
dan Sherla bersama Nandra diruang tamu, melihat wajah Alisia begitu semringah
"dih dih, ada apa nih, habis jalan seneng banget kayaknya" kata Nandra
"he, kamu kak Nandra, ngapain hayo?"
"pacaran lah, memang kamu saja?"
"Nan" ucap Sherla pelan
Alisia duduk disana dan menceritakan tadi yang terjadi, keduanya kaget, Sherla memeluk Alisia dan merasa terharu, mereka mengatakan turut bersuka cita atas kabar ini
malamnya, Alisia juga mengatakan kepada yang lain keluarganya dan mereka semua memberikan dukungan terbaik
"kamu yakin sama keputusan kamu ya udah, semoga apapun rencana kalian lancar ya" kata Amir
"iya pa, minggu depan katanya, Fero akan membawa keluarganya datang kemari, apa kalian bersedia menemui?"
"oh ya jelas bersedia, nanti biar kita masak enak ya" kata Melanie
"makasih ya ma, pa, sudah jadi orang tua untuk Alisia, Alisia tidak tau lagi harus bagaimana berterimakasih"
"sudah lah, yang penting kamu bahagia, mama papa, semuanya bahagia" jawab Melanie
Alisia memeluk mereka disana karna terharu
minggu depannya, keluarga Fero benar datang, dan bertemu keluarga Alisia, Amir dan Melanie menyambut dengan sangat baik
setelah membahas acara pertunangan nanti, akhirnya Melanie menjelaskan siapa Alisia kepada keluarga Fero, Fero juga membantu menjelaskan
bersyukurnya keluarga Fero menerima apapun masalah dalam hidup Alisia, melihat masa lalu tidak penting tapi yang mereka tau Alisia gadis baik
hari berlalu, pesta pertunangan pun digelar, beberapa teman dekat dan keluarga datang, semuanya memberikan selamat dan doa, hanya Joana yang tidak
tapi Joana yang mendapat kabar langsung menelfon hari pertunangan itu, Joana menelfon kepada Melinda, karna hanya Melinda yang mau dimintai tolong dan berani memberikan telfon ketika acara tengah berlangsung seperti saat pernikahan Joana Egar yang ditelfon oleh Ameera Freedy
"Aal, dokter Ferrroooo" ucap Joana
"Joanaaa, aku bertunangan" ucap Alisia
"selamat Aal, semoga semua lancar ya sayang, aku sayang sama kalian, aku berdoa dari jauh saja, maafkan aku tidak bisa pulang"
"iya Joana kami paham masalahmu" kata Alisia
"Joana makasih atas doa dan segalanya ya" kata Fero
"iya dokter Fero, selamat ya"
mereka menyelesaikan telfonnya, selepas acara..
"kamu tinggal di rumah kemarin ya" kata Fero
"kenapa?"
"ya gak, biar rumah ada yang mengurus kan, aku gak tinggal sana kok, kamu sendirian saja, biar aku nanti mampir main saja gitu"
"kalau disini nanti aku sering mampir gakpapa"
"ya jangan, kamu memang masih mau terus tinggal merepotkan yang bukan keluarga kamu, kalau aku kan jelas akan jadi suamimu" kata Fero
"iya juga sih, aku juga kepikiran itu tidak enak lama disini"
kembali kerumah Melanie, tapi saat duduk berdua di ruang tamu, mereka menjelaskan rencana kepindahan Alisia kerumah baru nanti tapi mereka menjelaskan jika hanya Alisia yang tinggal disana, Fero masih bersama orang tuanya karna bagaimana pun kan mereka belum resmi menikah
"kamu beneran akan pergi?" tanya Melanie
"iya ma, mama jangan kuatir deh, nanti Aal sering kok datang kesini ma"
"iya sih, janji ya"
"iya siap ma"
hari hari berlalu, Alisia orang terakhir yang masuk keluarga Joana tapi sudah keluar pertama untuk menjalani kehidupan sendiri yang lebih mandiri
Alisia yang dulu pasien jiwa yang ditangani Joana sudah bisa berjalan diatas kakinya sendiri bahkan akan menjalani kehidupan pernikahan
tapi Alisia tidak serta merta melupakan semua jasa Joana dan keluarganya, ia masih tetap pulang jika waktu libur saja, dan sering mengirim makanan juga, kadang membelikan beberapa bahan masakan
Egar baru saja akan pamit dari rumah Joana, ia belum menjelaskan kepada Meliana dan Enggar tentang Joana belum bisa pulang..
