My Name JOANA

My Name JOANA
244



Motheo langsung mengangkat tubuh Joana dan membantingnya dikasur itu, lalu keduanya akan menghajar Joana, karna terdesak, Joana juga tidak akan mampu melawan, mereka berdua, satu saja tidak bisa melawan apalagi berdua mereka?


tapi Joana tidak mau rugi atas peristiwa ini..


"kaaaak, okeh, iya, tunggu tunggu" kata Joana


"apaaaa?" teriak Motheo


"cepat, gak usah banyak bicara, aku tidak sabar" jawab Samuel


"iyaaa, tunggu, jelasin dulu ma aku, iya aku mau, mau trees*me, yaa.. tapi tunggu" kata Joana


Joana menjelaskan ia meminta rumah pribadi, karna ia ingin punya hunian pribadi, juga minta mobil pribadi, sepeda motor atau sepeda kayuh, dan juga dirumah itu membebaskan Joana untuk memakai pakaian lengkap ala dirinya dan terakhir permintaannya


"aktifkan passport ku, biarkan aku pulang pergi amerika indonesia" kata Joana


"gak ada, kalau itu tidak akan kamu balik, kalau rumah, mobil, motor, apapun, kukasih cash, uang bulanan juga sudah jalan kan tiga bulan ini" kata Samuel


"kita kasih" jawab Motheo


"hello Theo?" teriak Samuel


"aku kasih aktif passport mu, kamu bisa terbang ke indonesia, tapi sekalinya kamu pergi ke indonesia gak balik, kita akan mengobrak abrik rumah kamu disana, tidak peduli siapa kamu dan keluargamu" kata Motheo


"ampun pun tidak kami terima, sekali mempermainkan kami" kata Samuel


"ngerti? bisa dipahami kan? tidak perlu dijelaskan kamu berurusan dengan siapa, kalau nyawa orang orang kamu sayangi masih ingin ada dibumi" kata Motheo


"iyaaaaa, iya" kata Joana


kesepakatan itu pun mereka lakukan, hari itu, Joana menuruti permintaan kedua pria itu


saat tengah bermain dan dua duanya dalam permainan mereka, Joana mengeluh sakit, tapi dengan nada pelan dan lembut, karna seperti sudah sudah jadi pengalaman Joana, mereka dikasarin maka semakin kasar bermain


"pelan-pelan" ucap Joana kepada Motheo karna Motheo didepan wajahnya


"iya sayang, coba panggil aku Boo dulu, aku akan bermain lembut" kata Motheo


"pelan-pelan Boo" bisik Joana


"arrrgh, sialan, i love you sayaaaang" bisik Motheo


"pelan pelan kak Sam" ucap Joana


tapi yang ada malah Samuel mengasari permainan, karna Joana memanggil nya sebutan kak


"aduh, iya, Bay, pelan Bay" kata Joana


"arrrgh pintar sayangku ini" ucap Samuel


tapi semakin lama permainan tetap semakin keras membuat Joana malah kepusingan..


"PELAAAN!" ucap Joana


"tidak enak" jawab Motheo


"boleh aku berteriak?" tanya Joana kepada Samuel yang sekarang ada didepannya


"tidak" jawab Samuel


"kalau begitu diam sebentar" kata Joana


"tidak mau" kata Samuel


"bentar, aku ambil napas dulu" kata Joana


"tidak" jawab Samuel


"apa kamu benar membunuhku?" tanya Joana


"tidak akan"


"kalau begitu lepaskan bentar, sakit ini, bisa bisa aku mati karna permainan ini" kata Joana


Samuel berhenti, Motheo juga diminta berhenti untuk beberapa menit tapi lanjut lebih bergairah, membuat Joana keteteran tapi akhirnya permainan berakhir, ketiganya sama sama tertidur lepas permainan itu, terutama Joana.


satu jam saja, Joana malah kebangun, ia kehausan, entah karna memang haus seharian kemarin ia tidak minum memang atau karna permainan sebelumnya ia mainkan?


