
ketika ia berkeliling, ia menuju ruangan papanya, ia mengetuk lalu masuk..
"kamu dari tadi disini?" tanya Dipo
"iya pa"
"gimana sekolah nya? lanjutin tidak? ini sudah akan masuk ajaran baru beberapa minggu"
"bulan depan kan"
"iya tapi kamu apa sudah siapkan dimana?"
"tunjukkan aku ruangan untuk murid yang mengikuti S3 di sini" kata Feris
"kamu mau kuliah disini? katanya sekolah standar?"
"aku ingin pa, memang gak boleh?"
"boleh, tapi ada syarat"
"astaga ayolah, apa papa memberikan anaknya syarat ketika kuliah?"
"syaratnya satu dan mudah, saya minta, kamu tidak memanggil saya papa, tidak mengakui saya papa, karna saya tidak nau dibilai murid dan dosen lain memberikan nilai baik padamu karna anakku"
"baiklah, aku akan bekerja sendiri tanpa andalkan pak Dipo"
setelah saling menyetujui, Feris nengurus masuknya ia ke keguruan untuk ambil S3 di kampus milik papa nya itu..
tapi selama masa kuliah Feris, Feris dan Dipo bukan anak dan bapak melainkan dosen dan murid
setelah sebulan, seperti murid lainnya beberapa kegiatan wajib dilakukan Feris untuk masuk, tibalah dihari dimana ia masuk pertama kali di perkuliahan itu sebagai murid baru faklt keguruan
awal masuknya sudah jadi perbincangan kampus karna visual dan sikap dingin yang menarik banyak perhatian, Feris bahkan menggeserkan nama Nero dan Michel di daftar murid terkenal..
beberapa hari berlalu, awal masuk, sibuk, wajar, sibuk yang wajar, beberapa hari berikutnya, Feris mulai mendapatkan beberapa teman.. baru beberapa bulan masuk, nama Feris benar benar menggantikan Nero di kampus..
tapi itu tak membuat Nero benci dan memusuhi, justru ia bisa kenal dekat dengan Feris, karna Nero sejak dulu selalu dekati orang orang terkenal..
"bisa kita nongkrong bareng?" sapa Nero
"bisa, bergabunglah, kamu Nero?" tanya Feris
"yap, kamu sudah mengenalku?"
"sudah, kamu cukup dikenal"
"haha tapi aku tidak bisa melewati nama kamu sekarang"
"ya kan kita jadi teman"
beberapa hari berlalu, Feris adalah orang yang gila dihormati, ia membuat seisi sekolah kampus ayahnya itu harus hormati dirinya bersikap sopan
saat tak sengaja Feris dipertemukan dengan Joana, ketika itu Feris kesal, karna yang lain memberikan sapaan sopan kedatangan nya tapi dua mahasiswa tak dikenal Feris tidak melakukannya
ia mendekati arah keduanya yang sibuk mengerjakan pekerjaan
"hei, kalian" teriak Feris
ketika keduanya melirik, mereka yang mengenal Feris yang di segani satu kampus pun menunduk menyapa sopan padanya
"apa yang kalian lakukan sampai tidak melihatku?" tanya Feris
"maa.. maaf kak, kami.."
tak lama Joana datang..
"maaf kak, maaf, mereka sibuk mengerjakan pekerjaan, aku sedang mengurus untuk jadwal jam dosen yang kemaren diundur" sapa Joana
melihat kedatangan Joana didepan Feris, beberapa anak disana yakin, Feris akan menjadi lelaki yang berikutnya setelah Galen si ketua senat, Nero si badboy, dan Michel si pengawas killer dan Elyas si fuckboy kampus
"siapa kamu?" bentak Feris
"Joana kak, salam kenal" kata Joana
seketika itu, Feris diam dengan tatapan tajam ke wajah Joana..
gadis buatnya tertarik untuk berkuliah di kampus milik ayahnya itu sekarang didepan mata..
