My Name JOANA

My Name JOANA
237



"aku yang akan antar kamu sampai ke bandara jadi aku yang akan membantu mengatakan pada pihak penerbangan, dan aku kasih jatah waktu seminggu, kalau tidak balik-" ucap Samuel terhenti


"apa?" tanya Joana


"aku akan datang ke rumah kamu di indonesia, aku akan hancurkan semuanya dan aku akan mengatakan kalau kita sudah menikah" jwab Samuel


"kamu tega ya" jawab Joana


"mau atau tidak pulang?" tanya Samuel


"kalau aku daripada gak pulang sama sekali kan? itu sudah kebebasan dari kita" jawab Motheo


Joana berpikir ulang, itu kesempatan bagus, yaa setidaknya ia bisa balik dan ketemu dengan suaminya lagi, dengan seluruh keluarganya lagi


"ehem" ucap Samuel berkode


"iya, aku setuju" jawab Joana


"jadi ingat, jangan bermain main dengan kami" jawab Motheo


"emm" jawab Joana


mereka pun diam, sampai akhirnya Motheo mengangkat bicara tentang tawaran bulanan kepada Joana


"100 juta?" tanya Motheo


"hah? 100 juta? kamu memberikan uang untuk saku anak sekolah?"


"untuk kebutuhan mu semuanya, segitu ya besar kan?"


"tapi untukmu, seharga itu, untuk membelikan permen anak sekolah, ya bukan?"


"lalu berapa kamu mau?"


"kamu yang tentukan, tapi 100 juta, itu kecil" kata Joana


dalam hati Joana, ia tau bahkan berapa sumber kekayaan dari dua pria didepannya ini, ia tau jika Motheo dan samuel memiliki sumber uang cukup berlimpah setiap harinya, jadi Joana hanya ingin menjadi smart people meminta sedikit demi sedikit uang mereka yang bertumpuk tumpukkan itu


"lalu berapa kamu minta?" tanya Motheo


"tunggu, kalau kami kasih harga bulanan nya pas denganmu apa kamu menerima pernikahannya?" tanya Samuel


"aku tidak pernah menerima atas pernikahan ini"


"lalu kenapa kamu membahas soal bulanan ini?" tanya Samuel


"aku.." jawab Joana


"500 juta" jawab Motheo


Motheo menyambar 500 juta, Joana melirik kearah Motheo, itu standar masih, miniman 100 juga maksimalnya ya 1M, jadi ditengah itu ya 500 juta kan?


"1M" jawab Joana menatap kedua mata Motheo


"deal, 1M, tapi kamu kepengurusan semua dirumah, makanan, listrik, air, peralatan mandi dan lainnya, semuanya, karna jatah sebulan untuk semua itu 500 juta" kata Motheo


"tidak, aku tidak ingin pusing masalah pekerjaan dan kebutuhan rumah apapun" jawab Joana


"deal 500 juta" jawab Samuel


Samuel menyetujui tawaran Motheo, karna sebanyak itu juga Joana belum tentu habiskan dalam sebulan kan? jika sudah dari Motheo 500 juta dan dari Samuel pun 500 juta, total didapat Joana sebanyak 1M, dalam sebulan.


"okeh, deal" jawab Joana


Joana memberikan tangannya untuk persalaman dengan mereka sebagai tanda terima persetujuan dan kesepakatan itu


"harga mahal, tidak mudah kamu langsung dapatkan uang itu Joana" kata Samuel


"emm?" ucap Joana bingung


"dari aku, jangan enak enakan kamu dapat uang sebanyak itu, aku mencari nya pun tidak mudah" kata Samuel


"apa?"


