My Name JOANA

My Name JOANA
183



tak lama juga Samuel datang..


"Joanaaa" teriaknya


"kak kenapa?" tanya Joana


"kamu ngapain?"


"aku mau makan, aku bentar lagi kerja"


Joana direpotkan lagi oleh 2 pria itu, dimana mereka menganggu Joana yang sibuk didapur mengurus makan


setelah semua sedikit tenang, karna Joana memohon agar mereka menunggu dan diam di ruang tamu agar Joana fokus makan


mereka menurutinya


tak lama Joana mendapatkan telfon dari Melinda, karna ia sedang makan, jadi menspeaker nya, dan itu membuat kedua pria malah mendengarnya


ia mengangkatnya dan Melinda mengomel karna Joana tidak berpamitan padanya balik ke amerika, Joana lupa memang ia tidak berpamitan kepada bibinya


"tapi kemarin aku sudah ketemu sama bibi Ameera dengan paman Freedy kok bi, katanya dikabari bibi"


"iya tau, bibi baru sempat telfon ini, bibi bilang duluan ke mereka gitu biar lihat keadaan kamu"


karna kesibukan Melinda membuat nya jarang bisa langsung menelfon jika tidak benar benar kosong jadwalnya


Joana ditelfon juga mengatakan mengurus paspornya nanti di pemerintahan khusus dalam negri sana, mendengar itu, Motheo dan Samuel saling bertatapan


"harus melakukan sesuatu lagi" kata Samuel


"yaa kamu benar, aku sudah tau apa yang akan kita lakukan" kata Motheo


Motheo dan Samuel langsung pergi, tanpa berpamitan kepada Joana, Joana baru selesai makan pun langsung kedepan berniat menanyai apa mau mereka tapi mereka sudah tidak ada


"emm, kemana?" ucap Joana pelan


Joana tidak curiga apa yang terjadi dengan mereka tiba tiba pergi tanpa berpamitan, Joana lanjut pergi bekerja tapi sementara mereka...


yaa Motheo dan Samuel pergi ke pemerintahan utama segala kepengurusan tentang amerika


mereka menekankan kembali kepada semua staff di pemerintahan itu termasuk para kepala kepengurusan apapun, jika atas nama Joana Calista meminta izin mengurus paspor terblokir, agar mereka tidak menerimanya


keduanya juga kembali mengancam sampai ada yang mengeluarkan paspor aktif untuk Joana, dan memberitahu jika paspor Joana tidak mati, mereka akan tau akibatnya


"tapi bos Theo, kami tidak bisa menahan, orang ini kan termasuk pendatang, jika akan pergi balik dia punya hak" kata ketua utama


"dengar tidak kamu punya telinga?" tanya Motheo


"iya bos, tapi saya merasa kasihan"


"kasihan dia atau kasihan nyawa anak istrimu akan saya buru?" tanya Motheo


"atau peringatan, kalian berani melanggar permintaan kami, tau apa yang akan kalian dapati" kata Samuel


"gini pak, kalau begitu menurut kalian, kami melakukan apa untuk tetap bisa memberikan gadis ini surat jalan?" tanya kepala direksi


"tidak ada, kalian hanya perlu melakukan itu, tidak memberikan apapun kesempatan atas nama ini keluar sedikit saja dari amerika" kata Motheo


"Theo, tunggu, itu pemikiran kurang cerdas, gini pak, kamu bisa kasih gadis ini surat paspornya kembali aktif, tapi syarat, bilang pada gadis itu harus masuk warga negara amerika" kata Samuel


"ha? apa bisa pak begitu?"


