My Name JOANA

My Name JOANA
4



kehidupan baru Joana begitu sangat berwarna kali ini, banyak warna, bentuk, yang ia dapatkan tak hanya hitam..


hari tiba, dimana Joana akan bersekolah, ia akan mendapatkan teman baru, dan juga ini adalah pertama kalinya untuk ia bersekolah


"jadi, Joana ini terlahir dengan buta bu, terus diusia nya hampir 16 kemaren ia sudah dapat donor mata jadi baru bisa melihat, nanti jika ia bingung saya mohon ibu dan yang lain bekerja sama menjelaskan beberapa benda nya ya" kata Amir kepada kepala sekolah, sekolah itu


"oh siap pak, waah keberuntungan dapat donor yang pas dan berhasil melihat karna kan kalau dari lahir susah ya" kata kepala sekolah


"iya bu, saya sangat bersyukur"


hari pertama masuk sekolah, diantarkanlah oleh Amir dan Melanie keruang guru..


lalu sang guru juga mengantarkan Joana ke kelasnya...


duduk di bangku kelas 10 di salah satu SMA terkenal


saat pertama kali masuk


"ayo masuk" ajak guru


Joana pun masuk


"anak anak semua, ini ada kedatangan teman baru ya, namanya Joana.. ayo Joana kenalkan diri" kata guru


Joana pun mengenalkan dirinya didepan kelas..


Joana bisa dibilang juga bukan anak yang hits seperti beberapa temannya disana.. tapi syukurlah mereka baik dan pengertian pada seorang Joana


salut sih liat sekolah keren yang isinya banyak orang baik saat ada temannya yang terpencil bukan menghina..


"hai Joana.." salah satu teman Joana memanggil


teman sebangku Joana bernama Claudi


"iya"


"kamu sebelumnya sekolah dirumah ya?"


"iya"


mereka pun saling berkenalan..


juga Joana berkenalan dengan beberapa teman lainnnya selain dengan Claudi


"kalau lu sekolah sini kuat kuat deh, bersaing sama murid yang cantik, karna disini nih, yang cantik banyak banget" kata Niane, salah satu teman baru Joana


"oh ya?"


"emm, tau gak jo, sekolah kita ini aneh, semua pada lomba lomba tambah cantik tapi yang dilirik sama pria tampan disekolah ini ya murid yang unik" kata Niane


"oh ya? siapa?"


"nih salah satunya (menunjuk arah Claudi)"


"Claudi mah cantik, makanya di kejar kejar sama senior itu" kata Lina, teman lainnya


"hemm terserah kamu deh" jawab Niane


Claudi pun masuk dan ternyata mendengar jika dua temannya berbicara tentang nya


"jangan bicarain orang dong" kata Claudi


"tapi kita bilang bener kan?" sambar Lina


"soal apa?"


"itu si senior"


"dekat ya?" tanya Joana


"gimana ya Joana, gak deket sih, dia mengejarku terus, akunya juga males sebenernya"


dan tak lama, lelaki itu datang, seorang senior yang dikenal di sekolah itu, bisa dibilang fuckboy..


"kan, dia dateng kalian omongin" bisik Claudi


"ya kan elu ikutan ngomong" sambar Lina


"ada apa?" tanya lelaki itu


"kamu ada apa kesini?" tanya Claudi


"ketemu kamu lah"


"emm aku pergi dulu deh" kata Niane


"gue juga. duluan ya, eeh tunggu Niane, gue ikut" teriak Lina


dan merasa canggung, Joana pun ikut pergi bersama Niane dan Lina, senior itu baru menyadari jika gadis disamping Claudi itu anak baru


"Joana...?" sapa Claudi


"aku mau ikut sama Lina"


"emm"


