
malam nya juga Dimas dan Melinda datang ke amerika untuk mengantarkan Joana ke kampus lalu pergi kerumah yang akan Melinda sewa dari temannya disana
paginya..
saat beres beres kamar hotelnya, Joana mendengar ada yang mengetuk pintu hotelnya yang ternyata adalah staff hotel
"ya kak?" sapa Joana
"kak, di lobi ruang tunggu ada yang mencari, atas nama Melinda dan Dimas" kata staff
"oh iya itu bibi saya" kata Joana
"baik"
Joana sudah mahir bahasa inggris ya, jadi selama kegiatan di amerika, full memakai bahasa inggris kecuali ketika Joana dengan Lestari, tapi meskipun begitu, Melinda sempat mengajari Lestari bahasa inggris jadi masih paham obrolan orang meski sering sekerimpetan bicara, hehe
setelah Joana turun, ia menyapa Melinda dan juga Dimas, lalu mereka menuju ke kampus Joana akan temui
"hai pak Dimas, hai bibi" sapa Joana
"hai Joana, ayo pergi sekarang, biar cepat selesai urusan dikampusmu" kata Melinda
"iya"
mereka sampai dikampus, lalu bertemu Tivano juga, Tivano juga tak sendirian karna ia bersama ayah ibunya, karna diluar negri, per murid wajib ada penanggung jawabnya selama masa pembelajaran
Tivano menyapa Melinda juga Dimas disana, lalu berangkat bersama dengan yang lainnya juga
setelah sampai, menunggu satu persatu masuk dan bergantian, tepat giliran Joana
"selamat pagi bu" sapa Joana
"pagi, Joana Calista?"
"iya bu, itu saya"
"baik, salam kenal, saya dosen utama kampus, nama saya Carrabelle"
"salam kenal bu" sapa Joana diikuti juga Dimas dan Melinda
disini baru Carrabelle menjelaskan semua aturan sekolah, lalu kelas Joana, peraturan jam kelas, dosen dosen pembimbing, semuanya dijelaskan secara keseluruhan bahkan termasuk tentang asrama
dimana Carrabelle menjelaskan jika murid pertukaran pelajar diwajib kan tinggal di asrama
"jadi wajib ya bu?" tanya Joana
"iya wajib, karna pihak kami bisa mengawasi, kami bertanggung jawab besar loh kepada murid titipan"
Joana melirik kearah Melinda yang duduk disebelahnya
akhirnya Melinda paham tatapan itu, Melinda menjelaskan kepada Carrabelle tentang Lestari yang akan ikut tinggal dengan Joana
tapi yang namanya peraturan memang tidak bisa diganggu, bagaimana pun memohon juga akan ditolak
"kalau soal itu, saya turut berduka ya atas masa lalu Joana, tapi kalau saya bisa bu, saya kasih Joana tinggal, ini juga sudah peraturan kampus" kata Carrabelle
"jadi bagaimana bu? benar tidak bisa ya?" tanya Melinda
"iya, maaf" kata Carrabelle
"bu, kalau mungkin memang tidak bisa untuk orang rumah saya tinggal bersama Joana di asrama bagaimana kalau Joana tinggal diluar saja bagaimana biar bisa bersama bibi saya" kata Dimas
"nah, kalau itu malah semakin dilarang pak, karna kan sudah ketentuan wajib kampus untuk Joana tinggal diasrama"
tetap kekeh keputusan itu, benar benar tidak bisa, mereka pun selesai urusan disana keluar, lalu membicarakan ini sama Lestari di hotel, lalu menelfon Amir dan Melanie juga diindonesia melalui video calling
"jadi gimana ini bang?" tanya Melinda
"ya gimana dong, ya gak bisa dipaksakan kan" jawab Amir
"iya udah gini saya, gimana kalau bi Tari tetap tinggal disini tapi tinggal di kontrakan gitu, jadi Joana tetap di asrama, jadi kalau Joana mau tinggal dirumah bersama bu Tari kan bisa pulang saja" kata Melinda
"iya itu benar, yaudah gitu saja" jawab Melanie
"iya bu Tari, anggap saja ini liburan kamu disana ya, jangan lelah temani Joana selama disana ya buk" kata Amir
"iya pak, saya sangat siap menemani Joana disini, kapan lagi saya liburan lama di amerika, dulu saja kalau buat mimpi juga rasanya gak mungkin" jawab Lestari
pembahasan berakhir, telfon ditutup, dan keputusan berakhir dimana peraturan tetap ditegakkan dan pihak Joana mengalah saja
siang itu juga, masih ada waktu seharian untuk libur, Melinda membawa Joana dan Lestari untuk melihat kontrakannya nanti
dan sesampainya..
