
karna hanya orang yang berhasil membeli nya waktu itu bisa memilikinya, kalau tidak ya tidak akan bisa
Joana memberikan mainan itu kepada Wilson..
"waah, ini kan mainan yang lamaaaa sekali tidak keluar, bagus loh ini, kan pabriknya tutup jadi hanya dapat memproduksi 500 barang" kata Wilson
"iya, itu jadi punya kamu, kamu ambil saja"
"kenapa kamu kasih aku?"
"karna aku tau kamu suka"
"iya aku suka"
Wilson merasa senang, Wilson melirik arah Joana lalu tersenyum lebar
"suka? kalau suka, bisa ya bicara sama aku?" ucap Joana
"bisa, disini duduk, didekatku" kata Joana
yaa.. hanya semudah itulah Joana menaklukan bagaimana kerasnya Wilson
"Wilson anak baik kan?"
"iya lah, aku anak baik"
"kenapa kalau anak baik, selalu saja marah? marah sama perawat, sama dokter?"
"mereka jahat, tau tidak, mereka selalu menyuntikku, mereka ingin membunuhku dengan suntikan itu"
"ehh salah, kalau kamu tau aku dokter, apa kamu marah?"
"ah masak kamu dokter? hahaha lucu, anak seperti kamu bukan dokter, anak sekolah lah, ngaku dokter haha"
"hehe ketahuan, jangan diketawain, aku malu" kata Joana
cukup lama, interaksi Joana dengan Wilson disana, membuat orang dari balik pintu ruangan itu terkesima dengan sikap Joana yang dengan mudah bisa merasuki pikiran Wilson, bahkan tanpa obat dan penanganan apapun
Jorse, Shilly, Westly dan Walton merasa orang yang tepat yang berhadapan dengan Wilson sekarang
2jam berlalu, Joana bahkan berhasil membuat Wilson makan, minum obat, dan mau disuntik olehnya, dengan tanpa penolakan sedikitpun
"pak Walton, Wilson sudah tidur, biarkan dia istirahat" kata Joana
"terimakasih"
Walton masuk dan melihat kearah luar kamar terdapat Joana mengobrol dengan Jorse dan Shilly juga dengan Westly, dengan menceritakan apa yang ia lakukan tadi dengan Wilson didalam
hari hari berikutnya, Joana kembali keruangan Wilson, saat ia duduk melihat Wilson makan..
"lagi makan ya?" sapa Joana
"ya"
"makan apa?"
"lihat sendiri"
"waah enak"
"sana ambil sendiri"
"haha iyaa"
Joana duduk menemani Wilson makan hingga selesai, lalu selesainya Wilson makan..
"Wilson"
"hah?"
"aku sudah menulis perjanjian, kamu tanda tangan disini"
"apa itu?"
"bisa baca?"
"bisa lah"
"baca ini"
persyaratan dan perjanjian :
setiap jam 6 pagi, jalan pagi rutin selama 1 jam
makan pagi rutin setiap jam 7 pagi
istirahat 3 jam hingga jam 10 siang
berjemur siang hari panas matahari hingga jam 12
olah raga rutin dari jam 2 siang hingga jam 3 siang
jam bebas, terserah mau apa dari jam 3 hingga 6 sore
belajar bersama dokter selama 1 jam
makan malam rutin jam 7 malam
tidur tidak lebih dari jam 8
jadi di jam bebasnya Joana selain jam tidur pasien, atau jam 3 sore hingga jam 7 malam, waktu bebas untuk Joana, dan juga waktu bisa dipakai oleh Walton menyambangi adiknya
tapi jam kerja Joana hanya dari jam 5 pagi hingga jam 3 sore, selepas itu, Joana bebas dari kerjaan, untuk itu Joana membuat schedule yang masuk dengan jam dinasnya
"Joanaaa, kenapa banyak sekali?" tanya Wilson
"perjanjian lah, kamu nuruti itu, Joana akan kasih apa saja kamu minta"
"apa saja?"