"bener, itu setuju, tentu bisa dong begitu?" tanya Motheo


"bisa bisa, nanti kami pemerintah akan atur" kata kepala direksi disana


akhirnya mereka bernapas lega lagi karna mereka memastikan Joana tidak akan pernah balik ke indonesia untuk selamanya..


mereka jahat? jelas!


jangan kan hal sepeleh ini, membunuh 1 nyawa manusia saja mereka tidak takut, apalagi melakukan hal sepeleh ini


sepulangnya, malah Motheo menyelinap masuk diam diam kedalam rumah Joana, Joana meletakkan barang belanjanya didapur dan pergi lagi mengunci pintu rumahnya


saat masuk kamarnya, Joana kaget ada Motheo didalam sana


"kak Theo? kapan kamu masuk?" tanya Joana


"tadi, aku masih pengen bersama kamu, sini" kata Motheo menarik tangan Joana


"kaaaak, jangan lah, udah lah, jangan begini"


"kenapa? aku tidak melakukan apapun"


Motheo menarik Joana dan memeluknya dari belakang sampai Joana susah napas tapi itu hanya alasannya untuk Motheo melepaskannya, tapi Motheo tidak melepaskannya sama sekali


Motheo memaksa Joana duduk di atas pahanya untuk memangkunya dan memeluknya dari belakang


"kenapa sih gak cari cewek lain kak?" tanya Joana


"aku hanya cinta sama kamu, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini" kata Motheo


"aku bersuami"


"aku tidak peduli, aku akan tetap disini menunggu kamu"


"aku mohon, lupakan saja tentang aku, kita tidak akan bersama kak, aku akan mempertahankan suamiku"


"iya aku tidak peduli itu, yang aku tau, aku cinta sama kamu"


Joana hanya diam, masih dalam pangkuan Motheo...


"ahh kak, bagaimana aku carikan perempuan, jauh lebih cantik dan baik, aku ada teman cantik sekali, kalau kakak mau" kata Joana


"tidak mau"


"kaaaaak, ayolah, udah lah ya, sumpah kak, aku capek"


"aku tidak"


Motheo tidak melepaskan Joana sama sekali sampai ia tertidur dipunggung Joana, Joana perlahan membuka tangan Motheo, lalu memindahkannya di kasur tidurnya


paginya.. Joana membersihkan rumahnya, ia jadwal kerumah sakit hanya sore saja, jadi santai dulu satu pagi ini


tak lama Motheo bangun, pergi ke toilet lalu duduk di closed (wc) yang tertutup karna mengumpulkan nyawa baru bangun tidur


Joana akan masuk toilet nya untuk menaruh pel-pelan yang baru saja ia pakai, tapi kaget karna ada Motheo, malah Motheo menahan tangan Joana


"kak, apasih, lepasin"


Joana langsung keluar dan melanjutkan kesibukannya, tak lama Joana istirahat di sofa ruang tamu, ia menyalakan televisi disana, karna ruang televisi dan ruang tamu jadi satu ya


saat menonton acara, ia bosan dan mematikannya lalu menyenderkan kepalanya dan melihat kearah atas atap, sembari ia berpikir ia merasakan rindu kepada Egar


ia percaya Egar setia, tapi ia hanya merasa betapa ia merindukan suaminya itu, tapi lamunan nya terganggu saat Motheo mencium leher Joana


"kak" ucap Joana


Motheo menahan tubuh Joana dan mencium bibirnya, Joana tidak bisa menghindar karna Motheo menahan kepala Joana tapi Samuel datang melihat itu seketika mendorong Motheo dan menarik Joana


ia langsung mencium Joana saat itu juga didepan Motheo, tidak diam, Motheo mendorong kembali Samuel


"udah, udaaaaaah, berhenti" teriak Joana


mereka menurutinya dan berhenti...


tak lama Joana mendapat telfon dari bibinya dimana hari itu adalah hari acara pertunangan Alisia dan Fero, Joana menelfon bibinya dan melihat untuk memberikan selamat


"kak, aku boleh minta sesuatu? tolong aku mohon diam, aku ada urusan ini" kata Joana


dimana sebelumnya Joana mendapatkan kabar jika Alisia dan Fero bertunangan, dan ia mengirim pesan pada bibinya, Melinda, untuk mengabarinya nanti jika sudah pas hari acaranya dan hari ini hari acaranya