
tapi Motheo mati matian memaksa, kali ini, dengan sukarela Joana melakukan apa saja yang di minta oleh Samuel
setelah melakukan itu, mereka tidur, dan Joana bangun tengah malam, saat melihat Samuel disampingnya, ia merasa kesal karna hal semalam, tentang pernikahan paksa itu
saat turun, Joana pergi ke toilet, tapi ia merasakan sakit pada bagian alat vital nya, ia bingung apa yang terjadi semalam
kembali ke kamar nya, dan sudah ada Samuel..
"astaga, kamu mengangetkanku saja" kata Joana
"darimana?"
"buang air kecil"
"sini"
"tidak"
"sinii"
Samuel menarik tangan Joana tapi Joana tidak mau, tapi semakin ditolak, membuat Samuel semakin memaksa Joana melakukan itu, dan seharian dari semalam hingga masuk malam berikutnya, membuat Joana tidak lagi berdaya karna seharian full mereka bermain sebanyak lima ronde permainan
baru malamnya, saat para anak buah Samuel datang, mereka mengetuk kamar Samuel
"yaa" jawab Samuel
"kami datang bawakan makan bos" kata Ravansa
"taruh saja, tar lagi aku turun"
"iyaa"
Joana masih tidur, Samuel membangunkan Joana, saat Joana membuka mata nya dan menatap kearah Samuel, ia meremas lengan Samuel
"aduh, ih, kenapa?" tanya Samuel
"sakit" ucap Joana melirik arah vitalnya
"dah sembuh nanti"
Joana tidak mau turun, jadi Samuel yang turun untuk makan..
"bos, kok sendirian?" sapa Ravansa
"iya, Joana tidur"
"ahh, ini aku belikan buat dia juga"
"iya nanti aku yang bawa ke dia"
"kenapa Joana bos?" tanya Fabian
"capek lah semalam sehari main" jawa Nico
"huss Nico" ucap teman temannya
"aah maap bos" jawab Nico
mereka makan, tak lama Samuel selesai, ia kembali kekamarnya membawakan makanan untuk Joana itu, ia pun masuk lalu menyapa Joana
"makan ya sayang" kata Samuel
"iya, sini aku bisa"
"iya sini biar aku yang suapi"
"emm"
Samuel menyuapi Joana makan malah ia tidak tahan, ia tergoda gegara melihat bibir Joana saat mengunyah makanan
setelah makanan selesai, Joana mengunyah makanan suapan terakhir, baru menelam makanannya, malah Samuel langsung mencium bibir Joana
"kaaak, apa?" tanya Joana
"aku mau lagi, main lagi" kata Samuel
"astaga, kak, aku belum bisa bangun loh, masak main lagi"
"sekali saja"
"kemarin juga sekali, tapi lima kali" jawab Joana
Samue tidak peduli, ia menarik paksa Joana dan melakukannya lagi dan itu berjalan selama 2 hari kemudian dimana Samuel tidak berhenti main
sementara diluar, Max datang...
"Max" sapa Fabian
"Bian? Joana tidak balik dua hari ya, apa sama kamu?"
"emm, iya masuk dulu"
"okeh"
"iya Joana masih sama bos Sam" jawab Fabian
"ahh yaudah, aku tidak tenang karna kan yang menyuruhku bos Theo mengawasinya"
mereka sama sama diam disana, baru Fabian menjelaskan, pernikahan antara Joana dengan Samuel, tentu itu membuat Max kaget..
"emm, Max, aku harus kasih tau ini, kepadamu" kata Fabian
"ahh? apa?"
"Joana dan bos Sam menikah"
"menikah? wooh? bagaimana mungkin?"
"mungkin lah, bos ku kemarin menikahinya paksa, bahkan ada orang yang menikahkahnya sendiri"
"ahh, asal kau tau, alasan bos ku pergi dua minggu ini, karna dia juga mengurus segala terkait pernikahan nya dengan Joana, karna bos mau semua jelas atas pernikahannya" kata Max
"ah? apa iya? kenapa kau tidak bilang?"
