My Name JOANA

My Name JOANA
15



tapi Nero tidak menjawab itu, ia justru bertanya kenapa Nandra tau jika dia cemburu waktu pertama kali bertemu dengannya


"kamu dari mana tau aku cemburu waktu kita ketemu pertama kali?" tanya Nero


"aku pengalaman, sama masa lalu disekolah lama kami, disekolah ada yang suka juga pada Joana, tapi justru ia berpikir aku suka pada Joana, berpikir aku saingannya"


"terus?"


"ya jadi aku mengatakan padanya jika aku sama Joana bukan apa apa hanya sahabat, sejak kecil, bahkan sejak Joana belum tau soal dunia" jawab Nandra


"emm"


"kalau kamu suka, aku harap bisa jaga dia, kita tidak saling kenal cukup lama, tapi aku berharap, kamu bisa jaga dia" kata Nandra


dari sinilah Nero bernapas lega atas pernyataan Nandra tentang kedekatannya dengan Joana..


suasana kembali pada situasi ruang tamu, Melinda disana mengatakan pada Joana jika ia dan Dimas sebenarnya sudah berpacaran sejak awal Joana masuk perkuliahan..


"jadi sebenarnya, bibi Linda dan pak dimas pacaran, sejak kamu lulusan sekolah dan awal kamu masuk kuliah" kata Melinda


"ha serius ini bi?" tanya Joana


"iya"


mendengar cerita bibi nya dengan Dimas, Joana sangat senang karna ia selalu menyalahkan dirinya mengapa dulu ia buta membuat bibinya terus mengurusnya sampai bibinya tak memiliki pacar dan pasangan melewati batas usia nya


kini ia begitu senang karna mendengar itu langsung berlari kearah Nandra yang ternyata duduk dengan Nero


ia menceritakan pada Nandra dengan antusias dan sangat senang, melihat keceriaan yang tak dibuat buat oleh Joana, Nero makin merasa benar ketika ia memutuskan untuk mendekati Joana dan berubah demi dirinya


setelah menceritakan, Nandra dan Nero besok juga akan dapat undangan untuk datang kembali kerumah Joana merayakan hari pertunangan bibinya


sepulangnya dari rumah Joana..


Nandra membisikkan sesuatu pada Nero


"kamu lihat kan, bagaimana polosnya dia ketika orang lain bahagia" kata Nandra


"emm"


"mungkin bisa saja kalau kamu juga akan meninggalkannya dengan gadis lain, dia akan ikut bahagia karna kamu bahagia, karna dia polos" kata Nandra


Nandra berpamitan pulang dan tak lama Nero juga pamit pulang..


esoknya, Joana kembali datang ke kampusnya, ia kembali belajar, sesampainya didepan gedung utama kedokteran, Joana sudah ditunggu dua temannya Vera dan Ello


mereka adalah teman setia pada yang lain, karna jika satu belum datang mereka tidak akan masuk ke gedung atau bahkan ke dalam kelas lebih dulu


beberapa hari berlalu, dimana dua anak buah Elyas mendapatkan bio lengkap tentang siapa Joana, mereka memberikan kepada sang bos


"bos ini semua data yang kami kumpulkan" kata mereka


"emm" jawab Elyas


Elyas mempelajari semua tentang siapa Joana dan ia merasa semakin tertantang mendekati Joana


ia pergi ke gedung kedokteran, dan saat ia jalan bersama dua temannya, banyak murid yang langsung menghindari mereka dan memberikan jalan untuk mereka


sampai dikelas 2.7, kelas prodi Joana, karna masih ada guru jadi Elyas menunggu diluar, tak lama pelajaran berakhir dan Joana pun keluar bersama Wita


Wita dan Joana sama kaget karna ada tiga pria menghadang jalan mereka dipintu itu


"siapa ya?" tanya Joana


"masih ingat kemarin kamu menanyakan aula tertutup?" tanya Elyas


"oh iya kakak ya? hai kak, apa kabar?" tanya Joana menyapanya dengan polos


melihat itu, Ello dan Vera langsung menarik Joana untuk pergi, tapi Elyas berteriak keras dan kedua teman Elyas meminta Ello dan Vera pergi


