My Name JOANA

My Name JOANA
10



kelulusan semakin didepan mata, tentu Amir sudah makin matang atas keputusannya sekolahkan Joana ke perkuliahan, Amir sengaja memusatkan pilihan pada 1 sekolah kuliah yang cukup lengkap dengan pilihan fakulty nya agar Joana bisa memilih


saat makan malam...


"keputusan papa dan mama juga ada persetujuan bibi Linda, kamu lanjut sekolah ya nak" kata Amir


"iya pa, bapak sudah siapkan tempat untukku sekolah nanti?"


"sudah, disini (memberikan lembaran perkuliahan) disini banyak pilihan kamu ingin menjadi apa, guru seni, bisnis, politik, kesehatan" kata Amir


"pa, gak usah sibuk nyari, dari dulu mama tau kan apa pengen Joana" kata Joana


"Joana, jangan melihat karna bibi sama ibu kamu berada di bidang itu kamu jadi ikut masuk bidang itu, pilih apa yang jadi kamu pilih" kata Melinda


"ya itu bi, aku pengen di bagian itu, bagian aku yang sama seperti kalian" kata Joana


"oh jadi pilih psikologi? nanti kalau pilih ini dampaknya banyak ya, pekerjaan juga tentu berat" kata Amir


"menyangkut nanti pekerjaan mu juga" kata Melanie


"iya pa, ma, bi, itu pilihan hatiku"


Joana meyakinkan jika pilihannya bukan karna ibu dan bibi nya adalah seorang guru, ia memilih spesifikasikan yang sama soal mental orang lain tapi yang dipilih oleh Joana lebih keprofesi "dokter" berbeda dengan Melinda dan Melanie yang mengambil gelar karna menjadi guru


"aku ingin mengurus orang orang yang buta sejak lahir atau baru baru buta, aku ingin menjadi mata mereka, aku ingin membuat hati mereka tenang untukku menjadi ketenangan mereka" kata Joana


"oh, jadi mau jadi dokter saja, baik, masuk ke fakultas dokter jiwa saja" kata Amir


"beneran boleh?" tanya Joana


"boleh lah, asal ingat ya Joana harus bersungguh sungguh" kata Amir


"iya paa"


sepakat dengan keputusan yang sudah di ambil bersama, Joana kembali ke situasi sekolah, dimana hari hari semakin berjalan akan membuatnya dan teman temannya meninggalkan teman teman dan bahkan sekolahnya


setelah semua teman nya berkumpul dalam kelas, sudah ada Tiara, Rean, Zetra, juga sudah ada Claudi, beberapa teman laimnya juga tentunya, Joana mengatakan apa keputusan nya lanjutkan setelah ini


beberapa hari dilalui, penuh dengan banyak ujian sekolah penentu kelulusan..


waktu berlalu, dimana Joana dan semua temannya berada disituasi kelulusan, semua saling bersalaman, saling memaafkan dan meminta maaf satu sama lain, termasuk Lina dan Niane meminta maaf


semua masalah yang pernah terjadi dikelas baik Lina, Niane dengan Claudi, atau Claudi dengan Rean dan beberapa masalah lainnya terselesaikan dihari itu dengan saling meminta maaf dan memaafkan


beberapa hari setelah kelulusan, Joana mengikuti beberapa tes untuk masuk kuliahnya, karna ia cukup pintar dan sering mendapat pembelajaran dari orang tuanya, Joana berhasil menyelesaikan tes dengan nilai sangat baik dibanding yang lainnya


"Joana, gimana hasilnya?" tanya Amir


"lihat pa, gimana?" tanya Joana


"bagus ini, waah, ini apa?"


