atau sebaliknya ada yang kakak gak tau soal kak Egar"
"ahh gak ada kalau itu, semua aku tau soal Egar"
"oh ya?"
"oh soal kamu sama Egar kenalan pertama, ya tau juga, kamu sering disini nunggu Egar kalau pas ada kelas bareng? tau juga, banyak sih dia cerita semua nya kepadaku, termasuk soal kamu, makanya dia selalu bilang ke aku kalau kamu sama kebiasannya denganku" jelas Joana
"ahh" jawab Rahayu
dalam hati Rahayu berpikir jika bahkan Egar menceritakan semuanya tanpa disembunyikan soal kedekatan Egar dengan Rahayu
mereka diam beberapa saat lalu Joana bergantian menanyakan soal Rahayu
"oh ya? kamu? punya pacar? apa lebih serius mungkin? boleh kali kenalin saya" kata Joana
"ahh? siapa kak? gak ada aku, aku pacar saja gak punya" jawab Rahayu
"ah masak? serius? masak kamu kan sudah keren?"
"lebih keren kakak lah, jauh"
"yaa kan aku bersuami, aku bahas kamu, cari lah, aku mau carikan tapi siapa? teman temanku juga gak ada yang jomblo, kebanyakan menikah"
"ah kakak, aku gak kepikiran kak, mengalir saja, mau fokus kerjaan kampus"
"waah bener, aku setuju itu, pinter, harus fokus, aku dulu juga"
diam lagi beberapa menit, dirasa hujan mulai terang, Joana bersiap untuk pergi, karna ia akan kedatangan Aal kerumahnya seperti kata Egar tadi
"yaudah, aku pamitan dulu ya, ini hujan nya lumayan menipis lah" kata Joana
"oh? iya kak"
"kamu pulang? mau bareng?"
"oh? gak kak, aku dijeput papa ku kok, sudah dijalan kok"
"oh ya? oh sama denganku dulu, kampus pulang pergi antar papa, kamu jangan malu dijemput orang tua kuliah atau pas kerja, itu bukti kita dekat dengan orang tua kan?"
"bener kak, aku memang dari sekolah sampai sekarang selalu kemana mana diantar papa mama, pas mereka gak sibuknya ya siapa yang siap itu dah antar" kata Egar
"iyaa bener banget, sama banget loh kamu sama aku" kata Joana
saat Joana akan pergi, Rahayu memanggilnya lagi...
"kak" panggil Rahayu
"ya?"
"makasih ya baik sama aku"
"loh ya harus baik sama semua orang kok"
"tapi aku merasa ketemu kembaran, yang bisa diajak mengobrol semua masuk dengan diriku, dan orang yang banyak kesamaan denganku, jadi ketemu kakakku sendiri"
"haha mau kok jadi kakakmu, kamu jadi adikku"
"boleh? waaah, makasih kak" kata Rahayu
Joana memeluk Rahayu sebagai tanda awal adik kakak nya mereka, Rahayu dipelukan Joana merasa tenang, wangi badannya juga membuat pikiran Rahayu sedikit lebih tenang pantas saja betapa cintanya Egar pada gadis ini
"yaudah, pergi dulu ya" kata Joana
"ya kak, hati hati"