"iya apa saja"
"makanan? mainan? minuman? jalan jalan? semuanya gratis?"
"gratis dong, dari Joana"
"iya aku mau, tapi sekarang kamu janji dulu sama aku, belikan aku tas"
"tass?"
Wilson menunjukkan tas yang ada pada gambar iklan di televisi kamarnya, Joana pun menyanggupinya, Wilson tidak mau menandatanganinya takut Joana membohonginya
sepulangnya ia dari jam tugas, Joana langsung pergi mencari tas itu, dan cukup lama mencari sekitar 3 jam baru ia dapat kan itu
saat Joana balik, ia keluar dari toko itu dan sekilas Max ada didaerah yang sama
"Joana?" ucap nya kaget
Max menyadari sebenarnya ada nya Joana disana, tapi ia membatalkan pikirannya mengira itu Joana
"tidak, buka bukan, itu bukan Joana, banyak memang disana yang memakai baju khas Joana, tidak hanya Joana saja" ucapnya dalam hati
Max pun pergi, menghilangkan pikirannya yang baru saja ia mengira ia melihat Joana, karna ia berpikir mungkin diantara Motheo dan Samuel, hanya dia yang tidak bisa move on kepada Joana
padahal apa yang Max lihat memanglah Joana..
Joana pergi, kembali besoknya membawa bungkusan kemarin ia beli, memberikannya kepada Wilson, saat Joana masuk kamar Wilson, Wilson ternyata bersama salah satu petugas disana dan juga bersama Walton
"hai Wilson" sapa Joana
"hai Joana, mana?" tanya Wilson
"taraaa, ini dia" kata Joana
"waaah, iyaaa" ucap Wilson senang
Wilson pun merasa itu benar benar yang ia inginkan, ia berpikir, Joana sangat bisa mengerti apa yang ia mau, jadi sejak itu Wilson menuruti apapun, yap apapun yang dikatakan oleh Joana
Disana Walton hanya memerhatikan adiknya yang begitu dekat dengan Joana, ia terkesan pada Joana yang bisa membuat adiknya akhir akhir ini ceria
sebulan Joana di amerika, ahh tidak terasa begitu cepat, Joana dapat gaji nya dari Jorshy, dan tak lupa mengabari kepada ayah ibunya dan ayah ibu Egar
juga hal wajib disetiap Joana tidur untuk menelfon video calling dengan suaminya itu..
hari berlalu, masuk bulan kedua Joana bekerja untuk Wilson, mulai ada tahap pertama perubahan Wilson, bahkan Joana tidak pernah menyuntik atau memberikan obat minum kepada Wilson, tapi bisa mengambil hati Wilson dengan mudah
ketika evaluasi bulanan Joana dengan Jorse dan Shilly...
"Joana, saya tidak tau harus berkata apa lagi" kata Shilly
"loh dokter, apa ada yang salah dengan pekerjaan saya?" tanya Joana
"bukaaan, bukan itu, saya berpikir, kamu memang orang tepat untuk Wilson, bahkan sebulan, bahkan ini kamu baru dapat gaji pertamamu, tapi sudah membuat Wilson lebih ceria dari hari sebelumnya" kata Jorse
"astaga dokter saya pikir apa"
"kamu hebat loh, saya lihat sama sekali tidak ada kamu berikan obat, menyuntikkan penenang dan obat suntik lainnya" kata Shilly
"saya dokter jiwa, dok, bukan dokter suntik, jadi saya paham kemana saya memasuki hati dan pikiran dari Wilson"
"ya saya tau, saya bangga, saya harap kamu terus bisa memberikan hari cerah untuk pasien ini, dan buat dia sembuh" kata Jorse
"pasti dokter saya bantu selama saya bisa"
Joana pulang dari rumah sakit karna urusannya selesai, dan ia dapat jatah libur nya selama sehari selepas ia dapat gaji, jadi Joana bisa tidur nyenyak dan bisa bertelfonan sepanjang hari dengan suaminya