My Name JOANA

My Name JOANA
218



pergi ke toilet mencuci wajahnya dan melihat wajah Joana yang terbaring di atas kasur rumah sakit denga infus ditangannya dan selang udara pada hidungnya


kamar rawat Joana cukup mewah dan berkelas..


karna ada kamar untuk yang menunggu pasien jika akan tidur, kamar mandi dalam, ac, televisi, semua lengkap


semalaman tidak tidur, disini Samuel berpikir, dulu ia yang berada diposisi ini dan Joana mengurusinya, kali ini ia yang akan membalas apa yang pernah Joana lakukan kepada nya saat itu


"Joana, kenapa kamu melakukan ini? aku tau kamu berusaha bunuh diri, aku takut kehilangan kamu saja makanya aku bersikap begini kepadamu, kurasa Theo juga" kata Samuel


Samuel mengusap rambut Joana dan mencium kening Joana lalu berbisik


"maafkan aku dan Theo" kata Samuel


Samuel membersihkan wajah Joana juga seluruh badannya, dengan perhatian, ia menyeka seluruh badan Joana hingga Motheo terbangun


Motheo melihat dilakukan Samuel pun merasa bersalah, apa ia harus merelakan Joana saja? tapi ia merasa sama sekali tidak rela jika Samuel yang mendapatkan Joana jika ia merelakan Joana


tapi yang namanya Motheo, ia hanya berpikir itu sekilas tapi tidak akan melakukannya, akhirnya ia pun memutuskan menggantikan Samuel menjaga Joana


"kamu tidak tidur semalaman?" tanya Motheo


"ahh" jawab Samuel


"tidurlah, aku yang menjaganya"


Samuel pergi tidur, saat sorenya, setelah kejadian itu berlangsung selama 2x24 jam, Joana pun sadar..


"Joana?" sapa Bams yang mengetahuinya paling awal


"Joana? kamu bangun?" tanya Motheo


"kepala ku sakit" kata Joana


"iya lah, kamu juga ngapain lompat dari balkon? mah mati?" tanya Motheo


"bos, saya panggilkan dokter" kata Fabian pada Samuel


"iya dah, jangan mau kalau disuruh tunggu" jawab Samuel


tak lama Ranyd datang bersama Fabian, memeriksa Joana dan meminta semua keluar, tapi Motheo dan Samuel menolak keluar


"biarkan saya periksa dulu, kalian bisa tunggu diluar" kata Randy


"tidak, saya disini, yang lain keluar saja tapi saya tidak" jawab Motheo


"tapi kami memeriksa bos Theo" kata Randy


"iya tidak usah diperiksa kalau saya tidak boleh menunggu disini, keluar saja, saya akan bawa Joana keluar lalu saya hanguskan rumah sakit ini" kata Samuel


"baik pak, kalian boleh disini" kata Randy ketakutan


akhirnya pemeriksaan, dan selesai, Joana dinyatakan sudah senyuman dan lebih baik lagi


"dokter" sapa Joana


"ya?" sapa Randy


"periksakan mata saja, baik baik saja kan?"


"iya baik baik saja kok nona, tidak ada yang salah" kata Randy


setelah selesai memeriksa, baru delapan anak buah semua boleh masuk dan melihat kondisi Joana, Samuel mendekati Joana dan menanyakan tentang ucapan Joana yang selalu menghawatirkan matanya


apalagi disini, semakin curiga ketika setiap dokter atau suster datang, Joana terus meminta mereka memeriksa mata Joana, meminta mereka menebaki warna, menebaki angka dan huruf agar memastikan Joana baik baik saja


kamu kenapa meminta dokter memeriksa mata?" tanya Samuel


"aku terlalu mencintai mataku" kata Joana


Joana hanya menghawatirkan jika matanya cedera sedikit saja tapi Tuhan selalu melindungi mata Joana padahal terbilang sudah dua kali Joana cedera benturan sekitar wajah, pertama dengan Max kecelakaan dan keduanya hari ini


hari berlalu, hari ketiga Joana dirawat, bangun pagi dan suster mengantarkan makanan untuk Joana, Samuel menarik makanan itu dan membantu Joana duduk untuk menyuapi Joana


ia menangis karna merasakan begitu sakit pada lehernya, ia masih hidup dengan merasakan kesakitan itu membuatnya akhirnya sadar jika bunuh diri dan kematian itu tidaklah mudah, resiko sakitnya juga besar


saat sama sama sedang duduk disana menjaga Joana yang terbaring diatas kasur rawat rumah sakit..


