
setelah mendapatkan Joana
"Joana, kamu dari mana?" tanya Joana
"aku tadi ada urusan, kamu kenapa gak tunggu aku?" tanyanya
"aku ada urusan"
"aku pikir kamu pulang" kata Joana
"mana mungkin aku tinggalin kamu, oh ya, kenapa nomormu tidak aktif?"
"mati, boleh pinjam pakai powerbank kamu ya" ucapnya manja
"emm dasar ya kebiasaan buruk kamu ini, di charger kalau mau keluar atau bawa itu power bank" kata Elyas
"iya maaf deh"
setelah mencharger, mereka duduk dulu berdua,disana mulai bertanya kebenaran mengapa Joana semudah itu mau kepada Feris, Joana tidak mengatakan sebenarnya karna ia pikir itu urusan dia
"aku hanya ingin tau berpacaran bagaimana rasanya" kata Joana
"aku juga menyukai mu kalau kamu bilang sama aku, aku akan membuat kamu jauh lebih bahagia dibandingkan Feris" kata Elyas
"aku tidak tau kak"
"iya gakpapa" jawab Elyas menyentuh kepala Joana dan mengusapnya manja
tapi ternyata lagi lagi Feris datang dan melihat itu dengan Jelas
"Joanaaaa" teriak Feris
"kak Feris?" ucap Joana kaget
"oh jadi hape kamu mati karna ini?"
"kak, hapenya mati karna tidak ada charger, di bawa sama Wita dan ketinggalan, ini aku pinjam sma akak Elyas" jawab Joana
seketika itu Feris merampas hape Joana dan memasukkan ke tasnya lalu menarik Joana
sebenarnya Elyas tidak masalah jika Feris membawa Joana tapi ketika ia tau Joana kesakitan maka ia tidak tinggal diam saja
"aduh, kak Feris, sakit tangannya" kata Joana
seketika itu Elyas berdiri lalu mendorong Feris sampai terjatuh
"wooh" ucap Joana juga kaget
"kamu boleh membawa dia pergi, aku tidak pernah marah kamu mendorongku dan kasar padaku, asal kamu tau, dikampus ini tidak ada yang berani mendorongku tapi kamu kasar sama Joana, jangan pikir aku diam" kata Elyas
"hei, siapa kamu, kan terserah aku? aku pacarnya dia, dia milik aku" jawab Feris menatap tajam kearah kedua mata Elyas
keduanya saling menempelkan kening satu sama lain bersiap ber adu, tapi Joana menarik paksa mereka agar tidak melanjutkan perkelahian
"kak, udah ya, kalau kalian bertengkar, dosen nya marah" kata Joana
"kamu pergi sama aku sekarang" ucap Feris
"tidak akan aku ijinkan, Joana tetap disini" bentak Elyas
"oh okeh, tanya sama dia, mau ikuti siapa?"
"aku pergi sendiri" jawab Joana
tapi akhirnya kedua pria itu membuntuti Joana, Joana terus berjalan sudah capek pertengkaran keduanya
beberapa orang disana menyayangkan tentang hubungan Joana itu, memang dikenal murid berprestasi di kampus tapi kenapa mau berpacaran dengan Feris dan berurusan nya dengan Elyas
antara kasihan tapi Joana terlalu polos, tidak mau membedakan teman baik dan buruknya
semua orang tidak ada yang sempurna, ketika fisik dan otak sempurna bahkan wajah sangat sempurna tapi pilihannya soal percintaan tidak sempurna
bahkan banyak yang mengira jika Feris memakai pelet untuk mengikat Joana, tapi itu tanggapan salah ya
Joana mengaku ia tak pernah sama sekali terpaksa atau dipaksa menyukai Feris mau berpacaran dengan Feris terserah orang bilang apa
tapi soal pilihan termasuk pilihan Joana memilih Feris itu adalah salah
terbukti dimana Elyas memang menjadi lelaki paling kejam pada siapapun tapi tidak ketika ia didepan Joana semua tidak berlaku
pun sama dengan image Feris yang pemberontak dan otak cerdas dengan banyak nya akal bulus, tidak berlaku didepan Joana
karna baik Elyas atau Feris memang tidak melakukan sedikit saja kekerasan pada gadis dicintainya meskipun kekerasan itu ia lakukan pada orang lain tapi tidak pernah didepan Joana..
