My Name JOANA

My Name JOANA
126



yaa kalau keluarga di amerika memang identik dengan nama keluarga dipakai di belakang nama mereka, jadi hanya memiliki 1 nama utama didepan nama Xavier itu saja


Fabian sendiri berusaha baik karna ia merasa ia cukup banyak waktu meninggakan keluarganya dan ia ada waktu menemani keluarganya ya akan menemaninya, ia belajar dari kisah Joana yang bahkan seorang pengasuh sudah layaknya ibuk baginya


"tunggu ya, kalau turun, turun saja, tunggu di ruang tunggu didalam Fabian" kata Cali


"iya kak" jawab Fabian


saat jalan ke salah satu arah tempat cek up, kakaknya turun, tapi adiknya itu ingin beli sesuatu, tapi Fabian menyuruh adiknya untuk tunggu disalon dan ia membelikan makanan itu dulu


"kak, aku mau deh roti panggang itu" kata Sean


"kamu mau? yaudah tunggu dimobil"


"jangan, aku turun ke kak Cali, ayo antar aku dulu"


"yaudah ayo"


Fabian pergi mengantarkan adiknya untuk menunggu Cali, Fabian pergi ke penjual roti itu, lalu ia memesan 3, untuk Sean semua, siapa tau nanti kakaknya juga minta


saat menunggu, ia melihat dari tempat tak jauh ia berdiri terdapat mantan pacarnya, ia melihat jelas itu Erisa dan bersama pria lain bergandengan


"pak, simpan dulu, nanti saya balik" kata Fabian


Fabian mendekati Erisa dan melihat lebih jelas lagi dan ia baru sadar pria bersama Erisa adalah Elyas


melihat itu Fabian langsung kembali kepenjual roti panggang itu dan pesanannya selesai, ia menjadi costumer terakhir yang memesan tapi menjadi costumer yang pertama selesai karna penjual dan costumer lainnya disana tau Fabian adalah anak buah dari samuel


"ini pak" kata penjual


"oh saya? okeh berapa pak?" tanya Fabian


"bawa saja"


"loh biar saya bayar"


penjual tidak mau dibayar tapi Fabian tetap memberikannya uang seharga 100ribu padahal harga rotinya nya 20ribu, dikali 3 kan hanya 60ribu


setelah mendapatkan makanan itu, Fabian masuk dan memberikan kepada adiknya, adiknya makan, dan Fabian hanya diam, ia memikirkan bagaimana Elyas kembali padahal ia memastikan memang Elyas balik ke indonesia


karna ketika Erisa mengatakan Elyas sudah balik ke indonesia, masih ingat kan saat itu Fabian pergi meninggalkan Erisa yang menjelaskan semuanya di markasnya, ia pergi langsung ke bandara, menanyakan bukti penerbangan atas nama siapa saja yang ada dalam pesawat dan memang benar ada nama Elyas yang kebetulan juga Fabian melihat ada nama Joana dan Lestari


setelah memunggu, makan Sean habis, Cali selesai, Fabian kembali pulang kerumahnya


malamnya, ia datang lagi ke markasnya, ternyata ada Samuel disana, kebetulan saja, padahal biasa nya Samuel tidak di markas jika lewat jam 5 sore


pas saat itu juga ia menceritakan kepada Samuel tentang apa yang ia lihat kemarin ketika tempat itu sepi


"bos" sapa Fabian


"ya"


"aku kemarin pergi antar kakakku ke salon"


"emm"


"aku belikan adikku roti panggang, tapi aku tidak sengaja melihat Erisa"


"lalu?"


"dia jalan lagi sama Elyas"


"Elyas?"


