
sesampainya, Joana meminta duduk di depan meja riasnya..
"gitu saja sudah lemah" jawab Samuel
"lemah lemah, sembarangan kamu, melayani kalian berdua itu tidak mudah ya, sama sama tinggi napsu, sama sama gak mau kalah juga, untung saja aku bernapas" jawab Joana
"astaga lebay kamu Bay"
Joana lanjut mengeringkan rambutnya di depan cermin, tapi Joana melihat Samuel akan menyalakan korek untuk rokoknya, ia menyuruh Samuel keluar
"keluar kalau mau merokok" kata Joana
"kenapa?" tanya Samuel
"aku sudah mandi masak merokok kan bau rokok"
"ya okeh" jawab Samuel
sementara Samuel pergi keluar kamarnya untuk merokok, tak lama Motheo yang masih tidur pun bangun, melihat Joana mengeringkan rambut, Motheo turun dan memeluk Joana
"kenapa?" tanya Joana
"ngantuk" jawab Motheo
"sana tidur lagi saja"
"enggak, aku mau ada urusan siang ini"
"yaudah bangun"
"emm"
Motheo masih memeluk Joana sembari Joana mengeringkan rambutnya, selesai nya, Joana bersiap siap untuk ikut dengan keduanya
hari berlalu, Joana dimana Joana sehabis jalan dengan Motheo dan Samuel membeli banyak keperluan Joana mulai dari baju, tas, sepatu, aksesoris dan beberapa hal lainnya
karna sudah kesepakatan maka Joana menerima saja mereka mau Joana berpakaian model apa juga yang mereka inginkan
dan ketika dengan mudah Joana dapatkan rumah dari Motheo dan Samuel, rumah yang berada di tengah antara rumah Motheo kerumah Samuel, kebetulan yang menemani Joana melihat kondisi rumah baru itu hanya Motheo, Samuel ada urusan lain
"ini untuk mu, jadi kamu tinggal disini, aku sudah membayar rumah ini lunas dengan uang patungan bersama Samuel" kata Motheo
"emm" jawab Joana
"masih aja kaku?"
"ahh? apa dong"
"ya apa kek, kaku banget, janji sendiri, bukan saya minta, janji gak ditepati sendiri"
"iya udah, makasih sudah membelikan aku rumah ini" kata Joana
"terus?"
"ya makasih, udah itu aja, makasih.. Boo" ucap Joana pelan
"apa kamu bilang?"
"makasih"
"terus?"
"yaudah makasih saja"
"enggak tadi bilang apa? panggil aku apa?"
"Boo, katanya suruh panggil Boo? aku tepati janji, aku gak lupa janji, aku akan menerima kamu dan kak Sam"
Motheo memeluk Joana dan mencium keningnya, Joana mulai siapkan segala barang barang yang ia perlukan di rumah itu, menata semua baju, perlengkapan dapur dan toilet, alat alat untuk bersih bersih, bahan masakan, semuanya
malamnya, Joana menikmati rumah barunya itu, tidak besar tapi cukup elegant, itu atas permintaan Joana, karna bagi Joana buat apa rumah besar dan mewah tapi akan sering ia tinggal dan ia sendirian tinggal dirumah itu, lebih baik yang minimalis sedang dan elegant penting nyaman
malam keduanya sebelum suami nya menginjak kaki di amerika, Joana membeli banyak kebutuhan untuk rumah barunya itu, karna Motheo Samuel tidak bisa menemaninya jadilah tugas Ravansa dan Delvin
"kemana memang?" tanya Delvin
"ya bu bos" jawab Benjie dan Albern
"yaudah kita antar kok Joana, ini bawa mobil bos Theo" kata Delvin
"tidak, kita jalan" jawab Joana
"kok jalan?" mana mungkin bawa barang jalan?"
