
"tidak.... untuk apa?" tanya Joana
"yaa takut takut kan kamu tersaingi sama mereka ketika tau trikmu?" jawab Shilly
"ahh itu mah biarin, saya juga malah yang menyebarkannya, saya senang membagikan pengalaman saya kepada orang lain, berbagi itu indah" ucap Joana
"aaaahh Joana, kurasa kamu pantas dengan julukan dokter penakluk jiwa" kata Shilly
"ahh dokter mah, jangan bilang gitu" ucap Joana
"loh iya" jawab Shilly
"apalagi kamu sama sekali tanpa menyuntik dan tanpa memberikan obat kan?" ucap Westly
"oh iya? memang gitu?" tanya Shilly
"ya gak dokter, kan ada sendiri bagian suntik" jawab Joana
"tapi mengurang kan dosis suntikan nya buat Wilson" jawab Westly
"waah kanu hebat sih" ucap Shilly
"di Netra, aku menyuntik kok dokter, disini juga kalau bantu suster lain kan aku juga sering bantu bagian suntik dan berikan obat penenang" kata Joana
hari terus berjalan, dimana waktu sudah menunjukkan Joana harus balik ke Indonesia karna libur pertama, sudah ia lupakan karna pekerjaan masih cukup banyak
jadi Joana tidak jadi ambil libur per 2bulan sekali pulang melainkan per 4bulan sekali
dan ketika hari hari sibuknya, ia siapkan semua nya untuk ia kembali ke indonesia
Jorshy tidak memberikan waktu lebih dari seminggu, jadi Joana hanya ada waktu libur ya seminggu saja diindonesia
Joana tak lupa berpamitan pada Wilson agar tidak lagi mencarinya
"kamu jadi pergi berapa lama?" tanya Wilson
"seminggu"
"kenapa lama?"
"tidak kok, nanti balik lagi Joana kesini ya"
"terus kalau aku ingin ketemu?"
"telfon video calling, minta sama kak Walton"
"emm yaudah deh"
Joana sudah bersiap siap, ia memutuskan pergi pulang kampungnya minggu depan untuk seminggu kedepan, tapi ternyata Motheo dan Samuel mengetahui rencana itu
ketika itu mereka tidak sengaja berpapasan lagi tepat didepan rumah Joana, dan saat mereka mendekati pintu, Joana yang akan membuka pintu itu tapi masih menerima telfon disana membuat Motheo dan Samuel malah mendengar percakapan Joana
"terus kamu jadi balik kapan?" tanya Sherla
"aku jadi balik bulan ini kok, aku sudah persiapan untuk seminggu kedepan, aku kan balik indonesia minggu depannya" jawab nya
"oh beneran loh, kemarin php ternyata gak jadi pulang"
"siap"
Joana bertelfonan dengan Sherla tapi beruntung Motheo tidak tau yang menelfon Joana itu adalah Sherla, tapi Samuel seketika sadar jika Joana akan pergi
Samuel melirik kearah Motheo, Motheo pun sama dan mereka sedang dalam satu pemikiran
"kurasa aku tidak bisa membiarkan Joana pergi?" ucap Samuel
"sama, kali ini aku setuju, aku harus cegah dia kembali" ucap Motheo
mereka akhirnya memiliki ide jahat dimana akan mendatangi semua bandara di amerika, satu persatu mereka datangi bersama
lalu meminta staff disana mempertemukan dengan pengawas utama tiap tiap bandara dan mengatakan
"blokir akses terbang kemana saja atas nama Joana Calista, saya tidak butuh jawaban apapun jadi lakukan" kata Motheo
"tapi bos Theo, penerbangan kita tidak bisa jika tidak mendapatkan paspornya, untuk diblokir"
"tidak peduli, saya katakan ya turuti, atau mungkin saya kerahkan semua anak buah saya menghancurkan bandara ini" kata Samuel
"atau saya sendiri yang akan datang dan membakar tempat ini" kata Motheo
