
saat ia berdiri didepan salah satu pintu ruangan, Joana tak lama keluar dari pintu itu ternyata itu ruangan perpustakaan
Michel memerhatikan gadis yang baru saja keluar, pasalnya ia tak mengenali itu Joana, bahkan untuk foto Joana ia sendiri tidak tau meskipun ia akan pergi mencari Joana
"ada yang cantik juga murid murid dikampus ini" gerutu Michel
Joana berjalan kearah salah satu ruangan dosen lalu kembali ke perpustakaan dan kembali kekelas begitu seterus nya kesibukan Joana
sementara Michel, ia telah berada di lingkungan fakultas komunikasi B4 kampus
yang dulunya adalah tempat gedung lama kedokteran
lagi lagi, Michel berdiri disana, didepan pintu kelas B4 tapi ia tak menemukan Nero, ia terus berjalan tak mendapatkan anak itu, ia pun kembali ke gedung kedokteran karna penasaran
"gedung kedokteran ilmu kejiwaan sebelah mana?"
"kelas kelas nya di depan sana kak Michel" jawab beberapa murid disana
" terimakasih "
ia pun sampai di kelas yang tak jauh dari perputakaan pertama ia datangi tadi..
tak lama seorang gadis bersama lelaki yang akan masuk dalam kelas saling membisik
"apakah Nero akan masuk kelas kita lagi?" bisik ceweknya
"gak ngerti, gak bisa ditebak mah mereka, tapi inget si Nero sepertinya berubah"
"iya Nero, tapi kan masih ada Manda, juga kadang dibelakang Joana, si Nero tetep aja gitu"
Michel memerhatikan mereka, saling berbisik tentang hadir atau tidaknya Nero dikelas mereka.. dan ia mulai curiga juga mereka tau tentang Joana
bahkan memang seluruh murid dikampus itu memang mengenali Joana sebenarnya tapi tidak ada yang berani membicarakannya
"maaf, permisi, kalian apa mengenal Joana?" tanya Michel pada mereka
"dibelakang" kata gadis itu berburu masuk
"dibelakang?" tanya Michel bingung
"baju putih pakai rok motif bunga biru dongker" kata si lelakinya
tapi cewek itu langsung menarik lelaki itu
Michel pun menunggu, gadis dengan baju putih dan bawahan rok berwarna dongker motif bunga
dan tak lama Joana datang..
Michel menatap gadis itu bingung, ia mengingat itu gadis yang dilihat nya keluar dari ruangan perpustakaan
"apa mungkin dia Joana?" tanya Michel dalam hati
Joana pun melewati nya dan tersenyum padanya
"gak, gak mungkin, mungkin ada yang lain baju yang sama, bukan dia sih" kata Michel tak percaya
karna penasaran, Michel menunggu didepan pintu kelas bagian luar dan menunggu hingga jam berakhir
jam telah berakhir, ia pun memerhatikan lagi gadis tadi karna dari tadi ia tak mendapatkan gadis dengan pakaian yang sama
dan benar saja, ketika semua telah keluar dan saat gadis memakai baju putih bawahan rok bunga dongker itu pun keluar, disapa salah satu temannya
"Joana, untuk tugas besok, aku sudah, nanti aku kirim ke kamu tinggal apa aja yang kurang" kata Vera
"oh boleh, ini, kamu siapkan, foto saja deh, nanti aku konsultasi sama dosennya tapi besok dibawa ya"
"siap Joana"
saat teman Joana pergi, tersisa Joana sendiri
"dia benar benar Joana? ya Tuhan, jauh dari perkiraanku, dia sangat cantik" gerutu Michel
saat mengikuti jalan nya Joana, Michel melihat ada yang mulai melirik arahnya, itu salah satu teman Nero
sampai ditaman belakang, dimana Joana menunggu seseorang dan benar saja tak lama Elyas datang menghampiri Joana
betapa kagetnya Michel jika gadis itu benar benar Joana
mereka jalan, tapi Michel tak lagi mengikuti mereka..
"yang penting aku tau bagaimana Joana" ucapnya dalam hati
beberapa hari berlalu, Joana yang sedang sibuk dengan beberapa tugasnya lagi, Nero tengah dekat dengan salah satu murid dari faklt perikanan tepatnya adik tingkatnya bernama Fadia
dan ketika Michel melihat Nero bersama Fadia, ia mendengar jika Nero sedang bosan dengan Joana
"kamu bukannya dekat dengan Joana?" tanya Fadia
"iya aku gak pacaran tapi dekat biasa"
"oh ya? kok beritanya pacaran?"
"ya gak, dia polos polos bangeet" kata Nero
mendengar itu ia tak perlu lanjutkan lagi mendengarkan, Michel sudah tau apa yang sedang dialami Nero
kuatir Joana sakit hati, ia ingin mencoba menyapa dan mengenal Joana.. ketika menuju ke ruang kelas Joana, ia bertemu Joana dengan Ello tapi tidak berduaan, juga dengan satu teman perempuan dan beberapa murid lelaki dalam kelas itu
ia berpikir, jika gadis cantik dan terlihat begitu polos seperti Joana memanglah sangat mudah mendapatkan lelaki yang dimau oleh nya
situasi berpindah ke kedokteran umum,
sementara Michel kembali sibuk dengan beberapa urusan
"dan untuk dari fakultas kedokteran ilmu kejiwaan, beberapa murid saya sebutkan tadi adalah murid terpilih di organisasi murid murid rajin" kata Dori
Joana salah satunya..
Joana dinyatakan menjadi murid paling rajin di kampus, ia juga telah masuk ke dalam sebuah organisasi yang berisikan murid murid rajin tiap fakult bahkan tiap tiap kelas, dan di kelas Joana
Joana, Vera dan Ello lah yang terpilih mewakili dua kelas yang bersebalahan dengannya karna kelas sebelah dan kelas Joana sama, membedakan tempat hanya untuk membuat tiap kelas tidak terlalu ramai murid
beberapa hari berlalu, kegiatan Joana cukup padat, ditambah ia sering bertemu dengan Galen keduanya cukup dekat, yaa berkat organisasi inilah Galen bisa dekati Joana dengan leluasa
beberapa minggu berlalu Joana sebagai murid paling rajin utusan pihak fakult kedokteran, di minta untuk menyambut kedatangan murid baru di kedokteran umum, karna kebetulan semua murid yang masuk kategori murid rajin yang akan menyambut kedatangan orang asing semua sedang sibuk ujian..
"Joana, nanti di ruangan rapat pak Dori, ada beberapa murid baru ya" kata Galen
"murid baru kak? bukannya belum tahun ajaran baru?"
"murid- masuk maksudnya bukan murid baru masuk"
"oh"
setelah ia dan Galen di jam siang nya kosong, mereka menuju ruang rapat Dori dan Dori menyambutnya lalu mengenalkannya pada tiga murid baru akan masuk kelas baru mereka
"sana anter mereka" kata Dori
"baik pak"
ketiga murid itu 2 perempuan dan 1 lelaki dan lelaki itu meminta berkenalan dengan Joana, dengan senang hati Joana menerima perkenalan itu
"kamu dari fakltas kedokteran?" tanyanya
"iya kak, saya dari ilmu kejiwaan"
"waah, gak sama tapi ya, aku dokter umum" jawabnya
"iya kan bisa berteman masih dalam satu gedung sama"
"iya, oh iya, ini nama kamu panjang tapi satu nama saja ya"
"iya kak, panggil nya Joana saja gak papa"