My Name JOANA

My Name JOANA
93



hingga turun kepada ayah Motheo hingga Motheo sendiri bahkan ayah Motheo mati karna berperang dengan sanak demua keluarga dari Sherla


dari sinilah Motheo langsung membalaskan dendamnya membunuh seluruh keluarga Sherla hingga tanpa tersisa


tapi ketika sampai pada Sherla, Sherla benar benar layaknya ular yang susah di pegang untuk dibunuh oleh satupun anak buah Motheo termasuk Motheo


"tunggu, jadi sekarang disini, kamu tidak ada keluarga sama sekali?" tanya Joana


"sama sekali, semuanya mati ditangan Motheo dan 4 anak buahnya, 1 keluar bersisa aku, makanya mereka mencariku"


"astaga, lalu bagaimana kamu menjalani hidupmu selama buron itu?" tanya Joana


"ya aku bersembunyi dibanyak tempat, karna kalau 1 tempat, mereka mudah menemukanku" kata Sherla


tak lama Lestari menyapa mereka, karna Lestari mendengar percakapan dari ruang tamu, ia terbangun dari tidurnya


"Joana, ada teman kamu?" tanya Lestari


"iya buk, emm oh ya, ini ibuku namanya bu Tari" kata Joana


Lestari menjelaskan siapa dirinya dan hubungannya dengan Joana, baru Sherla paham


"oh salam kenal ya bu, saya Sherla" kata Sherla


"ya nak, ibu tinggal dulu ya didapur, gakpapa kan?"


"iya bu" jawab Sherla


tersisa Joana dan Sherla lagi disana, mereka mengobrol sejak tadi, tapi tidak berkenalan, baru mereka berkenalan setelah panjang lebar cerita yang dijelaskan Sherla tentang dirinya dan Motheo


"oh ya, kita belum saling berkenalan, hanya tau nama" kata Sherla


"ah haha iya, aku juga hanya tau nama, dan kamu cerita, tapi belum kamu jelaskan nama mu" kata Joana


"salam kenal lagi deh, aku Sherla"


"aku Joana Calista"


"kamu ada hubungan apa sama Theo? jujur saja disini, apa kamu pacaran sama dia?" tanya Sherla


"tidak, aku malah hampir hilang nyawa karna aku dikira kamu waktu itu, tapi keburu kak Theo sadar kalau aku bukan kamu"


"apa iya? astaga, maafkan aku"


"iya, aku paham kamu, kalau tidak kira bertukar baju itu, mungkin kamu sudah benar benar mati" kata Joana


"iya kamu benar, aku selalu berpikir begitu sejak hari itu kita bertukar baju, bahkan aku berpikir kamu sudah mati ditangan mereka"


"tidak kok kak, kita sama sama masih hidup kan"


"iya, eh Joana, jangan panggil aku sebutan kak" kata Sherla


"loh usia kamu berapa?"


"aku sama dengan kamu kok, aku sih tahun 95, kamu tahun berapa?"


"ya sama, aku 95 akhir"


"ya aku 95 awal, tapi ya seumuran lah, jangan panggil aku kakak, panggil Sherla"


"iya deh biar lebih dekat ya"


Joana menjelaskan sejak penculikan itu memang Joana dan Motheo lebih dekat


"Joana, ayo ibuk sudah siapkan makan" kata Lestari dari dapur


"ayo makan bareng" kata Joana mengajak Sherla


"sudah, kalian saja deh, aku tunggu disini" kata Sherla


"hei ayo ikut makan juga, ibuk siapkan untuk bertiga kok" kata Lestari


"waah kok ibu repot saja?"


"sudah ayo"


sementara diluar rumah, semua telah direkam oleh Max, ia langsung menyimpan videonya lalu mengirimkannya kepada Motheo, Motheo mendapatkan kiriman itu, ia langsung pergi membawa 3 anak buahnya lainnya disana untuk mendatangi rumah Joana


hingga ia tiba di rumah Joana, Motheo menghampiri mobil Max dan mereka masuk, Motheo mengetuk pintu rumah Joana, Lestari dari dalam langsung membukakan pintunya


"kalian lanjutkan makan, biar ibu yang buka" kata Lestari


saat Lestari membukakan pintu dan melihat Motheo lagi...


