
Elva memeluk Joana
"aku merasa mendapatkan kakak baru dalam hidupku" kata Elva
malamnya..
"kak, aku antar kerumah kamu ya" kata Elva
"ahh aku mau pergi kampus Elva, ada kelas setengah jam lagi"
"wooh, kelas malam?"
"emm, kamu pulang saja gakpapa"
"gak apa kak aku antar ke kampus lagi saja"
setelah sampai dikampus, Joana berjalan kekelasnya dan masuk kelasnya tapi didalam sudah ada Elyas
"dari tadi itu nungguin kamu" bisik Wita ketelinga Joana
"kak Elyas, kok disini aja?" tanya Joana
"aku telfon kau tidak angkat, kamu pulang ya? tapi dirumah kamu gak ada"
"kakak sampai rumah?"
"iya sih tapi gak masuk, cuma lihat gak ada orang sama sekali, rumahnya juga gelap, hanya latar saja lampu nyala"
"oh iya papa pergi sama mama, bibi ku mengajar malam"
"dari mana kamu?"
"dari jalan, diajak jalan, jadi jalan bareng gak enak nolaknya"
"jalan? siapa?"
"Elva"
"Elva? ngapain dia ajak kamu pergi jalan?"
"cuma mengobrol saja kak, gak aneh aneh kok aku ajak dia"
"ya kalau kamu aku percaya, takutnya adikku macam macam bersikap sama kamu, tapi gak bicara aneh?"
"gak kok kak"
"bagus deh"
"kak, aku masuk ya"
"aku ikut saja, duduk dibelakang"
"tapi janji kan gak bikin rusuh lagi ya"
"iyaa iyaa gak kok"
"yaudah"
Joana dan Elyas pun masuk kelas Joana, Joana memutuskan duduk disamping Elyas saja dibelakang, karna tidak enak membiarkan Elyas dibelakang sendiri, jadi Joana ikut duduk dibelakang berpindah tempat dengan Nanda yang duduk dibelakang
"Nanda, kamu duduk di meja ku ya" kata Joana
"oh okeh" jawab Nanda menurut
"hei, Joana, kenapa disini?" sapa Elyas
"gak enak kalau biarin kamu sendirian, biar bisa lihat kalau mulai bikin rusuh"
"ahh Joana, aku kan sudah janji"
"iya gakpapa kok" jawab Joana
pelajaran malam itu dimulai, selesainya dalam 1 jam, waktu menunjukkan jam 7 malam, mereka pergi makan malam dulu dan Joana ikut saja
melihat cuaca dingin karna memang sudah malam, Elyas tidak tega membawa Joana pakai motor, ia mengajak jalan Joana kearah luar untuk mencari taksi
"kak, kan kesana parkir motornya?" tanya Joana
"iya, kita naik taksi saja ya, karna aku gak mau ajak kamu pakai motor malam malam"
"aduh, jangan lah, pakai motor aku biasa kok"
"bener?"
"iya, pakai motor saja ya"
"iya sudah"
Joana dan Elyas berjalan kearah parkiran motor Elyas disana dan Elyas memakaikan helmet untuk Joana
"kakak bawa 2 helmetnya?" tanya Joana
"iya, kakak sengaja, biar kamu pakai"
"emm, gitu mau naik taksi"
"hehe, ayo naik"
Joana pun pergi bersama Elyas memakai motor itu, tengah jalan, Joana memegang pinggang Elyas, sentuhan kecil hanya pegang pinggang membuat Elyas seketika luluh
ia merasa begitu bahagianya, sesampainya dirumah Joana..
"masih pada belum datang ya?" tanya Elyas
"sudah kak, itu kamar nya bibi udah nyala"
"ayo kalau mau masuk"
"lain kali saja deh, sudah malam juga biar kamu bisa langsung istirahatnya"
"iyaa udah, eh tunggu ya kak" kata Joana
"kenapa?"
