My Name JOANA

My Name JOANA
261



"jadi kamu sekarang mengkonsumsi obat KB?" tanya Westly


"iya, karna aku tidak mau memiliki anak" kata Joana


setelah mengobrol banyak hal hingga tidak ada lagi urusan dan Joana berpamitan pergi, Joana keluar dan pulang bersama dua anak buahnya


"pulang nona?" tanya Ravansa


"kalian jadi beli apa?"


"hehe makan saja kok kami ambil 300 ribu" jawab Delvin


"yasudah, mana atm nya lagi?"


"ini nona, terimakasih nona" kata Ravansa


"oh antar aku ke lapak kopi dekat sini"


"baik" jawab keduanya


Joana memang memiliki beberapa atm, pendapatannya bulanan dari Motheo dan Samuel belum lagi Egar begitu banyak


total Joana memiliki atm ada lima


- atm pribadi miliknya, tidak ada campur tangan siapapun baik orang tua atau para suaminya dan benar benar uang Joana sendiri baik hasil kerja nya atau bonus, atau apapun lainnya


- atm bersama Egar menabung berdua untuk beberapa kebutuhan pribadi untuk bersama


- atm dari Motheo


- atm dari Samuel


- atm memang khusus untuk para staffnya mungkin akan membantu kebutuhan mereka nantinya


dan yang utama adalah atm khusus ia pakai untuk memindahkan uang bulanan dari Motheo dan Samuel agar tidak Motheo atau Samuel tarik lagi sisanya, jadi yang diketahui Motheo dan Samuel setiap bulannya jatah uang semiliyar itu ya habis sebulan oleh Joana, jadi atm yang ini benar benar khusus Joana yang tau


dan total sebenarnya ada enam atm ya, tapi yang diketahui oleh Motheo dan Samuel hanya ada lima atm, sementara yang diketahui oleh Egar malah hanya dua atm, yaitu atm pribadi Joana dan atm bersama dengan Egar berdua


kembali kecerita Ravansa dan Delvin menuju ke lapak kopi dimana tempat Akeyla bekerja, sesampainya, Joana sial turun..


"nona, kamu mau beli kopi itu?" tanya Delvin


"ahh? oh iya, kenapa?"


"gak, kami ikut atau disini?"


"kalian mau es kopi itu? kalau mau, ayo turun, duduk di kursi depan lapan itu"


"benar nona?"


"iya, ayo"


Joana dan keduanya turun, lalu Joana pergi memesan minuman disana, barulah Joana menyapa Akeyla


"Key" sapa Joana


"hai Joana, ahh datang lagi"


"emm, sibuk ya?"


"gak sih, cuma dari pagi kubuka, gak ada satu pembeli, kesel buka kalau gini sih"


"ahh, kamu sedia berapa cup?"


"kalau stok ya banyak"


"tunggu" kata Joana


"kenapa?"


"bentar, aku balik lagi bentar"


Joana kearah Delvin dan Ravansa, ia menanyakan ada berapa jumlah anak buah dari Motheo dan Samuel


"anak buah Theo dan Sam berapa totalnya?" tanya Joana


"kalau seluruh, ya gaktau, kan aku tidak tau berapa jumlah anak buah Theo" kata Ravansa


"yaudah, anak buah Sam saja berapa kamu tau?"


"seluruhnya?"


"iya, seluruhnya, yang ada di amerika saja"


"emm totalan seratus"


"kalau Theo?" tanya Joana kepada Delvin


"ya sama, segituan, seratusan juga, kenapa dah nona?" tanya Delvin


"enggak, aku mau belikan semua es kopi ini, ini rekomendasi banget, enak kok dijamin, kesukaan ku"


"oh ya terus mau dibelikan semuanya gitu?"


"iya dong"


Joana kembali ke Akeyla dan memesan sebanyak 300 cup es kopi, karna kan masing masing anak buah Motheo Samuel ada seratusan, takut takut kurang jadilah 300


"emm, serius, ada kan?" tanya Joana


"ada sih, tapi serius ini?"


