
'iya, sabar sayang, akan ada waktunya" jawab Joana meyakinkan suaminya
"aku apa harus pindah ke amerika biar bisa tinggal bersamamu?" tanya Egar
"jangan, jangan tinggalkan indonesia, aku tidak mau kamu pergi tinggalkan keluarga disana, secepatnya aku akan kembali indonesia nanti" kata Joana
setelah seminggu bertemu dan selama itu juga wajib berhubungan badan sehari 10 jam, Egar dan Joana tidak pernah merasa sakit atau kelelahan melakukannya karna selain karna sudah menjadi keseringan mereka melakukan nya, karna atas dasar cinta juga berpengaruh
Joana juga melakukannya dengan Motheo dan Samuel tapi tidak dengan dasar cinta, tapi terpaksa
beberapa hari lepas Egar balik, Joana melakukan tak hanya dengan Egar tapi juga dengan Samuel, dengan Motheo sudah jarang bahkan sejak memiliki bayi, mereka tidak pernah melakukannya, karna kan Joana tinggal bersama Samuel sejak selesai lahiran
hari berjalan, ketika di bulan kedua setelah ketemuan nya dengan Egar, Joana kembali mengalami sakit perut, ia mulas dan mual, merasakan itu ia pun memutuskan untuk pergi periksa, pengalaman sebelumnya ia mengalami itu artinya hamil, apalagi Joana tidak lagi konsumsi obat KB nya sejak ia hamil
setelah bertemu dengan Shilly lagi, Shilly memeriksa dan benar Joana disana hamil keduanya, dimana anak kemarin dilahirkan oleh Joana belum genap setahun
"serius kak? masak aku hamil?" tanya Joana
"iyaa, kamu hamil Joana, ini hasilnya" kata Shilly
"gimana ya kak? kok gini dah? anakku kemarin tau sendiri masih 10 bulan"
"ya kamu gak minum obat KB nya lagi ya?"
"ya gak udah, malas, habisan aku kebobolan"
"ya kan bisa habis lahiran minum lagi, kalau gini ya jelas kamu hamil lagi"
"astaga, aku mana tau kak, terus gimana ini?"
"tidak tau aku, kamu ini yang gimana?"
"berapa bulan ini hamilku?"
"enam minggu"
"sebulan setengah?"
"iya"
"astagaaa" ucap Joana bingung
yaa lah, bayi kemarin belum genap setahun, sekitar 10 bulan, tapi Joana sudah hamil lagi, dan itu cukup cepat karna Joana memang melepaskan rutinitas minum KB nya, andaikan masih konsumsi sejak ia melahirkan, ia tidak akan hamil, meskipun kebobolan juga kan gak secepat ini hamil
Joana bingung lagi, ini anak siapa? apa anak Motheo lagi? tapi tidak mungkin karna 10 bulan ini ia hanya berhubungan dengan Samuel bukan Motheo
sama Egar juga Joana malah berpikir itu tidak mungkin, tapi Joana tidak sama sekali yakin itu adalah anak Egar
padahal perhatikan lagi lama nya kehamilan Joana yaitu sebulan setengah, sementara sebulan kemudian baru Joana kembali melakukan hubungan badan nya dengan Samuel, jadi pas waktu melakukan itu Joana sudah hamil
kehamilan keduanya ini masih sama dengan kehamilan sebelumnya, dimana kerjaan Joana selalu makan makan makan, ketika melihat istrinya makan banyak padahal Samuel tau istrinya bukan pemakan banyak, ia curiga
"kamu hamil lagi sayang?" tanya Samuel
"iya, aku hamil kata dokter Shilly, aku sudah periksa" kata Joana
jelas Samuel senang, jika kemarin ia belum siap memiliki anak, setelah tau anak kemarin adalah anak Motheo, kali ini ia bahagia Joana hamil
"jangan ke dokter itu, besok kita ke dokter Yonna" kata Samuel
"ya udah terserah kamu saja" kata Joana
Joana hamil, membuat Samuel bangga dan akhirnya bisa memiliki anak dari Joana, Joana meminta Samuel membawa Motheo dan anaknya untuk ketemuan dirumah itu sebelum ia kembali pindah kerumah Samuel lagi
Samuel menuruti nya, dikehamilan ini, Samuel menuruti apa pun diminta oleh Joana
setelah Motheo datang bersama anaknya, tapi Motheo tidak sendirian membawa anaknya. Motheo membawa juga sitter pengurus bayinya, yaa cukup tua, usianya mungkin lebih tua dari Motheo, bukan anak muda
Joana berjalan mendekati Motheo dan menggendong anaknya, Motheo memberikan kode kepada sitter nya untuk memberikan bayi itu kepada Joana
Joana begitu senang bisa menggendong bayinya lagi, Motheo dan Samuel mengobrol berdua, Samuel menjelaskan tentang kehamilan Joana
"oh ya? hamil lagi?" tanya Motheo
"ya dong, kalau ini sudah pasti anakku"
"aku akan ke dokter Yonna yapi tapi minggu depan"
"ahh, kurasa aku harus ikut untuk pemeriksaan untuk DNA"
"apa apaan? kamu berpikir ini anakmu lagi?"