"Joana ada?" tanya Motheo


"emm ada, tapi tunggu, ibuk panggilkan"


Lestari kearah dapur dan menyapa Joana...


"ada Theo didepan" kata Lestari


"wooh, Joana, bagaimana ini?" tanya Sherla


"sudah, tenang saja, kamu disini aman, aku keluar dulu"


Joana pergi berjalan keluar diikuti oleh Lestari, Lestari kuatir jika membiarkan Joana menemui gengster itu apalagi ia bersama anak buahnya


"kak Theo?" sapa Joana


"saya bisa masuk?" tanya Motheo


"emm, diruang tamu saja" kata Joana


"kenapa? biasanya aku tidak pernah dilarang masuk kemana, dan aku tidak pernah masuk kemana mana kan selain ruang tamu"


"iya sih"


"sekarang aku dan 4 orang ini akan masuk keruangan seluruh rumah ini"


"etts kenapa? ada apa?" tanya Joana


Joana menahan tangan Motheo dan menatapnya, Motheo sebenarnya tidak kuat tatapan itu, tapi ia gengsi ada 4 anak buahnya


"bisa suruh Sherla keluar?" tanya Max


"Sherla?" tanya Joana melirik arah Max


"iya"


"aku bingung, tidak tau maksud kamu kak Max"


"Joana.. Joana.. kenapa kamu masih bertingkah polos?" tanya Max


"apa sih? aku tidak tau kak, oh kalian masih menuduh ku jika aku kenal sama Sherla Sherla itu?" tanya Joana


Max mengambil hapenya, memutar video rekamannya dan menunjukkan kearah Joana


"bisa jelaskan?" tanya Motheo


"aku tidak tau itu, mungkin sama dengan aku atau sama dengan Sherla nya"


"tolong jangan halangi kami masuk" kata Motheo


merasa Motheo mulai memaksakan masuk, Joana mengambil jalan singkatnya, ia seketika merangkul leher Motheo dengan kedua tangannya dan mencium bibir Motheo disana


seketika itu, Motheo kaget, ia membelalak kaget, tapi yang lain juga malah kaget lebih parah, 4 anak buah Motheo dan terutama Lestari, karna bagaimana melihat Joana berciuman bibir didepannya pertama kali


"kenapa kamu menciumku?" tanya Motheo


"bukannya yang pertama mengambil ciuman pertamaku adalah kamu?" tanya Joana


Motheo menarik lengan Joana dan mendorongnya ke tembok disana, lalu menatap Joana


"kamu mencoba mengalihkan aku dari rencana ku mendapatkan Sherla dirumah ini?" tanya Motheo


"tidak" jawab Joana


padahal memang iya, Joana mendekati wajah Motheo akan mencium bibirnya lagi, Motheo menciumnya lebih dulu dan lebih bringas, lalu menyelesaikannya


Motheo merapikan bajunya..


"itu yang kamu mau? aku sudah berikan jadi biarkan aku masuk memeriksa nya kedalam" kata Motheo


"kak Theo" ucap Joana menahan kembali tangan Motheo


Joana menarik tangan Motheo membawanya masuk kedalam kamar depan dirumah itu lalu menutup pintunya, tapi didalam, Motheo malah menolak dan ia melepaskan Joana lalu ia keluar


"kalian cari seluruh ruangan disini, aku menjaga diruang tamu ini" kata Motheo


"baik bos"


memerintahkan anak buahnya langsung mencari keberadaan Sherla dirumah itu, Motheo sudah tidak lagi mendengarkan rayuan Joana


tapi Sherla lebih pintar dari dugaan Joana, ketika semua mencari bahkan tidak menemukan Sherla disana


"tidak bos, saya cari disetiap kamar, di beberapa ruangan, di beberapa sisi, semua tidak ada" jawab Delvin


"Bastian kau bagaimana?" tanya Max


"bahkan sampai keluar rumah juga saya tidak menemukan apapun" kata Bastian


karna merasa curiga jika bersembunyi dikamar mandi rumah itu, Max mencari di kamar mandi itu bersama Delvin dan ketika membuka nya, benar tidak ada orang