
Ridha membawa Joana dan Egar ke ruangan kerjanya untuk bertemu orang yang di suruh oleh Jorse untuk datang dan ia pun menyapa Joana
setelahnya, ia menjelaskan semuanya disana, Joana dan Egar mengerti mulai dari kontrak kerjanya, beberapa schedule diluar pasien bersangkutan, gajian nya, jatah libur perbulan nya, tempat tinggal (rumah dinas), jatah makan, dan bersangkutan lainnya
"bagaimana pak?" tanya orang tersebut
"bisa semua, saya setuju, saya izinkan istri saya" jawab Egar
"baik pak, silahkan dokter Joana untuk tanda tangan pada kontrak kesepakatan"
"iya"
setelah semua urusan selesai..
"apa suster langsung pergi kembali ke amerika?" sapa Joana
"iya, saya harus kembali lagi"
"kita belum kenalan" kata Joana
"astaga iya, salam kenal dokter, saya Westly"
"salam kenal juga, saya Joana, ini suami saya, Egar" ucap Joana
"salam kenal suster, saya Egar" sapa Egar
"yaa salam kenal, saya kenal dengan kamu, pertama kalinya dalam hidup saya melihat pasangan paket lengkap"
"paket lengkap?" tanya Joana
"iya saling melengkapi, satu cantik, satu tampan, sama sama ramah dan sopan" kata Westly
"ahh suster bisa saja"
"eh dokter, panggil saya Westly" kata Westly
"ya sudah, panggil juga saya Joana" kata Joana
"iya, kita rasa kita satu usia" ucap Egar
Westly mengatakan ia lahir 2tahun diatas Joana ternyata, dan artinya ia lebih tua setahun saja dengan Egar, sejak itu, Joana dan Egar melarang Westly memanggil mereka panggilan sopan padahal lebih tua Westly
jadi Westly memanggil Joana saja ketika diluar pekerjaan, didalam jam kerja akan tetap memanggil dokter didepan nama Joana
"baiklah kak Westly, aku berharap kamu mau menjadi teman baruku nanti" kata Joana
"pasti Joana, aku akan mau jadi teman terbaik mu, ini aku kasih nomorku ya, biar bisa kita berteman lebih dekat" kata Westly
"siap, saya kirim langsung pesan chat biar langsung tau nomor saya juga"
"siap"
sejak itu mereka cukup dekat, Joana meminta agar Westly tidak menolak menjadi temannya
hari berlalu, Joana dan Egar bersiap siap untuk pulang ke rumah Melanie dan Amir, seperti janji mereka akan pulang dua minggu sekali kerumah mereka dan rumah orangtua Egar juga
sesampainya..
"Sherla?" sapa Joana
"Joana? hai, kamu sama siapa?"
"itu sama Egar, tapi masih ambil tas bajuku di mobil"
"hai Sherla" sapa Egar
"hai Egar, masuk yuk"
"mama papa ada?" tanya Joana
"kan kerja"
"oh yaudah, biarin"
"kita kan menginap, tunggu saja" kata Egar
Alisia juga ikut menyambut kedatangan mereka
"Joanaaa" sapa Alisia
"hai Aal? apa kabar kamu selama disini?" sapa Joana
"senang banget aku tau Joana, ayah ibumu baik, seperti ayah ibuku"
"haha iya syukurlah kalau begitu"
"aku gak nyangka kamu sudah menikah"
"hehe iya makasih"
setelah masuk kamar, inilah pertama kalinya untuk Egar masuk dengan detail dan jelas kekamar Joana
"oh pantas dirumah sana anak ini minta kamar mandi dalam" ucap Egar
"disini kamar mandi nya dalam semya Egar" jawab Sherla
"oh ya? pantas, disana juga di kasih kamar mandi setiap kamar, tapi kamar mandi luar masih ada"
"iya buat tamu yang gak menetap kalau diluar itu" kata Alisia
"oh pinter juga istriku" jawab Egar
"haddduuh" teriak Alisia
Alisia dan Sherla keluar, tinggal Joana dan Egar, Egar akan mengerjakan tugas tugas laporannya akhir minggu jadi Joana keluar menemani Alisia dan Sherla sendirian saja
"Sherla, Aal" sapa Joana
"Joana, kok sendirian kamu? kemana suamimu?" tanya Alisia
"dia kerjakan laporan mingguan, besok malam sudah harus selesai jadi deadline" kata Joana
"ahh"
"sini mengobrol lah" jawab Sherla
"iya ayo"
mereka mengobrol bersama disana, mengobrolkan hubungan masing masing dengan pria yang dekat dengan mereka, mulai dari kedekatan Fero dengan Alisia dulu
"Aal, apa kamu masih dekat sama dokter Fero?" tanya Joana
"iya Joana, kamu tau bebrapa hari lalu dia bilang kalau suka sama aku"
"oh ya? terus?"