Joana turun dari kasur itu melihat kedua pria tidur di sisi kanan kirinya tapi Joana malah seperti kakinya mati rasa, ia seperti tidak menyentuh lantai ubin kamar itu


"aduh, ini kenapa? kok gak terasa ubin nya?" gerutu Joana


Joana sentuh pahanya seperti tidak terasa sentuhan apapun, ia bingung mau membangunkan yang mana akhirnya Joana mencoba berdiri tapi malah terjungkal


"astaga, kenapa kaki ku sakit gini, aduh" kata Joana pelan


Joana mengambil hapenya di sofa dekat ia terjatuh, lalu mencari siapa yang bisa membantunya antara anak buah keduanya nya, teringat seketika pada Fabian


"halo, kak Bian?" sapa Joana


"Joana, kenapa telfon semalam ini?"


"kamu dimana?"


"diluar, ini gantian tidur sama Ravansa, tapi aku sudah tidur kok, kamu butuh apa?"


"aku mau ambil minum, bisa bantu aku ambilkan?"


"bisaa, aku ambilkan dan antarnya kemana?"


"kamar saja, masuk saja tidak terkunci"


"okeh"


menutup telfonnya, Joana langsung memakai longdres mini semi daster karna tidak mungkin ketemu Fabian kondisi telanjang


Joana meminta bantuan Fabian karna ia tau Fabian adalah anak buah terbaik dari yang lainnya, Joana tau jika Fabian dan Max sama sama menyukainya dan sama sama mengetahui perasaan mereka masing masing kepada dirinya


tapi Joana masih mempercayai jika Fabian adalah orang baik meskipun tergabung komplotan gengster amerika


bahkan Joana sendiri masih memberikan rasa respect dan hormatnya kepada Fabian sebagai orang yang berusia di atasnya jadi Joana masih memanggil Fabian sebutan "kak" padahal pada yang lain sudah Joana panggil dengan nama mereka masing masing termasuk Max


"kenapa?" tanya Bams


"minta air, aku ambilkan dulu, didapur ada kah?" tanya Fabian


"oh ya ada ada"


Fabian pergi kedapur, ambil air, pergi ke kamar Joana, membuka pintu, dan kaget melihat Joana sudah duduk di lantai, ia membantu Joana bangun dan duduk di sofa


"kenapa mereka berdua tidur di kasur sama? terus kenapa gak ada yang bangun Joana terjatuh?" ucap Fabian dalam hati nya berpikir


tapi kembali lagi Fabian berpikir tentang mereka mungkin saja melakukan kagiatan ****


Joana meminum air dari Fabian, lalu meminta Fabian menggendongnya membawanya ke toilet karna akan mandi, Fabian pun membantunya, lalu meninggalkan Joana sendirian


"sudah, keluarlah, aku bisa sendiri" kata Joana


"oh yaudah, aku tunggu diluar"


"gak usah ditunggu, biar aku pergi sendiri nanti, kan seger kalau habis mandi"


"beneran bisa?"


"iyaa bisa"


"yaudah"


Joana mandi, sementara Samuel bangun melihat Joana tidak ada, ia menanyakan pada Albern, yang menjaga pintu kamar Joana didepan itu


"kemana Joana?" tanya Samuel


"tadi dibantu oleh Bian ke toilet bos" kata Albern


"oh baiklah"


Samuel menunggu Joana depan pintu toilet karna takut Joana terjadi apa apa


selesainya Joana mandi, ia mencoba bangun dari duduknya karna ia mandi sambil duduk di closed toiletnya, selesai mandi, ia berdiri, sedikit nyeri tapi saat membuka pintu, Joana kaget karna ternyata Samuel didepan pintu kamar mandi itu


"astaga" ucap Joana


"kamu mandi sepagi ini?" tanya Samuel


"iya lah, kaki ku sakit, tadi saja dibantu kak Bian"


"kaki mu sakit kenapa?"


"masih aja tanya semalam kalian apain kan gitu"


"tunggu disini, aku mau buang air kecil"


"ngapain aku tunggu kamu?"


"bentar loh"


selesainya Samuel buang air kecil dan cuci wajah, ia membantu menggendong Joana dan membantunya kembali kekamar lagi