My Name JOANA

My Name JOANA
64



"tidak, aku mau pergi mencari dvd buat adikku" jawab Akeyla


"ahh, yaudah"


"bye Cello, bye Joana" sapa Akeyla


"yaudah deh, aku juga pergi, barengan aja ke parkiran key, bye Joana" sapa Marcello


saat kedua teman Joana keluar, mereka melihat tak jauh dari pintu kelas itu, seseorang pria yang mereka rasa mereka pernah kenal


Akeyla dan Marcello saling bertatapan dan melihat kearah satu sama lain, postur saja sudah seperti mereka kenal, seperti tidak asing, tapi siapa


sambil berjalan, sambil mereka mengingat siapa pria itu, dan yang mereka maksud adalah Motheo, dimana Motheo disana memang memakai masker penutup wajah, kacamata hitam dan topi hitam, tapi gaya pakaian nya yang membuat Akeyla dan Marcello mengingat sosok orang disana


setelah Akeyla pergi, Joana keluar, lalu melihat masih ada Motheo, ia menghampirinya


"hai kak, aku pikir sudah pulang" kata Joana


"iya, aku juga sudah pergi tadinya tapi penasaran saja ketika kamu kuliah"


"hahah bisa saja, oh ya, kakak sudah makan?"


"makan? emm"


"ini sudah sore, ayo makan, aku sudah tidak ada kelas"


"makan dimana?" tanya Motheo


"dirumah ibuku saja"


"hah rumah ibumu?"


"iya, ibuku pasti masak"


"kenapa gak pergi kerumah makan lain?"


"ya kalau ada ibu memasakkan ngapain pergi makan dirumah makan luar?"


"emm"


"mau kan?"


"memang ibumu tidak marah, kalau sampai tau aku kesana?"


"tidak lah, ayo" ucap Joana


Joana berjalan sepanjang kampusnya ke rumah Lestari, tapi Delvin, salah satu anak buah Motheo, melihat bos mereka pun hanya tercengang


"bas, bas, lihat tidak tuh, ada gadis sama pria? aku merasa itu adalah bos Theo bukan?" ucap Delvin


"oh astaga iya, bener, itu jaket panjangnya aku ingat" jawab Bastian


"ngapain dia sama gadis itu?"


"oh astaga, kamu ingat gadis diculik Max kemarin gak? itu dia kan"


"wooh? bos sama gadis itu?"


mereka hanya mengikuti jalannya Joana dan Motheo dari mobil memerhatikan, akan kemana perginya, tapi Motheo menyadari ada yang mengikutinya dan ia ingat betul siapa didalam mobil itu


sesampainya dirumah Joana, Joana bingung karna sudah ada Ameera dan Lestari mengobrol sesuatu penting sepertinya, masih ingat Ameera? yap, pemilik rumah yang ditinggali oleh Lestari


"kak, tunggu bentar ya, aku rasa ada masalah" jawab Joana


"masalah apa?"


"tidak, tunggu bentar saja ya"


"iyaa"


Joana pergi berjalan masuk rumahnya, Motheo menunjuk kearah mobil itu dengan tangan kirinya lalu Delvin memutuskan pergi dari sana karna paham apa maksud dari tangan itu


"kan kan, kau ngapain ikuti dia tadi?" tanya Bastian


"yaaah, aku penasaran, kamu juga gak ingatin aku kan"


"gimana nih kalau gitu, itu tangan bakalan ngehajar kita"


"udah penting kita nurut, pergi saja"


"ya lah, kau pengen mati apa kalau tidak menurut?"


sementara Joana yang masuk ke arah dalam latar rumahnya menyapa Ameera dan Lestari


"bibi Ameera? ada apa bi kesini?" sapa Joana


"Joana.. ah ini anaknya baru datang" jawab Ameera


"baru ada kelas bu, ini makanya pulang, ada apa ya?"


disini Ameera mulai menanyakan, mengapa ada Samuel kemarin keluar dari rumah, apa mereka ada masalah, karna Lestari tidak begitu pintar bahasa inggris, ia takut jika tidak bisa mengartikan maksud dari Ameera


"jadi bibi mau tanya kemarin tetangga ada yang melapor kepada bibi, dan bilang melihat Sam keluar dari pagar rumah ini" kata Ameera


"iya memang bi, bibi kenal sama Sam?"


