
tak lama Motheo datang, ini saatnya ia mengakui semua yang terjadi pada Ranya karnanya
"jelas Sam tidak akan mengakui, itu benar benar bukan ulah dia, itu karna saya" kata Motheo
"bos Theo?" ucap mereka kaget
Motheo menjelaskan disana sambil memberikan peringatan dikelas itu bahwa tidak untuk mencoba mengganggu Joana sedikit saja atau ia akan mengalami apa yang dialami oleh Ranya
"jadi semua ini atas kamu?" tanya Samuel
"yap, karna anda (menunjuk Ranya) berani menggangu Joana dengan menjadi mata mata dari Sam" bentak Motheo
"sorry ya Theo, saya tidak ikut campur, sejak awal aku sudah bilang kepadanya buat tidak lagi urusan denganku" kata Samuel
"bos Sam? kenapa kamu tidak membantuku? aku begitu kan juga karna permintaanmu menanyakan banyak hal soal Joana
"yaa tapi bukannya terakhir aku sudah memberikan mu sejumlah uang? dan masih ingat kan aku bilang jangan lagi ganggu dan bawa bawa aku dalam masalahmu, karna aku membayarmu" kata Samuel
"kamu tidak mengatakan kalau urusannya dengan bos Theo" kata Ranya
Samuel mengangkat tangan disana
sementara keributan itu terjadi, Akeyla menjelaskan dengan berbisik kepada Joana jika Motheo adalah ketua gengster
membuat Joana semakin kaget lah, disini Joana benar benar tidak tau apa yang terjadi padanya sampai ia berada diantara 2 orang paling kejam didunia
"jadi ini semua karna kamu?" tanya Joana kearah Motheo
"ya, aku tidak suka ada yang mengganggu kamu" kata Motheo
"kalian mengapa menutupi semua kalau kalian adalah mafia dan gengster?" tanya Joana
seketika itu Samuel melirik arah Motheo, Motheo menjelaskan
"aku sendiri memang tidak perlu mengatakan nya, itu pribadi ku, yang penting aku tidak melibatkan kamu" kata Motheo
"ini melibatkan aku sekarang kan?"
"ya karna kamu diganggu"
semua perdebatan disana diselesaikan oleh Joana dengan meminta agar Motheo mengembalikan semua yang telah hilang dari Ranya
"kak, aku hanya minta, balikan semua milik Ranya, aku minta normalkan lagi hidupnya" kata Joana
"yaa bisa diatur, itu begitu mudah, tapi aku meminta Akeyla dan Marcello, saya membayar kalian mengawasi Joana, siapa yang mencoba mengganggunya, katakan kepada saya" kata Motheo
"saya akan membayar kalian soal ini juga" kata Samuel
"kaaaak" ucap Joana
"aku tidak mau ada hal sama terulang, paham Joana?" jawab Motheo
Motheo menyanggupi semua ia akan kembalikan yang terpenting ia meminta asalkan Akeyla dan Marcello mampu menjadi pengawas untuk Joana yang mendapat bayaran dari Motheo
"satu lagi, jangan kamu (menunjuk Ranya) mendekati Joana sedikit saja, aku akan kembali kan semuanya atau kamu ganggu Joana lagi, nyawamu kugadaikan tapi jika kalian (Akeyla dan Marcello) yang nyeleweng, ingat, saya memiliki mata mata diseluruh penjuru amerika, jadi jangan main main dengan saya" jawab Motheo
Motheo pun pergi dari sana, dan juga disusul Samuel, tinggallah Joana dan keempat temannya dan beberapa orang dikelas Joana juga
sejak hari itu, tidak ada yang berani bermacam macam kepada Joana, bahkan Ranya tidak lagi berani menemui Joana, kehidupan Ranya membaik kembali seperti janji Motheo tapi ia harus menuruti Motheo melupakan pertemanannya dengan Joana
setelah Motheo pergi dari sana disusul oleh Samuel, Samuel memanggilnya
"kalau suka sama perempuan itu yang sportif, jangan suka menang sendiri dan dengan kehendakmu sendiri" ucap Samuel
seketika itu Motheo diam tak lanjutkan langkahnya lalu ia pun membalikkan badannya
"yang harusnya lebih pintar itu kamu, menyukai gadis bukan dengan cara bodoh menyuruh temannya melaporkan kepada kamu, kamu punya anak buah, anak buah mu saja suruh bekerja, jangan bodoh" kata ucap Motheo berjalan pergi
hari berjalan semestinya... Joana yang masih sibuk urusan kampusnya..