karna mereka semua tau jika ucapan Motheo dan Samuel tidak main main, jadi mereka semua menurutinya, semua memblokir sepihak paspor untuk Joana balik ke indonesia
sementara Joana sudah memesan tiket terbangnya, ia sudah siap siap untuk pergi, dan di hari itu tiba
ketika petugas disana sadar atas nama Joana Calista, beberapa staff itu melihat kearah Joana dan langsung mengembalikan tiket dan paspor Joana
"maaf nona, ini paspor anda terblokir" kata staff
"wooh? bagaimana bisa? bahkan kalian tidak memeriksanya dulu kan, hanya melihat" kata Joana
"iya tapi sudah terlihat ini beda" kata staff lain
"maaf, silahkan antrian selanjutnya" kata staff lain lagi
Joana bingung ia tidak bisa terbang, ia mencari pesawat lain yang ada di bandara lain yang penerbangan sama, Joana akhirnya pergi ke bandara lainnya
sesampainya, ia membeli tiket lagi dan mengantri untuk memberikan identitasnya tapi yang ia dapatkan malah sama, pihak staff menolak bahkan sebelum mereka memasukkan identitasnya ke mesin cek list
Joana pasrah dan hingga ke bandara ketiga, ia pikir masih bisa, tapi lagi lagi tertolak
"ada apa ini?" tanya pengawas bandara
"ini pak, paspornya tidak bisa digunakan" kata staff
"coba lihat dulu" kata pengawas itu
sama saja, ketika melihat nama Joana Calista, ia mengatakan jika memang terblokir
"oh ini, iya nona maaf, tidak bisa, ini terblokir" kata orang itu
Joana bahkan pasrah, ia kembali kerumah dinasnya, lalu masuk kamarnya dan merebahkan badannya sembari melihat arah langit kamarnya ia bingung ada apa hari ini
akhirnya Joana menelfon suaminya dan mengabari jika ia terkendala untuk pulang, alasannya juga sudah dijelaskan oleh Joana
akhirnya Egar memahami dengan kondisi Joana dan problem ia tidak bisa pulang itu
"yaudah Moy, gakpapa, kamu istirahat gih, jangan pikir macam macam dulu" kata Egar
"Poooy, aku kangen sama kamu, kamu gak kangen ya?"
"iya kangen lah Moy sayang, tapi gimana, udah udah. aku gak tega kalau kamu sedih, kita jauh pula"
setelah bertelfonan, Egar menutup telfonnya, dan ia juga merebahkan badannya diranjang tidurnya
ia yang tadi nya senang dan bahagia istrinya akan datang tiba tiba rasa bahagia itu hilang, tapi Egar tidak bisa larut, ia harus merelakan semuanya dengan iklas
Egar kembali kekesibukannya..
ketika libur week end, jadwal nya balik ke rumah Melanie, jadi ia memutuskan pergi kerumah Melanie lebih dulu untuk menjelaskan kepada Melanie dan Amir soal Joana
sesampainya...
Egar pun masuk rumah, yaa seperti masuk rumahnya sendiri, melihat pintu tertutup ya ia buka, kebetulan tidak dikunci, dikuncipun ia bisa memakai kunci simpanan milik Joana yang dia pegang
"nak? kamu datang?" sapa Lestari
"iya buk, bentar buk, aku mandi dulu ya"
"iyaa"
setelah mandi, Lestari sudah menyiapkan makanan untuk Egar makan sore
"Malan sama Pamir balik malam?" tanya Egar
"iya, ada operasi dadakan Pamir"
"oh, terus Aal Sherla?"
"Sherla sih tadi pamit pergi bawa gitar, paling ya kerjaan ngafe, Aal belum pulang"
"ahh"
Aal sampai dirumah diantarkan Fero..
"duh, antar sina sini, nempel kaya perangko aja" sindir Egar
"Egar, ngapain kamu disini?" tanya Fero
"ini rumahku"
"ya juga"
"kalian bikin aku iri saja, kapan mau menyusulku?" tanya Egar