saat setiap hari nya Feris selalu antarkan pulang Joana kerumah tapi Feris tidak pernah masuk karna kebetulan dihari sama selalu tidak pernah ada orang dirumah
Joana mengajak Feris datang dan berkenalan dengan ayah ibu tante dan om nya..
karna memang merasa jika dirinya serius atas hubungan dengan Joana, Feris menerima ajakan dan datang kerumah Joana
sesampainya..
"maaa.. Joana pulang" sapa Joana
"iya Joana masuk saja ganti baju terus makan"
"maaa, aku sama temenku"
"oh sama temen, siapa"
Melanie pun menyapa Feris..
Feris memang terlihat sopan padahal bajunya terbilang anak berandalan..
mengobrol banyak hal bersama Melanie, Melanie memang orang yang asik untuk bicara dan sharing meskipun telah ibu ibu
"kalau besok aku datang lagi kerumah boleh tidak?" tanya Feris saat akan pulang
"oh boleh, aku tungguin, jangan mendadak tapi ya, kabari dulu"
"oya"
sejak itu, Feris sering datang seminggu dua kali kerumah Joana hingga berkenalan dengan seluruh keluarga Joana dan hingga ayah ibu Joana mengetahui jika hubungan Joana dan Feris berpacaran karna Joana terbuka kepada mereka
"jadi kemarin yang kesini terakhir itu pacar Joana?" tanya Melanie
"iya ma, boleh kan ma Joana pacaran? papa bilang sudah lulus SMA kan bolehnya"
"iya boleh nak, gakpapa" jawab Amir
Amir selalu mengatakan kepada anak perempuannya jika selalu menjaga diri situasi apapun, baik buruk nya kondisi, terutama saat memutuskan berpacaran dengan seseorang
"iya pa, Joana dengar semua ucapan papa, mama, bibi juga pak Dimas" kata Joana
"iya, jaga diri saja, Joana kan sudah pintar jaga diri sendiri" kata Melanie
"iyaa ma"
sementara kebersamaan Joana dan Feris memang tidak pernah berubah begitu pula persahabatan Joana dengan Ello dan Vera bahkan Wita, tidak ada yang bisa merubah persahabatan mereka
"ver, nanti yang information di bagian anak anak perikanan, tolong semua hapus deh, soalnya kan sudah lama" kata Ello
"iya, berlakukan sistem kalian saja" jawab ketua senat yang lama yaitu Galen
"siap bos" jawab Vera
"soal di anak ekonomi, aku dapat information tentang nilai bulanan tugas mereka apa masih berlaku di mading umum?" tanya Joana
"ahh soal nilai mereka kamu hubungi ketua setiap kelasnya aja, mereka mau gimana"
"iya baiklah"
tapi keduanya juga sibuk, Ello dengan jabatan baru ketua senat nya dan Vera sibuk dengan jabatan baru era baru karna diangkat Ello menjadi ketua majalah dan information diseluruh kampusnya
tapi memang bukan karna Joana dan Feris berpacaran alasan persahabatan mereka sedikit renggang, cuma banyak yang menyangka perihal itu karna hubungan Joana dengan Feris dianggap tak lazim
"kalian bicara soal apa?" tanya Dipo pada tiga dosen saat makan dikantor
"eh pak, maaf pak"
"iya gak masalah, saya juga tertarik topik pembicaraan kalian, memang ada apa dengan Joana?"
"oh Joana itu loh pak, dia kan berprestasi, ah semua dosen sudah tau nama dia pak"