"tunggu"
Joana mengambil kan jaket tebal miliknya, ia bingung memberikan yang mana karna ia tidak memiliki jaket hitam sementara Elyas selalu memakai apapun serba hitam, jadi ia mengambilkan hoodie yang berukuran paling besar miliknya dan memberikan kepada Elyas
"kak, ini jaket, tapi ada nya hoodie ini, kakak pakai saja, kan sudah malam, biar gak kena angin malam"
"oh boleh kupakai? iya deh"
Elyas pun memakai hoodie itu lalu pamitan pergi, sampai dirumah nya, ia masuk kamarnya dan membuka jaketnya dan pakaiannya, tapi setelah ia mandi malam, ia melirik kearah hoodie itu dan mencium aroma wangian milik Joana
ia pun tidur dengan memeluk jaket hoodie itu malam itu..
hari berlalu.. pagi kegiatan dikampus
"waah hari ini kan ya tugas nya pak Dipo?" tanya Wita
"iya, jangan bilang kamu belum ya Witaa" jawab Vera
"setengah, setengahnya bingung aku haha"
"dasar"
kelas Joana mengikuti pelajaran hanya hari itu saja, dan setelah pelajaran selesai, Joana membereskan bukunya dan akan pulang
tapi Dipo memanggilnya..
"Joana, bisa saya bicara berdua disini?" tanya Dipo
"oh iya pak" jawab Joana
"Joana kalau gitu kami pergi duluan ya" kata Ello
"iya iya"
Joana hanya duduk bersama Dipo disana, Dipo hanya mengatakan jika Feris masih ada dijalan benar, dan semua atas peran juga dari Joana
Dipo berterimakasih karna Joana pernah masuk dalam kehidupan anaknya itu
"astaga pak, soal itu, iya pak, saya hanya bantu sedikit kok, lagi pula semua balik atas niat orangnya lagi pak" kata Joana
"iya saya tau soal itu tapi kalau kamu tidak memulainya kan tidak akan berakhir baik juga?"
"iya pak, syukur ya kalau itu benar terjadi lebih baik dari sebelum nya dari sosok kak Feris"
"iya Joana, oh ya, atas semua ketulusanmu, aku mau bilang satu hal sama kamu, katakan apapun yang kamu inginkan, makanan, pakaian, liburan, semuanya apapun saya akan kabulkan, sebagai tanda saya berterimakasih kamu benar merubah anak saya meskipun kalian sudah putus"
"ahh pak, jangan begitu, saya tidak memikirkan sejauh itu kok pak"
obrolan Dipo dan Joana disana didengar oleh Elyas, sejak awal obrolan disana memang Elyas sudah mendengar tapi ia bersikap wajar saja, hanya saja ia bingung dengan fakta jika Feris dan Dipo adalah anak dan ayah
karna dikampus itu memang tidak ada yang tau perihal itu kecuali Joana dan Elyas baru tau sekarang ini, Dipo pergi, Elyas bersembunyi dan masuk menyapa Joana
"kak Elyas"
"itu pak Dipo bicara soal siapa?"
"ohh itu" ucap Joana bingung
"Feris anak nya? aku baru tau"
"kak, jangan bilang siapa siapa soal ini, karna memang dikampus ini tidak ada yang tau"
"emm, tapi kamu tau"
"iya tapi jangan bilang siapa siapa ya kak"
"emm, terus kemana ini kamu?"
"pulang, acara dikampus selesai"
"ayo aku antar"
"okeh"
"jangan ya, kerumah dulu, aku mau ajak kamu kerumah"
"ada apa ya kak?"
"gak ada sih, cuma yaitu, mau ajak kerumah saja"
"ada Elva kak?"
"gak ada sih, emm yaudah kalau kamu gak mau gakpapa kok"
"iya mau kok kak, yaudah ayo pergi"
"serius?"
"iyaa"
mereka pun jalan, tapi saat jalan malah mobil depan mengerem mendadak membuat Elyas menghindari mobil itu dan terjatuh bersama Joana
Elyas melihat Joana dan syukur keduanya tidak ada luka, karna kesal, Elyas menahan mobil itu akan kabur, jadi ia memutuskan untuk menahan mobil dari depan