
"waah, tapi kenapa kamu bisa mengatakan itu anak Motheo?" tanya Samuel kepada Yonna
"karna uang lah, semua bisa dengan uang, yang penting aku mendapatkan anak dari perut Joana" jawab Motheo
"kalau begitu buat anak ini adalah anakku, paham?" tanya Samuel kepada Yonna
"jadi sebenarnya saya mau bicara ini memang, tapi saya rasa butuh transaksi juga kan?" tanya Yonna
"oh soal uang? kamu tenang saja, aku bisa berikan berapa yang Theo pernah kasih kepadamu, asal uruskan semua ini adalah anakku" kata Samuel
"siap, serahkan semuanya" kata Yonna
Yonna baik memang kepada Joana, tapi ia memnfaatkan keadaan Joana ini untuk mendapatkan cuan ratusan juta, apalagi jika mau mengurusi semua data diri bayi, identitas bayi, dan semuanya lengkap tinggal terima beres, Yonna tidak tanggung mendapatkan miliaran dari keduanya
tak habis pikir dimana akhirnya mereka sadar kedua anak itu bukan darah daging mereka sama sekali, tapi sudah kepalang tanggung, Motheo tidak akan melepaskan anak yang sudah ditangannya dan sudah diurus atas namanya
"okeh saya percayakan semua kepada kamu, kamu minta berapa katakan, saya cukup sekali kasih dan jangan pernah minta lagi sepeser pun" kata Samuel
"berarti disamain saja seperti pemberian pak Theo" jawab Yonna
"bikin surat deal, karna sewaktu waktu dia tidak dapat mengelak lagi atas perjanjian ini" kata Motheo
Yonna dan Samuel juga membuat perjanjian disini soal ini semua, rahasia besar antara ketiganya
kembali kekondisi Joana, kondisi Joana pun lebih baik, ia juga diperbolehkan pulang setelah kelahirannya, sejak ia tau bayi yang baru dilahirkannya juga adalah anak kandung dari Motheo dan Samuel, ia tidak masalah mau mereka apakan anak itu ditangan kedua pria itu
"kamu pulang sama aku beberapa hari ini, karna anak ini masih bayi" kata Samuel
"tidak" jawab Joana
"tidak apa maksudmu? kamu mau biarin anak ini mati kelaparan tidak meminum susu dari mu?"
"sekarang kan canggih, apa apa ada, coba lihat Theo, dia bisa membawa bayi itu langsung tanpa meminta ku tinggal" jawab Joana
"yaudah, bukan masalah, aku ada orang untuk mengurus kok, nanti tapi aku bakal cari" kata Samuel
Joana tidak mau juga mengurus bayi itu, seperti ia kepada bayi pertamanya, ia berikan dan percayakan semuanya kepada Motheo, kali ini ia juga berikan semuanya kepada Samuel
"tapi ingat ya, bukan berarti kamu bisa bebas tidak lagi menjadi istriku" kata Samuel
"kenapa? bukannya kamu sudah dapatkan bayi itu?"
"yaa tapi aku tidak melepaskanmu, kamu tetap istriku, dan akan selamanya menjadi istriku" kata Samuel
"terserah, penting jangan buat aku sibuk dengan urusan bayi bayi ini, aku muak" kata Joana
"tenang saja, aku tidak membebanimu urusan bayiku" kata Samuel
lalu apa sikap ini adalah sikap jahat ibu kepada anaknya? tentu iya, tapi memang itu lah di rasakan Joana saat ini, ia benar benar muak dan sebisa mungkin ia tidak mengurus bayi itu
ia tidak peduli atas kehidupan bayi itu, ia tetap menjadi Joana yang masih mengakui tidak memiliki anak dengan Samuel atau Motheo
"tapi bukan berarti kamu menjauhkan aku dengan bayiku" jawab Joana
"iya, aku paham, aku kan bilang, aku mencintaimu, jadi aku tidak akan membuatmu sedih kehilangan bayi ini, aku tidak sekeras Theo kok" jawab Samuel
"kamu sama dengan Theo" jawab Joana
"tidak sayang, tidak sama lah"
"terus kenapa sama menyukaiku?"