"itu hasilnya"


"waah"


tiga hari setelah ujian itu berlangsung, Joana mendapat sebuah pemberitahuan dari hape Amir, karna yang dimasukkan oleh Joana nomor ayahnya


tak lama setelah pesan masuk, seseorang mengantarkan surat didalam amplop yang menurut pemberi tahuan itu keputusan sekolah kuliah tempat Joana mendaftarkan diri


"ini surat pemberitahuannya untuk keputusan diterima tidaknya paa" kata Joana


"loh, buka aja, ayo"


dua hari berikutnya barulah Joana akan pergi kesekolah. kali ini ia tidak mau diantarkan bapak ibu atau bibinya, karna ia merasa ia bisa sendiri, yaa, ia sudah mulai dewasa


ia pun datang ke tempat yang ditentukan hanya diantarkan oleh bapaknya lalu bapaknya pun pergi pulang


sementara Joana yang berjalan masuk dan menulis absensi untuk kehadiran ospek di meja absensi diarah kan salah satu kakak seniornya


"selamat pagi kak, saya peserta ospek, hari ini" kata Joana


"oh iya, kamu masuk saja, sini biar saya antarkan"


"iya kak, terimakasih"


kakak kakak senior itu mengantarkan Joana ke salah satu lapangan bersama peserta ospek lainnya


dan ospek hari itu telah berakhir, masih ada 2 hari ospek nya..


esoknya sama dengan sebelumnya, diantarkan oleh Amir ke sekolah kampusnya, lalu mengisi absensi lagi dihari kedua, salah satu senior yang menjadi pembina ospek memerhatikan Joana yang baru mengisi absensi


lalu memerhatikan Joana yang jalan masuk


lelaki itu melihat ke buku yang tadi ditulis dan ia membaca nama Joana Calista


"udah dimulai, kamu gak bimbingan?" tanya teman lelaki itu


"iya, aku pergi ya"


"iya"


"lanjutkan ini pengecekan absensi"


"iyaa"


lelaki itu adalah pengurus para siswa baru di kampus itu, bersama senior lainnya..


bernama Galen, dia murid terkenal dengan rajinnya, ia ketua dari pembimbingan ospek dan ketua panitia penyelenggara, Galen juga ketua senat utama di kampus itu..


"baik, hari ini akan diadakan permintaan tanda tangan ke seluruh panitia, kalian tanya ke beberapa mahasiswa siapa nama nama dan yang mana orangnya, karna kami hanya ingin langsung tanda tangan" kata salah satu panitia ospek itu


"baik kaaaak" jawab semua murid baru


"Galen, urusan kelas kamu atur sama yang lain, aku dan para dosen sudah siapkan kelas untuk mereka dua hari lagi dipakai" kata temannya


ia memang tidak terlalu pintar, tapi ia sangat on time, kerja keras, dan selalu datang tanpa mengenal terlambat, disiplin nya sangat kuat..


banyak yang kenal dia dikalangan remaja yang terbilang preman sekolah karna tugas Galen selalu mengingatkan agar para murid untuk mematuhi peraturan, karna ia tak segan melaporkan pada dosen utama jika ada yang melanggar aturan aturan


setelah membersihkan ruang ruang kelas untuk murid baru, Galen berharap bertemu gadis yang sama yang membuatnya penasaran (Joana) tapi sayang, Joana tidak masuk fakultas sama dengannya


Joana masuk fakultas psikologi kedokteran sementara Galen fakultas keguruan


hari terakhir ospek, saat Joana bingung mencari salah satu nama di buku untuknya meminta tanda tangan, Joana melihat kanan kiri dan melihat ada segerombolan anak yang duduk dan mengobrol santai, ia mendekati mereka dengan santainya


"kak, saya mau tanya, saya murid baru kuliah, tapi saya tadi tau dari teman minta tanda tangan sama dosen tiap fakultas, apa disini fakultas perikanan dan kelautan?" tanya Joana


salah satu dari gerbolan itu menjawab..


"iya, tadi pak Dori memakai setelan jas biru tua, kamu cari saja di kelas pojok yang tembok putih sendiri itu" kata salah satu murid


"makasih kak" sapa Joana