Claudi menggeleng


mereka semua pun pergi, sisa hanya Claudi bersama senior itu, dan beberapa murid lainnya juga sih yang masih dikelas tidak keluar


senior itu bernama Bono


Bono tidak asing disekolah, ia terkenal dengan lelaki yang sering mendekati beberapa gadis yang dianggapnya cantik tapi tak jarang jika ia mau menuruti apapun perintah gadis yang didekatinya


misalkan diminta ambil minuman, diminta beli makanan, dan lain lain, Bono akan menolak karna ia tak mau, tapi pada Claudi, ia mau melakukan apapun yang diminta Claudi


suatu hari, Joana yang jalan sendirian dipagi hari.. ia bertemu guru, masih tampan dan usia juga cukup muda menjadi guru praktik dikelas 12


guru itu menyapa Joana karna datang terlalu pagi kesekolah


sementara guru itu datang karna harus persiapkan beberapa kebutuhan nanti kelas 12.1 praktikum untuk tugas mereka


"kamu datang sepagi ini?" tanya guru itu


"iya pak, sejak awal"


"oh ya? ngapain?"


"gak ada sih jalan gini saja sambil berkeliling melihat hal baru"


"oh kamu murid baru ya? pantes saya asing"


"iya pak saya baru"


"saya Dimas, guru praktikum kimia"


Dimas namanya, satu satunya guru yang tidak datang karna ambil cuti ibunya sakit ketika semua guru rapat dan kebetulan saat selesai rapat itulah kepala sekolah memberi tahu tentang Joana


anak baru yang sebelumnya sekolah dirumah saja bersama bibinya karna buta sejak lahir..


jadi semua guru tau dan tidak kaget jika mereka bertemu dengan Joana tapi Joana kebingungan sebuah benda, justru mereka yang melihat akan menjelaskan


"nama kamu siapa?" tanya Dimas


"Joana, pak"


"Joana di kelas berapa?"


"10.5"


"oh.. disana, mau ikut saya ke ruang praktikum, kalau mau lihat lihat biar tau kan sekolahan dan bagian bagiannya"


"boleh memang pak?"


"boleh.. ayo"


mereka pun jalan berdua... setelah sampai..


"masuk" ajak Dimas


"waaah" ucap Joana takjub


"ruangan ini nanti bisa kamu pakai saat kelas12"


"oh.."


Joana berkeliling dan melihat lihat beberapa hiasan di beberapa tembok itu


dan Dimas hanya tersenyum melihat Joana sambil menunjukkan ekspresi takjubnya akan seisi ruang praktikum itu


karna beberapa murid mulai berdatangan, Joana pun berpamitan kembali ke kelasnya


tapi saat sampai didepan kelasnya, ia melihat tiga lelaki berpenampilan preman dan salah satunya yang kemaren di lihatnya masuk kekelasnya dan mendekati Claudi


Joana dengan santai melewati mereka, dan Bono itu pun hanya memerhatikan sebentar kearah Joana dan kembali memerhatikan kedatangan Claudi..


tak lama Claudi datang..


"hai beb" sapa Bono


"kamu pagi pagi kesini aja" kata Claudi


"ya mastiin seperti biasa kamu masuk gak"


"ya ini dah mau masuk, udah ya" kata Claudi


terlihat sikap Claudi tidak suka dengan Bono, karna Claudi adalah tipe yang tidak sembarangan suka pada lelaki


btw. sejak awal masuk nya Claudi, Claudi sudah berhasil menduduki peringkat pertama murid paling cantik di sekolah, tak heran jika Claudi didekati beberapa cowok padahal ia milih milih cowok


tapi sikap baiknya Claudi, sisi positifnya Claudi di balik ia adalah gadis pemilih pada lelaki dan begitu banyak syarat atau tipe ideal


Claudi tidak pernah membandingkan teman kaya, teman miskin, teman jelek, teman baik, teman buruk atau lain sebagainya..


"Joana.. kamu udah belum tugasnya bu retno ?" sapa Lina


"sudah, yang mana tuh tugasnya kan ada dua?"


"dua dua nya Joana.. coba pinjam yang buat minggu depan saja, aku lupa bagian soal nomor 4, panjang kali"