"aku mau beli mobil baru, aku tidak mau pakai mobil dari kak Theo atau kak Sam"
"wooh, iya deh" jawab mereka
pertama beli mobil baru, dan Joana membayar nya langsung, saat melihat cek masuk, staff bilang akan memberikan kembalian karna uang nya lebih 200ribu
tapi yang dikatakan Joana adalah..
"ambil, saya tidak biasa pegang uang kecil" jawab Joana
semua anak buah Joana disana tidak kaget, lah jatah untuk Joana saja sebulan sampai semiliar, 200ribu memang recehannya tapi staff kaget, karna 200ribu itu bukan uang kecil bagi mereka
"ambil kalian" kata Joana
"serius kak? waah makasih" jawab mereka senang
dalam hati Joana yang begitu lembut, melihat mereka senang hanya dapat uang 200ribu di bagi dua staff itu sudah membuat mereka bahagia tapi apalah daya cara Joana memberi memang tidak sama lagi seperti yang dulu
baru setelah semua beres, seharian mengurus banyak barang rumah dan banyak bahan kebutuhuan, malamnya, Joana mengajak keempatnya keluar untuk makan diluar
"waduh jangan, nanti ketahuan sama bos, kita bahaya" jawab Ravansa
"tidak ada hubungan sama bos kalian"
"iya tapi jangan, kita juga gak ada duit buat makan diluar dah" jawab Delvin
"saya bayar, pakai uang saya, bukan urusan dengan siapa siapa kan saya yang ajak, kalau mau marah, saya akan bela kalian"
"kau serius ini nona?"
"iya serius, ayo pergi makan, apapun mau kalian ambil, dan makan, saya bayar, ini biar jadi rahasia kita berlima"
mereka pergi makan malam, bahkan Joana membungkuskan untuk keluarga keempatnya agar bisa memberikan kepada mereka, dan hari berakhir, larut malam, Joana balik kerumahnya..
selesai mandi ia pun berjalan kearah kamarnya, ia diam di balkon kamarnya, karna Joana memutuskan tidur di lantai dua agar memaksimal kan ruang lantai dua karna semua kegiatan seperti dapur, ruang tamu, ruang keluarga, ruang privasi dan lainnya kan sudah ada dibawa
yaa diatas juga ada kok dapur, ruang tamu, ruang televisi, ruang keluarga, ruang kerja, ruang ruang lainnya, tapi biar dominan saja diatas, karna dibawah kan pasti terjamah oleh Joana
malam berikutnya masih sebelum kedatangan Egar itu, Samuel datang, baru sampai depan rumah, ia menelfon Joana
"halo, dimana? bukakan pintu" kata Samuel
"aku di atas" jawab Joana sembari ia menampakkan diri dari lantai dua rumahnya
Samuel pun turun dari mobilnya setelah mendapat telfon sari Joana dan naik ke atas melalui tangga depan rumah tapi Joana menanyakan sebuah hal
"tunggu, kamu kesini sudah mandi? sudah bersih bersih badan? kamu bau rokok" kata Joana
"yaa mandi disini kok" jawabSamuel
"tidak di atas, di bawah saja, dibawa kan juga lengkap, semua kebutuhan mandi lengkap, mandi di bawah baru boleh naik" kata Joana
"astaga Bay, segitunya? mandi disini kenapa?"
"enggak, pokoknya jangan pernah masuk kalau belum mandi, kuman dari luar itu berbahaya" kata Joana
"iya udah, aku mandi dibawa, mana kuncinya"
Joana memberikan dua kunci, kunci pertama untuk masuk rumah bawah, dan kunci kedua untuk masuk rumah atas, jadi Joana memang sengaja memberikan kunci kunci itu karna berpikir bagaimana pun kan yang membelikan rumah ini adalah Motheo dan Samuel
meskipun hasil patungan, tapi karna permintaan Joana, Joana tidak mau ada yang iri dan rebutan belikan rumah pribadi untuknya
setelah selesai mandi, baru Samuel naik..
"Bay, aku sudah selesai ini" panggil nya