"sebulan jatah 500 juta dari aku, jika kamu tidak habis sampai bulan depan, aku tidak kasih lagi jatah uang untuk mu untuk bulan berikutnya" kata Samuel


"bagaimana bisa seperti itu?" tanya Joana


"kan kalau kamu masih ada juga, aku kirim lagi, untuk apa?" tanya Samuel


"aku setuju, aku sama akan kasih bulan perbulan 500 juta" kata Motheo


"ahh? lalu?" tanya Joana


"bulan ini kamu dapat dari ku 500 juta tapi bulan depan masih ada, aku tarik lagi sisanya" jawab Motheo


"iya mungkin lah, aku kasih lagi uang utuh 500 juta di bulan berikutnya kok, tapi ada sisa bulan kemarin, aku tarik"


"kalian pintar juga berpikir" jawab Joana


"yaa, jangan kira kami bodoh" kata Motheo


"kami lebih pintar dari kamu bahkan" kata Samuel


Joana hanya tersenyum, dalam otaknya, ia sudah nemiliki rencana besar yang jauh lebih pintar dari pikiran mereka, yaitu dimana ia akan menguras semua transfer uang dari keduanya dan memasukkan ke atm pribadinya dan atm atm milik Egar


Joana juga akan mempersiapkan pembukaan atm dan buku tabungan baru untuk ia isi juga tanpa ada yang tau siapapun orang lain untuk menjadi atm pribadinya


"tapi sayang, kalian masih dibawa kepintaranku" kata Joana dalam hatinya sambil tersenyum smirk


"deal, semua aku terima, tapi sebulan 50p juta habis dari kalian yang totalnya 1M, kalian tetap kirim aku utuh 500 juta bulan berikutnya dan berikutnya" jawab Joana


"deal" jawab keduanya


mereka memutuskan menyepakati semuanya..


"seminggu ini kamu sama aku, dirumah ku, Sam ada kesibukan kan?" ucap Motheo


"iyaa, aku ada jadwal lain, jadi kurasa minggu ini kamu tinggal sama Theo dulu, tapi minggu depan denganku, begitu seterusnya perminggu" jawab Samuel


"terserah kalian saja lah" jawab Joana pasrah


ini titik dimana Joana mengorbankan dirinya gila gilaan tapi menghasilkan uang gila juga setidaknya atas tawaran tadi, Joana bisa pulang ke indonesia walau waktu ditentukan layaknya bom berwaktu


seminggu kedepan, untuk Motheo, Joana baru sampai rumah Motheo karna tadi kan dirumah Samuel, ia pun langsung masuk kamar tidurnya biasanya, tapi Motheo menyeretnya untuk tidur dikamar pribadi milik Motheo


"kesana saja, tidur masak disitu? kamu sudah istriku loh" ucap Motheo


"iyaa" jawab Joana


Joana pun memutuskan untuk masuk kekamar itu, baru membuka pintu, karna Motheo duluan yang masuk, jadi Joana yang menutup pintu nya, tapi Motheo sudah nemplok kaya cicak aja


"kaaak" ucap Joana


"dikamar saja"


"hemm"


bahkan Joana jalan pun Motheo masih saja memeluk Joana, hingga Joana ambil buku yang biasa ia baca yang ada di meja sofa kamar Motheo, bahkan Joana membaca, Motheo masih saja memeluki Joana


"kamu sampai kapan mau begini?" tanya Joana


"terserah aku lah" jawab Motheo


"hemm" jawab Joana menarik napas


Joana kembali membaca bukunya, Motheo melirik kearah wajah Joana dan mencium paksa bibir Joana, Joana menurutinya saja, karna dilarang pun tetap Motheo akan memaksanya


"kenapa kamu diam?" tanya Motheo


"apanya?"


"ini, aku menciummu? biasanya menolak kan"


"hemm, capek, nolak juga kamu maksa"


"hehe" ucap Motheo semakin memeluk Joana keras


"aduuuh, jangan keras, tanganku sakit ih"


"iya, enggak kok" jawab Motheo


saat Joana akan pergi kedapur, ia lapar, Motheo masih memeluk Joana tidak melepaskannya


"didapur ini ada makanan apa?" tanya Joana


"aku hanya siap mie cup"


"mie cup? kamu selalu makan itu?"


"iya kalau lagi malas beli diluar"


"gak pernah masak sendiri?"


"masak sendiri juga gak pernah stok bahan"


"terus bener bener hanya ada ini mie cup?"


Joana memasak air untuk mie cup saja dari pada lapar, tapi masak air pun, didepan kompor pun, Motheo tetap tidak melepas pelukannya