"ya tidak, udah lah, salah memang aku ikut? gak kan?"
"gak usah ikuy sudah pasti itu anakku"
"ahhhss udah lah, aku akan berikan kamu kejutan saat DNA"
"apa?"
"apa kata nanti lah"
Joana mengobrol dengan sitter nya, membahas soal konsumsi bayi nya, popok nya, pakaiannya, beberapa hal lainnya
ketika Joana menggendong bayinya dan berjalan kearah depan Motheo...
"ini siapa namanya?" tanya Joana
"itu biar urusanku, kamu tidak perlu tau siapa namanya" jawab Motheo
"lah bagaimana bisa aku ibunya tidak tau nama bayi kulahirkan?" tanya Joana
"jangan paksa aku, aku tidak akan memberitahumu apapun soal nama bayi ku" kata Motheo
"yaudah, tapi kamu jangan kasar ya sama anakku, aku tau kamu lelaki keras, tapi tolong sayangi dia" kata Joana
"kamu tenang saja Joana, aku menganggapnya adalah kamu, jadi bagaimana mungkin aku kasar kepadamu, kamu tau itu kan?" tanya Motheo
Joana mengembalikan bayinya kepada sitternya, lalu ia memeluk Motheo disana
"aku sudah merelakan hidupku untukmu, jaga bayiku" kata Joana
"iya sayang, aku cinta sama kamu sampai kapanpun" kata Motheo memeluk balik Joana
saat nya berpisah, Motheo dan sitternya pun pergi membawa anak nya pergi juga. tertinggal Joana Samuel
sorenya, mereka pindahan rumah, Joana balik kerumah Samuel, tapi di waktu bersamaan mereka datang, Samuel kaget dirumahnya ada Ferla
"Ferla? kamu ada apa kerumahku lagi?" tanya Samuel
"aku hanya ingin ketemu onty Joana" kata Ferla
"urusan apa?"
"ya aku sudah berjanji akan mengurusnya"
Joana menjelaskan kepada Samuel tentang Ferla menawarkan dirinya bekerja membantu Joana, Samuel yang menuruti apapun ucapan Joana, mengiyakannya saja
Ferla juga sudah memberikan hidupnya kepada Joana sebagai tanda penyesalannya pun membantu Samuel menuruti beberapa keinginan Joana soal ngidam nya Joana
tak sama dengan kehamilan sebelumnya bahkan Samuel menuruti semua apapun diminta Joana
"Ferla, aku pergi bekerja, kamu tepati ucapanmu, kalau ada apa apa dengan istriku, kupecahkan kepalamu" kata Samuel
"yaa uncle" jawab Ferla
"hem... pinter"
tinggallah Joana dan Ferla
"Ferla makasih ya, kamu sudah mau menemaniku, aku sebelumnya tidak memiliki teman" kata Joana
"apa iya? kamu sendirian selama ini? anak buah uncle? kan banyak?"
"beberapa saja ikut aku"
mereka cerita banyak hal, Joana menceritakan tentang beberapa hal soal keluarganya diindonesia, tentang banyak kehidupannya, Ferla mendengarkan cerita semua Joana disana