"aku mau bilang ke siapa? gak kepikiran juga sih"
mereka diam bersama, sama sama dalam diam mereka berpikir, apa mungkin itu artinya jika Joana menikah tercatat tiga kali dengan tiga orang berbeda?
Fabian mendapatkan kabar itu memberitahu anak buah Samuel lainnya, Max juga, mengatakan apa yang ia dapatkan sekarang
semua kaget, tapi mereka bisa apa? ya hanya diam, makin kasihan malah sama Joana
hari berlalu, seminggu pernikahan Joana dengan Samuel dan artinya seminggu pernikahan Joana dengan Motheo, kedua pria itu di pertemukan oleh Joana, Joana akan membahas ini hari itu juga
setelah semua berkumpul di rumah Samuel, karna terakhir Joana ada dirumah Samuel, lalu Joana mengambil buku nikahnya dengan Samuel dan juga Motheo, lalu ia melemparkannya dimeja sana
"kalian lihat ini? pernikahan paksa ini buat saya gila, tega kalian ya? melakukan ini? aku harus menikah sama dua pria kejam, lalu apa misi kalian setelah menikahiku?" tanya Joana
"kami tidak kejam, kami kejam bukan padamu" jawab Motheo
"tidak salah berucap kau? kau saja pernah membentakku"
"apa? kamu benar? tapi biar kamu menurutiku, karna aku cinta sama kamu, aku tau apa yang baik untuk kamu" jawab Motheo
"lalu apa sekarang mau kalian? coba jawab saja? bukannya sudah yang kalian mau? ini kan? menikah kan? lalu tidur bersama ku, sudah kuturuti, apa lagi?" tanya Joana
Motheo berdiri dan mendekati arah Joana, lalu mengusap perut Joana, ia mengatakan lagi karna ia pernah mengatakan ini sebelumnya
"bayi, aku mau bayi, aku sudah pernah bilang ini" kata Motheo
"jangan gila, aku tidak mau hamil, anak diantara kalian"
"Joana, sudah lah terima saja kenyataannya, menikah dengan kami tidak membuatmu rugi" jawab Samuel
"tidak rugi?" tanya Joana
"aku berikan apa saja permintaanmu, semuanya" jawab Samuel
"aku lebih mampu dari itu" jawab Motheo
"permintaanku? kembalikan aku ke indonesia" jawab Joana
seketika itu mereka mundur lalu diam..
"kenapa?" tanya Joana
"dengarkan aku, sekali ini saja aku katakan, buat terakhir kalinya, aku tidak akan membiarkanmu kembali ke indonesia, selamanya" jawab Samuel menatap tajam arah Joana
"satu hal lagi, aku tidak akan pernah membiarkan apapun terjadi, kamu keluar dari amerika" kata Motheo
Joana menarik napasnya, lalu melepaskannya secara perlahan dan duduk di sofa yang lain, sembari menahan keningnya dengan tangannya karna cukup merasakan pusing ini
disini Joana berpikir, apa ia akan memutuskan tinggal di amerika saja? apa takdir nya tidak akan kembali ke indonesia? begini kah penyesalan? rasa sakit terkuat yang pernah ada
merasa cukup tenang, Samuel membuka pembicaraan tentang tawaran bulanan ia harus berikan
"berapa bulanan yang kamu minta, aku beri" kata Samuel
"berapa memang?" tanya Joana
"aku tanya kamu, kamu lah tentukan sendiri kamu berapa minta, butuh berapa" kata Samuel
"aku tidak bisa berpikir hari ini" jawab Joana
"gini, penawaran, aku akan memberikan kamu izin pergi kembali ke indonesia, setelah 3 bulan pernikahan kita" jawab Samuel
"jangan gila Sam, dia bakalan pergi" kata Motheo
"tunggu dulu, aku belum kelar" jawab Samuel
"apa lagi? ada syaratnya ya?" tanya Joana
"jelas, jangan kira aku lepas begitu saja" jawab Samuel
"apa?" tanya Joana