"kalian berdua pergi saja dulu" kata mereka


karna tidak berani jadi mereka pergi meninggalkan Joana, Joana digiring oleh dua teman Elyas untuk menghadap ke bos mereka


"hai kak, maaf ya ada apa?" tanya Joana


"Joana, salam kenal" sapa Joana menerima jabatan tangan Elyas


lalu membuat heran Elyas lagi ketika Joana juga menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan dua temannya disana


"Mikail" kata salah satu anak buah Elyas


"Arsan" sapa salah satu anak buah Elyas satunya


"apa bisa kita mengobrol?" tanya Elyas


"oh, ada masalah apa ya kak?"


"aku hanya ingin berkenalan" kata Elyas


"oh boleh, silahkan kak duduk" kata Joana


Joana duduk bersama Elyas, tapi saat melihat mereka berdiri, jadi Joana ikut berdiri


"kenapa Joana?" tanya Elyas


"mereka berdiri kan, kenapa kalian berdiri?" tanya Joana kearah Mikail dan Arsan


"oh kamu duduk saja, kamu biasa berdiri" jawab Mikail


"tapi.." ucap Joana


Elyas memberikan kode agar kedua anak buah nya ikut duduk disana, dan itu pertama kalinya dalam sejarah pertemanan mereka, dimana Mikail dan Arsan duduk bersama berjejer dengan Elyas


mereka mengobrol bertiga disana, membahas banyak hal dan Elyas merasa ia benar benar dibuat jatuh sedalam dalam nya oleh cinta


sejak itu, diam diam Elyas sering berdiri didepan kelas Joana setiap Joana ada kelas


pas ketika berpapasan dengan Nero, Nero kaget ketika tau Elyas memerhatikan Joana


"kamu ngapain melihat dia?" tanya Nero


"kenapa? kaget?" tanya Elyas


"jangan ganggu dia, dia tidak pantas dengan kamu"


"kamu pikir dia pantas dengan kamu?" tanya Elyas


seketika itu Nero terdiam, ia yakin Elyas juga menyukai Joana, ia tidak kaget bagaimana bisa Elyas mengenal sosok Joana karna Elyas sangat dengan mudah mendapatkan informasi semua murid dikampus itu


suatu hari, ketika Joana sedang duduk di kantin, seseorang menyapanya dengan kasar, benama Puri


"kamu yang nama nya Joana?" tanyanya


"hai kak, iya itu aku, salam kenal" jawab Joana menyodorkan tangannya


tapi Puri menampis tangan Joana dengan menepuknya dengan kasar


"dengar ya, gara gara kamu, Nero tidak lagi mengejarku, sebelum kenal kamu dia tergila gila kepadaku dan kamu hancur kan semuanya" bentak Puri


"loh kamu berteman saja kok kak, kamu pacarnya ya?"


"iya aku pacar dia sebelum ada kamu tapi Nero tinggalin aku karna kamu"


kejadian itu malah tidak sengaja diketahui oleh Elyas dan kedua temannya, mereka hanya diam memerhatikan Puri disana


setelah urusan Puri selesai mempermalukan Joana, Joana sedih dan diam disana, dan Elyas memerintahkan untuk Mikail dab Arsan memberikan pelajaran kepada Puri


keduanya langsung bertindak dan menghadang Puri disana, Puri kaget bukan main


"ada apa ini kak Elyas?" tanya Puri kaget


Mikail dan Arsan menarik rambut Puri, menepuk pipi Puri dan ssketika itu Elyas mencekik leher Puri


"dengarkan aku, kamu sudah kasar kepada Joana, urusannya dengan aku, dengar Puri, jangan harap kamu bisa tenang hidup sampai menyentuh Joana" bentak Elyas


"tapi dia merebut Nero dari aku"


"ingat Puri, jangan sentuh sedikit saja Joana, atau urusannya denganku" ucap Elyas