My Name JOANA

My Name JOANA
31



Arsan juga penasaran bagaimana bisa seorang Elyas menyukai Joana jadi ia menyapa Joana


"Joana" sapa Arsan


"eh kak Arsan? ada apa kak?"


"aku hanya lewat mau pulang"


"oh sudah kelasnya?"


"iya sudah, em kamu sendirian, kemana Feris?"


"kak Feris ada kelas"


"ooh"


"terus kau kenapa sendirian, kak Elyas sama kak Mikail kemana?"


"mereka kerumah sakit"


"oh, kenapa ya kak?"


"adiknya Elyas kecelakaan"


"loh apa iya? astaga kasihan terus gimana?"


"ya gak tau, mereka sudah pergi, aku baru selesai ada kelas soalnya"


"emm, aku pengen lihat adiknya, aku boleh meminta alamat nya?"


"alamat apa?"


"rumah sakit nya"


"di mitra kartini"


"oh disana"


"iyaa"


"oh ya, kamu sudah makan?" tanya Joana


"aku? emm ini mau pulang kok, dirumah makan"


"oh, ini kalau mau aku beli tadi di kantin, ada ibu ibu jualan tidak laku tapi aku tidak suka makanan laut" kata Joana


"loh semuanya?"


"iya semua, bisa buat makan bareng keluarga"


"ini aku ganti berapa uangnya"


"jangan lah, ambil saja, aku kasih nya gratis masak bayar"


"nanti aku dimarah oleh Elyas"


"sudah biar alu yang bilang kalau dia tau"


"ohh"


"aku pergi dulu ya kak, aku juga mau ada kelas satu menit lagi, kakak dijalan hati hati" kata Joana menyentuh lengan Arsan


"ahh iya iya" jawab Arsan


yaa bagaimana tidak jatuh cinta, tak hanya cantik, Joana anak yang baik, dia baik sekali dengan tutur ucapan lembut dan menenangkan, dia pantas direbutkan tapi dia tidak pantas mendapatkan diantara Feris atau Elyas


itulah dipikiran Arsan sejak tadi, yaa karna Arsan tau bagaimana sosok Elyas, dan digabungkan dengan Joana, ia berpikir seperti magnet yang berlawanan, sulit disatukan


entah mengapa pikirannya jauh padahal hanya karna dikasih ikan matang tapi cara memberikan nya Joana kepadanya sangat enak didengar dengan kelembutan super lembut nya


hari berlalu, esoknya dimana saat Joana ada dikelas, ia duduk bersama Ello, Egar, Vera dan Wita


karna Wita cukup sibuk, terbilang Wita adalah teman Joana yang paling sibuk diluar kampus daripada didalam kampus jadi tidka heran jika Wita benar benar hanya datang kekampus untuk pelajaran saja


"emm aku pergi duluan ya" kata Wita


"iya Wita byebye" sapa Vera


"hati hati, jangan keburu buru dijalan" jawab Joana


"emm"


saat Wita pamitan dan pergi karna pelajaran sudah berakhir, tertinggal Joana bersama Vera, Egar dan Ello, mereka duduk berempat awalnya tapi Vera juga malah keluar duluan dan berpamitan


"aku juga harus pergi" kata Vera


"pacaran loe?" sambar Egar


"ssstt" jawab Vera


Vera pun pergi, dan saat Egar duduk disamping Joana dan menatap arah Joana, dalam hatinya ia berpikir, ia takut mendekati Joana, karna sikap Feris dan Elyas keterlaluan, ia malas berurusan dengan dua singa nya kampus


tak lama saat menatap Joana, ia tidak sadar jika Ello tidak ada, dan ditambah ia melihat Feris hampir saja sampai dikelasnya


akhirnya Egar langsung memalingkan wajahnya dan mengobrol dengan Nanda (L), salah satu teman kelas Joana disana


sementara Feris menyapa Joana


"babe, aku antar pulang ya, kamu mau langsung pulang kan?" tanya Feris


"oh aku masih ada urusan ketemu pak Dori" kata Joana


"waah, lama?"


