
Lestari disana bingung antara ia mengatakan kepada Melanie dan Amir soal kepergian Joana ke amerika yang dianggapnya bahaya atau tidak usah bicara saja menunggu Joana akan pamit sendiri
Lestari mengetuk pintu kamar Joana, Joana dan Egar turun lalu makan bersama, baru setelah makan, mereka mengobrol tentang Joana berpamitan ke amerika
"yasudah, kalau sudah Egar kasih izin mama sama papa izinkan juga kok" kata Melanie
"iya ma"
"nanti disana sering sering kabari suamimu ya, kabari mama papa juga disini biar gak kepikiran kamu" ucap Amir
"iya pa, pasti nanti"
"iyaa"
Lestari hanya diam karna ia tau jika Melanie dan Amir tidak tau apapun soal bagaimana Joana di amerika, tapi disana ada Alisia dan Sherla
mungkin Alisia tidak tau, bahkan ia mengatakan asik ke amerika kan bisa sembari jalan, tapi Alisia tidak tau saja, Joana selamat apa tidak disana ketika ketemu lagi dengan kedua bajing*n itu
tapi Sherla..
yap, Sherla tau semuanya tentang kisah Joana, Motheo dan Samuel, ia juga hanya diam, Lestari dan Sherla sama sama saling melirik
seharian berlalu di rumah itu, Joana pun pergi kembali kerumahnya dan beristirahat dirumahnya sementara dirumah Melanie
pagi Melanie pergi bersama Amir untuk kerja, sementara didepan rumah Lestari duduk sendirian dan memikirkan bagaimana jika benar pikiran yang ia takuti terjadi tentang Joana yang kembali ke amerika
tapi dikamar atas, Sherla juga memikirkan, ia duduk di samping jendela dan mengambil gitar sembari memainkannya pelan melihat kearah luar jendela
ia sama dengan Lestari, memikirkan jika pikiran buruknya terjadi itu tidak akan membuatnya tenang sampai Joana ada ditangan antara Motheo atau Samuel
bahkan pikiran Sherla lebih detail dimana ia berpikir bagaimana jika Joana tidak akan bisa kembali ke indonesia karna urusan dengan keduanya atau salah satunya
Sherla tidak mau memikirkan itu lebih lama, ia keluar kamar dan turun kelantai bawah mengambil minum, saat memainkan hapenya di meja makan, ia melihat Lestari didepan rumah sendirian, ia mendekatinya
"buk..." sapa Sherla
"Sherla?"
"buk lagi ngapain"
"eh Sherla, ini lagi suntuk saja, pengen kena angin terus rasanya" kata Lestari
"ibu punya masalah ya? bilang sama aku buk, kan ibuk bilang anggap aku anakmu"
"iya, ibuk hanya ingin kena angin saja" kata Lestari
"hemm"
mereka pun diam berdua disana, menatap kearah luar rumah, beberapa orang berjalan melewati rumah itu, tak lama Lestari ingat soal Sherla kan juga tau masalah Joana, kenapa tidak katakan saja apa yang jadi beban pikirannya sekarang, pasti Sherla paham
"Sherla" sapa Lestari
"ya buk"
"ibuk kepikiran sama Joana"
"Joana? kenapa dah buk?"