"kak Egar? kok udah mau balik?" sapa Alisia
"iya, aku belum jelaskan ke papa mama soal Joana, aku tinggal dulu ya, bukkk Egar pergi"
"iyaaa nak" jawab Lestari
Egar balik kerumah Meliana dan Enggar pada saat week end berikutnya dan disana ia menjelaskan soal Joana tidak bisa datang
malamnya, sebelum tidur, Meliana menelfon dulu menantunya itu karna kuatir
"Joana, apa kabar nak?"
"baik ma, ada apa ma, tumben belum tidur?"
"iya, mama kuatir nak sama kamu, mama dikabari Egar masalahmu"
"oh... iya ma, maafkan Joana belum bisa pulang ma"
"iya sayang"
mereka mengobrol malam itu, sebagai tanda melepaskan rindu Meliana dan Enggar kepada menantunya yang seperti anak mereka sendiri
Meliana dan Enggar adalah 2 orang pasangan yang satu cewet dan satu tegas tapi semua luntur ketika berhadapan dengan Joana menjadi perhatian dan penyayang
setelah menutup telfonnya, Joana kembali tidur..
kembali kepada sisi kehidupan Joana, dimana sejak ia batal terbang kembali ke indonesia, Joana harus bisa menerima ini, ia kembali bekerja..
sampai dirumah sakit..
"Joana, kan kamu sudah mau balik indonesia?" sapa Shilly
"iya dokter, saya ada kendala sama paspor"
"loh ada apa?"
"terblokir"
"waah kok bisa? aduh Joana, kamu harus mengurus itu"
"iya kah dokter? kemana aku mengurus itu?"
"ya di pemerintahan paspor Joana, kalau aku bisa bantu, aku bantu, tapi aku tidak bisa Joana"
"gakpapa dokter biar saya mengurusnya nanti"
"yang sabar ya Joana"
"iya dokter"
Joana menjelaskan ia batal balik karna paspor nya terblokir membuatnya tidak bisa balik, akhirnya ia memutuskan melanjutkan pekerjaannya, Shilly menjelaskan dan memberitahu nya nanti untuk mengurus dipemerintahan
Shilly tidak bisa membantu tapi ia mengarahkan Joana agar bisa dan mengerti apa yang ia akan lakukan nanti tapi Joana juga tidak sempat mengurusnya karna lanjutkan pekerjaannya nanti
saat Joana balik keruangan Wilson, Wilson melihat Joana lagi langsung berlari memeluk Joana
"Joanaaaa?" ucapnya
"hai Wilson"
"Joana tidak jadi balik?"
"tidak, Joana kepikiran sama Wilson"
"oh, makasih Joana, kamu disini lagi kan?"
"iya lah, eh aku bawa makanan, Wilson suka tidak?"
"emm ini enak Joana, pastilah suka"
"iya kan? ayo dimakan"
mereka mengobrol, bercerita, tertawa, melakukan kegiatan bersama hingga jam istirahat untuk Wilson tidur
Joana akan keluar dari ruangan itu tapi Walton memanggilnya
"dokter"
"ya, ada apa pak?"
"kamu ada masalah apa tidak jadi balik?"
"hemm, sebenarnya kemarin sudah siap pak saya pergi, tapi paspor saya terblokir, saya harus mengurusnya dulu"
"oh, iya bener, ke pemerintahan untuk mengurus, kamu perlu bertemu pemerintahan pengurusan paspor dalam negri" kata Walton
"iya pak, saya nunggu waktu tepat saja"
Joana pun berpamitan pergi, esok paginya...
saat sibuk didapur, Joana mendengar ketukan pintu dan membukanya ternyata Motheo, Motheo melihat Joana membukanya langsung memeluk Joana
"kaaaak, aku bersih bersih dapur dulu lah"
"iya aku tunggu disini"