Bastian mendapat kabar jika ayahnya meninggal, ia mendapatkan kabar dari adik papanya, dan membuatnya harus pamitan pergi


"bos, aku dapat kabar papa ku meninggal" kata Bastian


"oh, terus? kamu mau pergi?" tanya Motheo


"ya kalau tidak boleh tidak akan pergi"


"pergilah saja"


Motheo memberikan ijin Bastian pergi..


tapi ayah Bastian meninggal yang artinya ayah Fabian juga meninggal, karna ayah keduanya kan sama, mereka hanya beda ibu


Bastian dari istri pertama sang ayah, dan Fabian dari istri kedua sang ayah, tapi ayah mereka sama, ayah mereka memang cukup tua, akhir akhir sudah sakit sakitan dan yang mengurus kesehariannya adalah Cali, saudara perempuan satu satunya dari Fabian dan Bastian


"bos, aku pergi pamit ayahku meninggal" kata Fabian


"ayahmu? kan sudah lama sakit?" tanya Samuel


"iya, aku dapat kabar dari kakakku jika semalam meninggal, pagi ini harus dikuburkan"


"yasudah, pergilah, selesaikan urusanmu"


Samuel juga mengizinkannya, saat keduanya pergi, sampai lobi utama baru keduanya saling sapa...


"sendiri sendiri?" tanya Bastian


"apa gak sekalian kita bareng? pakai 1 motor, kita tujuannya sama" jawab Fabian


"alu pikir sama"


"baiklah"


mereka jadi pergi bersama, hari ini adalah hari pertama kalinya keduanya mengobrol dengan pikiran tenang dan dingin, tidak seperti sebelumnya yang sama sama kaku


karna tujuan dan niat mereka sama jadi mereka mencoba menyingkirkan dulu permusuhan landas orang tua, apalagi akhir akhir ini sejak setahun terakhir dimana Motheo dan Samuel bersatu menculik Joana membuat keduanya mulai sedikit dekat kembali


sementara mereka pergi, di ruangan rawat Joana tak selang lima menitan Bams pergi urusan diluar, ia juga atas perintah dari Motheo


"bos, di markas lain ada urusan ini" kata Bams menunjukkan berita dari anak buah lainnya


"oh? ya sudah, pergilah, urusi semua" kata Motheo


"siap bos"


"nanti kabari Max atau aku kalau butuh apa apa" kata Motheo


"ya bos"


Bams pun pergi, jadilah anak buah Motheo disana hanya ada Delvin dan Max, mereka mengobrol kembali, bersama Motheo dengan tiga anak buahnya karna Fabian pergi tadi bersama Bastian urusan ayahnya


Motheo mendekati arah Joana dan duduk disamping nya lalu memegang pipi Joana


"dasar bodoh! aku saja kasar pada siapapun orang didunia tapi aku tidak mau menyakiti diri sendiri" kata Motheo


Joana hanya diam dan tidak menjawab apapun...


"kenapa menyakiti diri sendiri sih?" tanya Motheo


"aku capek kak, kalian terus memberikan masalah" kata Joana


"masalah apa? justru aku menghilangkan masalah mu, kalau aku biarkan pria ditaman hiburan itu menyakitimu, kamu terus di hakimi mereka" kata Motheo


"kenapa membahas pria itu lagi?"


"ya karna aku tau kamu bicara ini karna membahas itu"