"iyaa serius, kalau bisa ada bagian pengatarnya kan? ikut aku buat mau antar kemana saja sebanyak itu"


"bisa kok antarkan, iya iya ada"


Akeyla membuatkan 300 cup, setiap hari ia ada stok 500 cup, jadi lumayan sekali kan kalau laku 300 cup


"aku minta dua cup dulu" kata Joana


"siap, ini" kata Akeyla


Joana memberikan kepada Ravansa dan Delvin yang duduk disana menunggu Joana, Joana juga duduk di sana dan menunggu pesanan nya jadi, tapi Joana tidak ikut minum


setelah jadi semua, ditata di mobil pengantar, karna spesial, Akeyla sendiri yang akan jadi supir mobil pengantarnya


baru setelah beres merapikan, sebelum pergi mengantarkan minuman pada semua anak buah nya, Joana membayarnya dulu


"jadi berapa totalannya?" tanya Joana


"satu cup nya 25 ribu, jadi total ada 300 cup, harga keseluruhan 7,5 juta" jelas Akeyla


"bayar cash?"


"terserah, bisa atm kok Joana"


"oh bisa ya? ini aku bayar pakai banking saja bisa?"


"oh yaudah, ini rekeningku biar langsung masuk"


"sudah masuk"


Joana memasukkan sejumlah 10 juta, dan membuat Akeyla kaget dikiranya salah kirim


"Joana, ini banyak sekali? kamu lebih ya?" tanyanya


"ambil saja, sisanya bagi sama staff kamu"


"serius? banyak sekali ini Joana"


"sudah lah, kamu kan baik kepadaku, kamu juga tidak pernah pelit kepadaku dan kepada orang lain"


"iyaaa makasih" ucap Akeyla memeluk Joana


"sudah siap antar?"


"beres semua Joana, ini khusus aku yang antarkan" kata Akeyla


"waah serius? yaudah ayo, antar sama aku"


"okeh, siap"


"ehh toko mu siapa jaga?"


"kan ada staffnya"


"oh yaudah"


dan mereka pun pergi, Akeyla bersama satu staffnya pergi pakai mobil pengantar nya dan Joana masuk mobilnya bersama Ravansa dan Delvin


sesampainya di markas Motheo, Joana meminta Delvin membantu Akeyla menurunkan 150 cup nya


"waaah ada apa ini?" tanya Bastian


"ini ada es kopi cup, aku turunkan 150 cup, kalian bagi rata semua, terserah pembagian nya gimana" kata Joana


"waah serius nona?" tanya Bastian


"iya, aku tinggal semua yaa, kamu urus deh semuanya"


"ahh nona? apa kamu tidak takut bos Theo marah kalau tau membagikan es kopi cup ini?" tanya Bams


"aku membelinya tidak pakai uang dari bos mu" kata Joana


Joana pun pergi, menuju ke tempat berikutnya yaitu markas Samuel, sesampainya Joana menyuruh Ravansa untuk membantu Akeyla juga menurunkan sisa cup nya 150


"ada acara apa ini nona?" tanya Morza yang ada dimarkas itu


"aku hanya membelikan semuanya saja, oh ya Morza, ini ada 150 cup, bagi rata, terserah deh pembagiannya gimana yang penting rata" kata Joana


"kenapa banyak sekali? kalau bos Sam tau, akan marah kita dibelikan makanan" kata Morza


"iya nona, malah bos Sam menyuruh jika kamu ada perlu minta apapun kita bayari dulu biar diganti sama bos nanti" jawab Nico


"ambil saja, itu bukan pakai uang bos mu, lagi pula bos mu memberikanku uang bulanan kan sudah jadi hak ku" kata Joana


"ahh iya juga" jawab Morza


"yaudah bagikan ya, aku akan pulang lagi"


sementara Joana didalam markas, mengobrol dengan Morza dan beberapa anak buah Samuel yang ada didalam lainnya, Akeyla dan staff yang ikut bersamanya, ada diluar menunggu Joana