"soal dia mau pergi ke amerika"
"oh yang semalam dibahas? ya sama, aku juga mau bilang sama ibuk, tapi aku pikir ibuk masih memiliki masalah yang dipikirkan"
"yaa ibuk memikirkan itu, ibu kuatir dengan Joana"
"Theo dan Sam tidak akan menyakiti Joana kok buk, mereka suka pada Joana"
"belum tentu, bisa saja mereka menyakiti apalagi nanti pas tau Joana sudah menikah"
"buk, aku juga banyak pikiran gitu, tapi jangan pikir terus buk, kasihan Joana bakal pergi loh"
"iya sih"
selang satu jam Alisia juga bersiap untuk pergi bekerja, membuat keduanya seketika diam ketika Alisia langsung menyapa mereka karna Alisia tidak tau apa permasalahan Joana di amerika kan
"buk, eh ada Sherla, aku pamit buk, kerja, udah jam nya" kata Alisia
"kamu sudah bawa bekal?" tanya Lestari
"sudah, aku siapin sendiri tadi, aku lihat kalian sibuk mengobrol, hehe, bye"
"iya hati hati"
tersisa Sherla dan Lestari dirumah itu, mereka hanya diam, karna tidak tau apa yang mau mereka katakan lagi dengan ini, karna serba salah juga, Joana sudah atas milik dan hak Egar, Egar yang tidak tau masalah apapun memberikan izinnya begitu saja, jadi repot juga
"Sherla, astaga anak ini" ucapnya
"aduh, Nandra, kaget aku"
"aku dari luar pagar sampai buka pagar sendiri tuh, gak ada yang noleh, ih"
"iya sorry, sorry"
"kalian berdua kenapa? ada masalah buk?"
"tidak kok, cuma lagi ingin kena angin luar" kata Lestari
"ahh"
"Joana katanya pulang buk?"
"iya pas week end, kemarin malam langsung pergi balik"
"emm, yaudah Sherla sana, aku mau ajak jalan jalan"
"okeh aku ganti dulu, eh bawa gitar?"
"gak usah, cuma jalan"
"okeh"
Sherla masuk, ganti Nandra duduk bersama Lestari disana dan mereka mengobrol karna Lestari merasa penasaran dengan Nandra dan hubungannya bersama Sherla
"kamu suka ya sama Sherla?" tanya Lestari
"kenapa ibuk tanya itu? iya suka sih iya buk"
"kapan nyusul Joana?"
"nyusul?"
"nikah maksudnya"
"waduh, buk jauh, kepikiran pacaran saja tidak, tapi aku pengen sih kearah seperti Joana dan Egar, tapi tunggu lah buk, kumpulkan dulu uang"
"nunggu apa? kerjaan ada, bentar lagi lulusan kedokteran"
"buk, nunggu kerja tetap lah, gajian kan biar tetap juga, nikahin anak orang itu gak gampang sih buk, kan harus biayain dulu, kalau belum pasti bisa biayain bahaya kasihan anak orang" kata Nandra
"yaudah, yang penting kamu niat nya baik sama Sherla, jangan permainkan dia, asal kamu tau, dia sudah masuk KK keluarga mama Melan dan papa Amir"
"siap buk, saya paham, saya akan jaga dia selama saya bisa kok"
"wuih, tumben si Nandra bisa bicara wajah serius, haha"
"haha ibuk sih"
tak lama Sherla menyapa mereka, padahal sejak tadi Sherla sudah mendengarkan apa yang semua mereka katakan, Sherla semakin yakin atas keputusannya menunggu Nandra untuk menyusul Joana dan Egar, melihat bagaimana sikap Nandra dan pemikiran Nandra kepada dirinya
hari berlalu, sudah masuk week end berikutnya dimana Joana dan Egar kembali menginap dirumah orang tua mereka dan jadwal yang ditentukan mereka menginap dirumah Meliana dam Enggar
baru sampai, Joana menunggu suaminya menurunkan tas bajunya dan mereka masuk bersama
"maaa, mama" sapa Egar
"maa, Joana datang" sapa Joana saat melihat ibu mertuanya
"Joanaa, sini sini, masuk" sapa Meliana
"iya ma"
mereka mengobrol bersama disana dan membahas banyak hal, termasuk Joana akan pergi ke amerika
"kamu akan pergi ke amerika? sendirian?" tanya Meliana
"panjang nih alamat" bisik Egar kepada istrinya
"hussst" ucap Joana
"iya ma, sendirian, disini kan Egar gak mungkin ninggalin kerjaannya" jawab Joana
"iya ma, masak aku ikut kesana, Joana kerja kan kesana, aku?" ucap Egar
"ya terus sama siapa? beneran sendirian? kamu jaga diri" tanya Meliana