"iya itu beda"
Joana memutuskan balik kerumah nya, ia istirahat di rumahnya sendiri, Benjie dan Albern menyambut kedatangan Joana
"bagaimana nona? dengan kamu?" sapa Benjie
"aku baik baik saja, bayi ku juga, semua lancar, aku masuk ya, aku butuh istirahat, kalau ada yang mencariku, katakan aku butuh istirahat full, siapapun yang mencariku itu" kata Joana
tak lama Ravansa dan Delvin menyapa Joana juga
"nona? gimana persalinanmu?" tanya Ravansa
"normal? lahir apa?" tanya Delvin
"normal kok, lahir laki laki"
"ah laki laki lagi?"
"yaa, begitulah, sudah ya kalau mau tanya apapun tanya Sam atau Theo, kalau mau tanya aku menunggu aku ada waktu luang, aku mau tidur dan banyak istirahat" kata Joana
"yaa nona, maaf" jawab Delvin
"yaa nona, selamat beristirahat" kata Ravansa
"yaa makasih semua ya, atas kerja keras kalian juga semoga kalian tidak bosan bekerja untukku" kata Joana
Joana masuk, keempat anak buah Joana disana bahkan menjawab ucapan Joana meskipun Joana sudah pergi, mereka mengatakan..
"bahkan aku tidak dibayar olehmu, aku rela bekerja tanpa bayaran" ucap Benjie
"aku bahkan tidak melihat berapa uang kamu berikan, tapi aku melihat kebaikan kamu" kata Albern
"kurasa kalian benar, aku bersamanya nyaman, aku tidak akan pernah bosan apapun kondisi dia nantinya" jawab Ravansa
"kurasa kita semua sama, dia adalah bos paling baik dan manusia paling kuat yang kukenal" jawab Delvin
hari hari berlalu, berjalan sudah tiga bulan setelah kelahiran bayinya kedua, Joana menelfon Samuel memintanya datang membawa anaknya, Samuel menurutinya saja, ia bersiap siap akan pergi, tapi Ferla menahannya
karna kebetulan keluarga Samuel ada dirumah Samuel untuk melihat bayi Samuel dan Joana, Ferla yang mendengar telfonan Samuel dengan Joana tadi
"uncle? kemana?" tanya Ferla
"Joana, dia mau ketemu anaknya, sudah aku terburu, kasihan Joana" kata Samuel
"ahh uncle, aku mau mohon boleh ya aku ikut? aku mau ketemu sama onty Joana"
"apa apaan kamu?" bisik Frankie, ayah Ferla
"jangan bunuh diri ya minta rengek gitu ketemu gadis itu" bisik Efrain, ayah Samuel
"uncle aku mohon, aku sudah berjanji kepada onty Joana untuk ikut dan bekerja untuknya, aku janji aku akan menjaganya" kata Ferla
"resikomu besar mengurus Joana ya, sampai ada apa apa dengan Joana tawaran penggantinya adalah nyawamu" kata Samuel
"oh tidak perlu kalau seperti itu" kata Frankie
"kurasa berlebihan, kamu resiko nyawa" jawab Efrain
"aku mau" jawab Ferla dengan yakin
"Ferlaaa" jawab Frankie dan Efrain kaget
"kalau begitu biarkan izinkan aku ketemu Joana, aku juga butuh bertemu dia dan mengatakan terimakasih sudah memberikan penerus untukku" kata Altert, kakek Samuel
mendengar Altert mengatakan itu, akhirnya Efrain dan Frankie pun ikut meminta agar ikut dengan Samuel bertemu Joana, Samuel tidak menolak dan membawa keluarganya
Samuel datang bersama pengasuh untuk bayinya dan juga bersama bayinya, tentu dengan keluarganya, setelah sampai dirumah, Joana membukakan pintu dan menggendong bayinya ia kaget karna keluarga Samuel ikut datang
"kami boleh menjengukmu?" tanya Altert
"kakek? iya, boleh banget, kakek ayo masuk, paman ayo semua masuk"