tak lama Motheo datang menyapa Joana, ia pikir jika Joana akan marah, tapi ternyata tidak
"Joana" sapanya
"bos Theo?" sapa Joana
"ahh Joana, jangan panggil aku sebutan bos"
"loh kenapa? bukannya semua orang memanggilmu bos?" tanya Joana
"iya tapi aku asing mendengar ketika kamu yang mengatakannya"
"lalu panggil apa?"
"kakak lagi ya"
"boleh? nanti ada yang marah?"
"ahh? siapa marah?"
"iya itu hak kamu lah, aku yang minta juga, gak ada yang berani melarangku"
"hemm"
"kamu tidak marah soal kemarin?"
"buat apa kak, yang penting semua kembali berjalan"
"hemm, kalau begitu, boleh seharian ini aku ikut kegiatanmu?"
"asal jangan menakuti siapapun nanti menyapaku"
"iya"
Joana kembali kekesibukkannya seperti biasa, diikuti oleh Motheo, Motheo memerhatikan Joana disana
Motheo tidak henti hentinya memerhatikan bibir Joana dengan matanya, ia begitu mengingat bagaimana rasa ketika ia mencium bibir Joana malam itu
Motheo sering menemani Joana dikesibukannya diluar kelas pelajarannya, tapi Samuel tidak mau kalah, ia tidak mau kalah mengambil hati Joana, ia juga menemani Joana ketika tidak ada kelas
"hei Joana" sapa Samuel
"bos Sam?" sapa Joana
"hei, kamu memanggil ku apa?"
"bos Sam, itu kan memang panggilanmu?" tanya Joana
"iya untuk yang lain saja, kamu jangan lah" kata Samuel
"kenapa?"
"gak, jangan pokoknya"
"jadi kakak lagi?"
"iya, kakak lagi"
"iya deh kak, eh kakak dari mana?"
"dari rumah, main kesini, mau ikut kegiatan kamu kampus"
"oh ya gakpapa"
hari hari begitu seterusnya dimana Joana didekati oleh 2 pria sekaligus, tapi Joana meminta kepada keduanya untuk merahasiakan siapa mereka dengan memakai masker penutup wajah saja
meminta juga agar tidak melarang atau menakuti siapapun akan bersama Joana
hari berbeda, ketika Elyas yang datang, Elyas membawa hadiah untuk Joana
"kak Elyas?" sapa Joana
"sayang, ini aku kasih hadiah buat kamu"
"apa kak?"
"tas, bagus buat kalau kamu kekampus"
"apa iya? waah makasih kak"
Joana begitu senang melihat isi kado itu adalah tas, tas berwarna biru, ya meskipun bukan warna kesukaan Joana tapi setidaknya warna biru
"suka?"
"suka kak"
"tadinya nyari biru navy tapi tidak ada, adanya biru, penting biru kan"
"oya kak gakpapa"
mereka pun jalan disana, ketika Samuel datang, ia hanya diam ketika tau Joana bersama pacarnya disana
hari berlalu, dimana setelah menemui pacarnya, Elyas kembali kekesibukannya, saat ia sedang bekerja
"pak, di toko kemalingan" kata salah satu staff di pabrik
"oh ya?"
"katanya barang supplier kemarin hilang sebelum di tata oleh staff"
"saya harus kesana sepertinya"
Elyas pergi ke toko nya lalu menanyakan beberapa kejadian kepada Lerry, temannya disana
Lerry menjelaskan semuanya tentang kehilangannya itu dan setelah mengusut beberapa staff juga melalui cctv, Elyas sudah tidak bisa lagi ikut campur urusan mereka disana karna itu sudah ada bagian kepengurusan