"iya kenal baget lah, tunggu kamu kenal? bagaimana bisa? apa yang terjadi?" tanya Ameera


Joana menjelaskan semuanya kepada Ameera bagaimana ia bisa kenal dengan Samuel, dan baru Ameera paham


"oh yaudah, gini deh, biar bibi masuk saran ya" kata Ameera


"iya bi, kenapa?" tanya Joana


"jangan terlalu dekat sama pria itu, ya, tidak baik"


"memang kenapa ya bi sama kak Sam?"


"ada deh, nanti kamu tau sendiri, yaa, jaga diri baik baik kamu disini, bibi Tari juga" ucap Ameera


Ameera merasa lega karna ia tidak mendapatkan kabar apa apa disana jika ada masalah antara Joana dan Lestari dengan Samuel, karna Ameera tau siapa Samuel


Ameera pamitan pergi, disana masih ada Motheo, Motheo mendengarkan itu semua, apa yang dikatakan Ameera, ia langsung pergi begitu saja, tidak jadi masuk rumah Joana


ia berpikir dalam hati, Samuel mendekati Joana juga? ah itu kabar membuat dunia akan benar benar hancur


hanya karna dua pria keras di amerika mungkin didunia menyukai gadis yang sama


Motheo benar benar tidak habis pikir bagaimana bisa Joana dan Samuel dekat, sesampainya di markas, Delvin dan Bastian kena kemarahan Motheo juga atas tadi mereka mengikuti Motheo diam diam


"bos, maaf bos, jangan marah marah terus bos, kita gak sengaja kelihatan saja" kata Delvin


"kita cuma melihat dan mastikan saja itu siapa" kata Bastian


beberapa saat, Motheo benar tenang, ia duduk dan memikirkan satu hal sejak tadi dan itu tentang Samuel yang ternyata juga kenal dengan Joana bahkan mendekatinya, karna jika tidak mendekati, tidak mungkin sampai Samuel datang dan bertamu di rumah itu


saat memikirkan itu, Max datang dan duduk bersama yang lain juga, lalu ia mengode ada apa dengan bos mereka


"kenapa dia?" bisik Max kearah Delvin


"dia kepikiran karna aku sama Bas tadi gak sengaja lihat dia dan ketahuan, jadi marah" jelas Delvin


"memang kenapa lihat dia?"


"aku penasaran, bos Theo tumbenan jalan kaki dong, sama cewek pula"


"oh ya? cewek? siapa?"


"itu. yang kemarin kita culik tapi ternyata bukan Sherla"


"oh, dia? jalan? beneran?"


"yaaap, beneran"


tak lama mereka berdua mengobrol, Motheo membentak keduanya karna mengobrol dengan diam diam


"hei, apa kalian bicarakan?" bentak nya


"tidak bos, ini dia tanya kenapa bos diam saja, aku bilang soal tadi sama gadis itu" kata Delvin


"hemm, kamu ada apa datang? ada kabar apa?" tanya Motheo kearah Max


"tidak ada bos, cuma saya lewat dan istirahat disini, lihatnya dih cukup banyak motor terparkir didepan" jawab Max


"em"


kembali sunyi, sama sama diam, Motheo diam, 3 anak buahnya disana juga diam karna canggung


"kalian" panggil Motheo


"ya bos" jawab ketiganya, Delvin, Max dan Bastian


"kalian tau dengan Sam?" tanyanya


"Sam? tau bos, Samuel kah?" tanya Max


"iya Samuel, tau?"


"iya bos tau lah, itu ketua umum mafia se amerika" jawab Max


"ada apa? kenapa bos?" tanya Bastian


"kalian tau dia siapa siapa saja gadis yang didekati oleh nya?" tanya Motheo