gadis yang dipikirannya adalah gadis yang cantiknya ala ala anak jaman now, gadis sosialita yang memakai beberapa barang brended tapi Joana didepannya
Rok panjang berwarna biru tua tanpa motif dengan baju putih dengan motif bunga bunga matahari, sesederhana itu hanya dengan senyuman manis menyapa Feris
"kamu marah? maafkan mereka, maafkan aku juga jika kurang sopan" kata Joana
Feris tak banyak kata, ia berjalan pergi dan meninggalkan tempat, dengan penuh banyak pertanyaan, lalu ia melirik ke arah Joana tadi yang ternyata sudah ada Egar
"ada masalah ya? kenapa kamu?" tanya Egar
"tidak ada kak" sapa Joana
Feris melanjutkan jalan dengan masih banyak dipikirannya untuk dapat ia pertanyakan tapi ia harus jawab sendiri
hampir berjalan setahun atau sudah melewati pertengahan semester kedua anaknya..
Dipo, memerhatikan jika anaknya benar tidak mengandalkan nama ayahnya di sekolah agar ia mendapatkan hormat dan disegani, tapi justru Feris berbuat dengan nama sendiri sehingga beberapa anak cukup terbilang tunduk..
ketika Dipo melewati fakult kedokteran untuk hadirkan rapat bagi murid yang akan masuk masa KKN..
ia berjalan dan melihat ke arah kelas Joana..
"kelas ini, tanpa dosen padahal, dosen mereka hadiri rapat dan semua murid dengan tenang didalam, membaca, bercanda, mengobrol" ucap Dipo dalam hati
ia tak pernah tau jika di jaman yang sekarang terbilang sangatlah identik kenakalan, tapi dalam kelas itu tidak
ia kembali jalan, tak lama Michel datang..
Michel juga akan hadiri rapat itu karna ia pengawas utama kampus, lalu menyempatkan masuk menyapa Joana..
"waah kak, kebetulan, ini aku mau tanya, konsep gini bener gak sih?" tanya Joana
Joana meminta ajarkan beberapa hal dari Michel, dan Michel dengan sangat senang hati membantu..
melihat itu.. dari balik pintu kelas Joana, Feris yang berniat menyapa dan ingin berkenalan memutuskan tidak melakukannya
ia pergi..
beberapa hari berlalu..
Galen datang ke kelas Joana..
"permisi" sapa Galen
"ya kaaak" sapa semua murid
Joana berdiri dan menyapa Galen didepan kelas, dari sini saya beri tahu kenapa Joana paling aktif dikelas dari murid lainnya, karna Joana dipilih teman satu kelas nya menjadi ketua umum dalam kelas yang mengatur semua jadwal dengan para dosen yang akan mengisi
setelah selesai rapat, dan hasil rapat itu diminta agar tiap tiap pengawas fakult meminta agar salah satu dari tiap tiap fakult menurunkan murid menjadi ketua pengurus murid utama dan saat esoknya semua rapat tiap fakult mendapatkan tiap tiap kandidat terpilih dan fakult kedokteran menunjuk dua orang yaitu Egar dan Joana..
"jadi terpilih vote untuk kandidat nya bisa disebutkan ya Galen" kata Michel
"iya kak, yang terpilih vote yaitu Joana dan Egar" kata Galen
kenapa mereka? karna keduanya saling bisa melengkapi, sikap ramah dan periang dari Egar di padukan dengan sikap hangat dan perhatian dari Joana dirasa mereka pantas untuk mengurus segala kebutuhan di fakult mereka
keduanya menjadi satu sekarang dalam pengurusan fakult mereka..
beberapa hari berlalu.. ujian semakin banyak, dan itu tandanya akan menuju kenaikan semester lagi..
sekitar dua bulan, mendapatkan waktu hanya dua bulan kedepan lagi untuk mencari pengganti Galen selama ia sibuk pengurus KKN Galen kembali mengatur jadwal untuk rapat tiap tiap fakult,
saat sampai di keguruan, Feris tidak ada saat itu jadi tidak tau jika kampusnya akan mengadakan pemilihan ketua senat baru..