"iya Elyas, aku rasa dia balik lagi kesini"


"oh ya?"


mendengarkan penjelasan itu, Samuel kaget, ia berharap Joana juga balik, mereka mencari tau besok untuk itu


hari berlalu, esoknya, Samuel datang kerumah Fabian, yang membukakan adik Fabian yang berusia 6tahun bernama Sean itu


"cari kakak?" tanya Sean


"ya"


"ya tunggu"


Sean masih belum paham siapa pria yang datang dan apa hubungan dengan kakak nya, maklum, ia masih berusia 6 tahun, baru juga tahun depan akan masuk sekolah nya pertama di sekolah dasar


disana Erisa turun mobil lalu memberikan ciuman pada pipi Elyas sebagai tanda untuk semangat kerja pagi itu


"semangat babe" kata Erisa


"yaa babe makasih, love u"


"love u to"


Erisa pun lanjut naik mobilnya lagi dan pergi, disini Samuel langsung melirik kearah Fabian, ia melirik karna tau yang terjadi didepannya terkait Fabian


"are you oke?" tanya Samuel


"tentu" jawab Fabian tegas


"okeh lanjut awasi"


"ya"


setelah beberapa jam, mulai pagi, hingga makan siang, lalu sorenya dan saat Elyas pergi, bahkan mereka mengikuti perginya Elyas, saking penasarannya Samuel bahkan hingga pagi lagi mereka mengawasi rumah kontrakan Elyas tapi tidak ada menemukan apapun bukti


karna jam Elyas kembali bekerja, Erisa kembali menjemput untuk mengantarkan pacarnya itu kerja, yaa rutinitas pagi untuk Erisa, Erisa tidak masalah karna ia cinta ada Elyas dan tidak mau kehilangan Elyas kedua kali nya


ketika sampai di tempat kerja yang sama, Samuel menyeletuk..


"arhh kalau begini saja kapan ketemu titik terang soal Joana, Bian, kau turun dan tanya satpam, jangan sampai ada yang tau kamu Fabian ya, jangan sampai ada yang curiga" ucap Samuel


"siap bos" jawab Fabian lalu turun


Fabian berjalan mengenakan pakaian tertutup dengan kacamata hitam dan masker penutup wajah hitam, membuat tidak ada yang mengenalinya termasuk satpam


satpam disana adalah satpam yang sama ketika Joana memergoki Elyas yang selingkuh dengan Erisa pada saat di tempat supplier barang, karna ia kepala satpam utama, ia sering rolling dengan satpam jaga di toko itu dan kebetulan minggu itu ia jaga pada pos satpam toko, bernama Halburt


"pak" sapa Fabian


"saya?" tanya Halburt


"iya, saya boleh tanya?"


"boleh boleh, ada apa ya?"


"baru saja yang datang pakai mobil kuning (mobil Erisa) itu siapa masuk sini?" tanya Fabian


"oh pak Elyas namanya"


"apa jabatan disini?"


"pengawas toko pak, ada apa ya pak? biar nanti saya sampaikan"


"oh tidak pak, saya hanya penasaran saja, soalnya saya taunya dia pacar teman saya pak, tapi kok sama gadis lain ya"


"oh apa Joana maksudnya? Joana memang pacar nya pak Elyas tapi itu dulu, saya sempat dengar pak Elyas putus dengan gadis itu, dan pacarnya yang ini sekarang"


"ahh. terus gadis itu?"


"gadis itu katanya diindonesia, tidak balik kesini saya dengar nya"


"oh gitu"


"yaa"


"baiklah"


Halburt menjelaskan apa yang ia sempat dengar ketika Elyas mengobrol dengan Lerry, karna mereka juga cukup kenal sebagai pekerja sama sama pengawas


Fabian balik, lalu menjelaskan yang satpam itu jelaskan dan Samuel kembali tak bersemangat lagi


"yaudah lah bos, kurasa kamu harus ikuti aku" kata Fabian


"ikuti?"


"yaa lupakan dan relakan semua"


"bener"


mereka pergi meninggalkan tempat itu dan melupakan semua yang terjadi, hari berlalu, ketika Fabian mengajak Sean jalan..