"hai Melinda" sapa teman Melinda disana
"hai, gimana kabarmu?" sapa Melinda
"ahh selalu baik, ayo masuk"
teman lama, sekolah bareng dengan Melinda yang sekarang sukses di amerika pun akhirnya memberikan gratis pembayaran kontrakan jadi tanpa membayar, bahkan rumah itu dinyatakan pemiliknya adalah rumah untuk hadiah pertunangan Melinda
bernama Ameera, dia adalah teman terbaik Melinda, karna Melinda banyak berjasa selama disekolah dulu kepadanya
karna memang keluarga Joana, mulai dari Amir, Melanie, hingga Melinda semasa sekolah, selalu menorehkan kebaikan, yap, gambaran Joana sekarang kan juga tak lepas atas peran ketiganya
semua hal baik turun kepada Joana bahkan sampai dosen Dipo rela membayarkan kontrakan selama diamerika jika membutuhkan uang sewa tempat lain, pak Mardi dan istrinya (ayah ibu Nero) juga selalu memberikan banyak makanan, banyak barang untuk Joana, ditambah, adik Elyas yaitu Elva sudah seperti anak sendiri di depan ayah ibu Joana karna saking baiknya Joana
yap, sahabat baik untuk Ameera dimana Melinda sangat berjasa dalam membantunya bangkit dari keterpurukan nilai kampus
"tunggu, ini kah yang nama nya Joana?" sapa Ameera
"iya saya bi" sapa Joana
"iya kah? waah, aku bisa ketemu kamu, senang sekali loh, kamu udah besar, eh tapi Joana, kamu" ucap Ameera terpotong
"iya, dia sudah dapat pendonor mata yang tepat dan baik, berbesar hati memberikan mata nya kepada Joana" kata Melinda, melirik juga arah Lestari dan Joana
"oh ya? waaah sangat mukjizat itu, pasti yang kasih mata itu sudah masuk surga dia" kata Ameera
"amin" jawab Lestari
"oh?" ucap Ameera bingung
Melinda pun menjelaskan semuanya disana kepada temannya itu, dan Ameera kaget..
"aduh bi, maafkan saya ya" kata Ameera kepada Lestari
"haha iya, santai saya nak, gakpapa"
mereka mengobrol panjang disana, bahkan Ameera mengatakan tanpa ragu, ia memberikan rumah itu untuk Melinda secara cuma cuma, meskipun suratnya masih atas nama Ameera, tapi ia sudah meyakinkan memberikan itu kepada Melinda
bahkan Ameera menjelaskan ia rela jika harus dipakai Lestari saja, karna kan Joana harus tinggal asrama
setelah mengurus semuanya, Joana pindah bersama Lestari, pertama mengantarkan Joana ke asrama sambil membawa barang barang Joana, lalu mengantarkan Lestari ke rumah baru nya nanti
baru Melinda dan Dimas kembali pulang karna urusan mereka juga masih sangat banyak diindonesia
"jaga dirimu disini, ingat Joana, apa ucapan dari bibi semua, dinegara orang, jangan berbuat diluar batas" ucap Melinda
"paling penting, baik kepada semua orang" jawab Dimas
"siap pak Dimas eh paman Dimas" jawab Joana
"haha Joanaa bisa saja" jawab Dimas
"jaga diri juga ya bi Tari"