"iya"


"aduh, gimana nih"


"kamu keburu ya? pulang saja sana, aku sendirian pulangnya"


"ya gak enak lah, masak aku biarin"


"beneran nih?"


"iya sana"


Feris pergi, dan ia beruntung tidak meyadari jika ada Egar disana, sementara Egar bersama Nanda tadi


seketika Nanda langsung tersenyum dan menahan tawa karna ia tau apa yang ada dipikiran Egar


"hadeh kamu takut ya" kata Nanda


"iya lah, siapa mau dimakan singa?" jawab Egar


"hemm haha"


"tapi aman ini kan sudah, jadi bebas"


"hati hati, ada mata matanya disini"


"siapa?"


"ada lah pasti mata matanya disini, aku tau kalau dikelas ini nih ada mata mata dari 5 orang yang menyukai Joana"


"5? siapa saja?"


"aku tidak tau siapa saja"


"maksudnya mata mata dari pria yang menyukai Joana? bukannya ada 4? kan Feris, Elyas, kak Michel, Nero? 4 doang"


"Galen"


"Galen? Galen suka sama Joana?"


"oamu gak tau? dih"


disini baru tau jika saingan selain keempat pria singa nya kampus ternyata ada 1 saingan berwujud kelinci yaitu Galen, kenapa kelinci, karna ia tidak terlihat menyukai Joana


lalu siapa Nanda?


Nanda adalah salah satu teman Joana dikelas sejak awal masuk, cukup dekat dengan Joana tapi sama dengan Wita jika Nanda jarang bareng sama Joana


dan Nanda memang tau jika ada 5 orang mata mata dikelasnya untuk mengawasi apapun terjadi dikelas Joana, tapi ia juga tidak tau siapa kelima mata mata itu


"ahh jangan jangan salah satunya adalah kamu" ucap Egar


"apaan? tidak lah"


"kak, ayo katanya mau bareng pulang?" tanya Joana


"ayo"


"Joana kalau aku bareng juga ya" kata Nanda


"ya Nanda, ayo" ajak Joana


mereka jalan bertiga, tapi saat baru akan sampai di lantai utama dan akan keluar, seseorang menyapa ketiganya


"Joana" sapanya


"iya, eh ada apa?"


"tadi aku kekelasmu, kata anak sana kamu baru pergi jadi aku berlari, aku disuruh oleh pak Dipo memanggilmu"


"oh, ada apa?"


"tidak tau, tadi pak Dipo dari ngajar dikelasku, dan suruh aku panggil kamu saja, katanya ditunggu diruangannya"


"oh iya makasih"


Joana pun tidak jadi pergi, berpisah dengan Egar dan Nanda, sesampainya diruangan Dipo, Joana mengetuknya lalu menyapanya


"selamat siang pak Dipo" sapa Joana


"siang, duduk Joana"


"baik pak"


setelah Joana duduk, Dipo membahas beberapa nilai dulu dengan Joana, setelah selesai baru membahas soal Feris


"emm sudah pembahasan nilai, lalu ada yang mau saya bahas lainnya" kata Dipo


"oh bisa pak, soal apa ya pak?"


"Feris"


"kak Feris?"


"saya mau tanya kamu benar suka sama dia?"


"maaf pak tapi saya dengan kak Feris sudah berpacaran, jadi pasti suka"


"kamu serius pacarannya?"


"emm kenapa ya pak? apa dilarang murid pacaran?"


"ahh bukan, tidak ada larangan, kamu boleh dengan siapa saja tapi saya disini hanya mau bilang satu hal"


"ya pak"


"Feris anak saya" jawab Dipo


seketika itu Joana kaget, karna ia juga baru tau soal Dipo adalah ayah dari Feris


"oh pak, maafkan saya pak, saya tidak tau kalau kalian.." jawab Joana terpotong


"iya tidak apa, saya panggil kamu bahas ini, saya cuma mau bilang makasih sudah menjadi orang baik untuk anak saya dan membantu anak saya berubah"


"berubah?" tanya Joana bingung