"yaudah bilang saja"
"kamu jawab apa?" tanya Joana
"aku gak jawab, dia bilang kalau dia cuma mau kasih tau saja kalau dia suka sama aku"
Alisia menjelaskan dimana Fero menyentuh tangannya dan menggenggamnya lalu mengatakan ia menyukai Alisia atas kebaikan hati Alisia yang peduli pada pasien jiwa yang memiliki masalah sama dengannya
Joana senang, disini Joana mulai merasuki pikiran Alisia jika Fero benar benar serius, dan meyakinkan agar Alisia tidak ragu memilih Fero
"iya aku tau" jawab Alisia
"tau?" tanya Joana
"semua penjelasan mu, soal dokter Fero baik, sopan, perhatian, aku tau, aku belum berpikir sejauh kamu dengan Egar saja kok"
"ya tapi setiap hubungan ingin menjajaki ke arah sana kan?" ucap Joana
"iya sih, doakan lah saja Joana"
"pasti dong"
selesai membahas Alisia Fero, balik kehubungan Sherla Nandra, karna keduanya juga sedang dekat, bahkan jauh sebelum Alisia dengan Fero
"kamu bagaimana dengan Nandra?" tanya Joana kepada Sherla
"Nandra baik sih, dia perhatian Joana, dia selalu menemani aku setiap aku pergi bekerja"
"bekerja?"
"iya, maksudnya kalau nyanyi giti di cafe cafe, atau acara acara, kan kerja juga menghasilkan uang"
"oh ya bener, enak dong ditemani terus, eh tapi dia dokter hewan loh, kamu bukannya gak bisa sama hewan ya?"
"iya sih, aku aslinya penyayang binatang kok Joana, itu jauh sebelum urusan kematian ku yang berurusan dengan Motheo"
"iya aku paham masalahmu, sejak itu ya aku mengerti" kata Joana
"iya itu lah Joana, sejak itu aku tidak kepikiran bermain dengan hewan hewan, mau memikirkan hewan itu, aku sendiri saya tidak tau sampai kapan bebas dan tidak ada bebannya" kata Sherla
"iya, aku berharap kamu terus mengembangkan kembali rasa suka kepada hewan seperti dulu ya" kata Joana
"kalau aku memang takut binatang, bahkan jauh sebelum alu depresi dan stress itu" kata Alisia
"oh kamu memang tidak suka ya" kata Sherla
"banget, geli aku sama semuanya, bulu membuat gatal hidung"
Sherla dulunya memang penyuka binatang dari bentuk apapun dan jenis apapun, tapi memang tidak lagi mengurusi kegemarannya kepada binatang sejak ia berurusan dengan Motheo
tapi lain dari Alisia, Alisia malah tidak menyukai binatang sejak awal, ia penakut dan sama sekali tidak bisa dekat dengan hewan, bisa saja ia akan teriak ketika hewan itu ada didekatnya
malamnya, semua berkumpul, untuk makan malam..
"Joana dikamarnya?" tanya Melanie
"iya, tadi siang sejak sore sama Aal dan Sherla didepan ruang tamu, mengobrol"
"panggil buk kalau selesai disiapkan makanannya, biar makan bareng"