
"waah enak dong" jawab Elyas
"makanya pak, ayo ajak saya jalan kah gitu" kata Halburt
Halburt memanggil "pak" kepada Elyas dan Lerry, karna memang status jabatan mereka jauh, Elyas pengawas toko utama itu dan Lerry pengawas pabrik supplier, sementara Halburt satpam, meskipun sama sama pengawas tapi tetap satpam masih dibawa status jabatan Elyas dan Lerry
lalu kenapa Elyas dan Lerry sama sama memanggil "pak" kepada Halburt juga?
karna usia Halburt lebih tua dibandingkan mereka berdua, Halburt sendiri masih seusia dengan Motheo, mungkin seumuran atau lebih muda Motheo sedikit
"gimana kalau malam liburan kita vacation, kemana gitu, resort" jawab Lerry
"waah boleh itu pak, bisa bisa, ayo saya mau ikut dah" sambar Halburt
"duh, saya janjian sama Erisa menginap dirumahnya karna dia mau adakan makan makan dirumah nya sambil bakar bakaran berkumpul gitu dan saya di ajak" jawab Elyas
"waah sayang sekali" kata Halburt
"memang berapa hari kamu menginap?" tanya Lerry
"ya sehari itu"
"ya kita kan punya waktu sehari semalamnya lagi"
"iya udah kalau begitu gimana hari pertama saya tetap pergi, saya menginap saja dikontrakanmu (Lerry) dan menginap disana, baru hari keduanya kan kita bisa jalan sepulangnya pak Elyas" kata Halburt
"boleh itu boleh" jawab Elyas
pembahasan mengisi waktu libur selesai dan ketiganya kembali kesibukan masing masing
5 hari kemudian, dimana hari libur itu tiba, Elyas pergi dari pagi bersama Erisa untuk berbelanja dulu karna yang punya acara nya kan Erisa, jadi Erisa yang akan masak
karna belum siap bahan jadi perlu belanja dulu, dan Elyas pun pergi berpamitan karna mobil Erisa ia yang bawa, tak lama Elyas pergi Halburt datang
"kemana pak Elyas? belum berangkat kan?" sapanya
"baru saja, naik mobilnya"
"bah, baru saja? kenapa dia cepat sekali?"
"tau deh"
mereka pun masuk sementara Elyas sampai dirumah Erisa, mereka langsung pergi dan menikmati jalan mereka berdua disana, baik Elyas dan Erisa sama sama merasakan kebebasan dalam hubungannya kali ini
yaa, sama sama memiliki hubungan sebelumnya, keduanya merasa tidak nyaman dilanjutkan lagi dengan pasangan mereka karna keduanya sama sama membutuhkan waktu keberasaan
Erisa tidak dapat itu dari Fabian karna Fabian sangat sibuk pekerjaannya apalagi ia wajib menjadi orang yang selalu dalam perintah utama Samuel
sementara Elyas tidak dapat itu juga (waktu) dari Joana melihat sibuknya Joana juga lebih mengutakan kuliahnya dibandingkan apapun termasuk dirinya
"ada lagi yng kurang?" tanya Elyas
"apa ya?" ucap Erisa melirik sana sini sambil mikir
"kebetulan belum pergi ini babe, kita beli lah apa yang butuh, kalau udah pulang bingung"
"sudah babe, sudah"
"bener ya?"
"iyaa"
setelah selesai, Elyas balik kerumah Erisa, lalu mulai membantu pacarnya itu untuk menyiapkan semuanya, waktu berjalan cepat karna semua sudah berakhir, waktunya malam beristirahat, mereka tidak tidur sekamar karna bagaimana pun Elyas masih memegang prinsip orang Indonesia
menghargai gadis lain dengan tidak tidur bersama sebelum menjadi istrinya, dan Erisa merasa itu adalah pikiran baik, karna artinya Elyas memilih menghargai kesucian Erisa
ini juga sikap yang membuat keluarga Erisa begitu menyukai Elyas berhubungan dengan Erisa, maklum, di amerika kehiudpan disana lumayan bebas
"pakai saja ini, aku naik taksi saja" kata Elyas
"loh kamu saja babe, masak ada mobil malah naik taksi, biasa kan kamu bawa"
"eh iya tapi jangan hari ini, hari ini kan banyak masih keluargamu, siapa tau butuh antar mereka"
"kamu terus?"
"ada taksi, aku sudah memesannya"
"oh"
Erisa menemani Elyas didepan gerbang rumahnya, sembari menunggu taksi itu datang, dan taksi sampai, Elyas masuk lalu taksi berjalan pergi
taksi yang dikendarai Elyas adalah taksi Alberto, dimana ia menggantikan staffnya libur hari itu, yaa terbilang memang Alberto adalah atasan paling mengerti situasi jika ada staff taksi atau supir taksi yang bermasalah atau ada halangan, ia menggantikannya sementara
dan keduanya baik Elyas dan Alberto sama sama tidak saling kenal meskipun sama sama mengenal nama Joana
"pak, ketempat tujuan? atau ada tempat lain lagi?" tanya Alberto
"tidak kok pak, sesusai aplikasi saya kirim tadi"
"okeh baiklah"
Alberto kembali fokus dengan setirnya tapi Elyas masih sibuk dengan hapenya, tak lama ia malah mendapatkan telfon dari adiknya
"halo bang, abang dimana?" tanya Elva
"di jalan, mau balik ke kontrakan, ada apa? kenapa telfon?" tanya Elyas dengan bahasa indonesia
seketika itu membuat Alberto kaget dan langsung memerhatikan Elyas diam diam dari kaca spion dalam mobil itu
Alberto coba mengingat apa ia pernah tau pria itu, tapi ia tidak mengingat apapun, ia hanya merasa jika ia teringat kepada Joana, karna i la tau Joana begitu lancar bahasa indonesia bahkan memang Joana kan lahir dari indonesia
"ini bang, aku bulan depan liburan bang, tahunan, aku tahun baru ke amerika dong"
"serius? naik apa? sama siapa?"
"kok nanya naik apa dah? ya naik pesawat ih gimana sih, makanya aku telfon buat aku mau minta uang bang buat transportasi"
"oh, mgeyusahin gue rupanya"
"yaelah bang buat gue ini, gue belum pernah ke amerika seumur umur bang, ya bang"
"iya deh iya. nanti telfon lagi malam, abang diluar ini ya"
"ya bang okeh bang siap bang siap"
Elyas menutup telfonnya, sampai dirumahnya ia membayar sesuai tagihan dari taksi lalu turun, Alberto pergi kembali kekantornya dan sorenya Alberto juga pulang kerumahnya
sesampainya Alberto dirumahnya, ia mandi dan duduk bersama sang istri di depan rumah hingga jam makan malam, makan malam mereka pergi makan kedalam rumah dan hanya berdua
karna anak mereka (Ranya) sedang banyak sekali tugas kampus karna bentar lagi lulus jadi tidak bisa dipastikan kapan ia datang
setengah makan, Ranya sampai, ia melihat ayah ibunya makan dan lanjut masuk kamar, Alberto dan istrinya tidak tau jika Ranya datang
setelah makan, duduk didepan televisi sambil menonton acara sore seperti talkshow dengan beberapa selebriti, yang tepat ruang televisi ada didepan pintu kamar Ranya, Ranya pun keluar dari kamarnya...
"kamu datang?" sapa istri Alberto
"iya ma, ini baru, aku lihat kalian makan tadi jadi langsung masuk"
"udah sana makan, masakan masih ada"
Ranya pergi kedapur lalu mengambil piring untuk nya makan tapi saat balik ke meja makan...