
"ahh ini" kata Lestari menyodorkan kedua tas yang tadi di berikan kepadanya oleh Joana
Joana melihat hapenya, tapi sudah mati, kehabisan baterai, Joana melirik kepada Sherla dan Alberto, antara mereka harus kupinjam hapenya menghubungi Motheo
tapi Joana berpikir tidak mungkin pakai hape Sherla, melihat bagaimana hubungan tidak baik Sherla dengan mereka (anggota gengster nya Motheo)
"boleh aku pinjam hapenya pak?" tanya joana
ia pun meminjam hape Alberto sayangnya Alberto menolak karna ia tidak mau berurusan
"kenapa?" tanya Alberto
"mau menghubungi kak Theo, biar dia datang kemari dan mengurus kak Max, aku banyak kerjaan dikampus pak"
"oh kalau itu maaf deh, saya tidak bisa, saya tidak mau berurusan dengan mereka" kata Alberto
"laah Joana, pakai hape Max" kata Lestari
"ahh bener itu" jawab Alberto
saat Joana melihat hape Max mati, akhirnya Joana meminta pihak rumah sakit saja menghubungi Motheo, karna hape Joana mati dan ia tidak hapal nomor Motheo jadi ia meminjam hape Sherla karna ada nomor Motheo disana
saat Sherla mengantarkan Joana ke pihak admin, ia menjelaskan untuk menghubungi nomor itu tapi ketika staff itu melihat nama Motheo, mereka tidak ada yang mau, yaap sebagaimana mereka sama sekali tidak mau berhubungan dengan gengster amerika terkejam itu
"maaf nona, kalau sehubungan dengan bos Theo, kami tidak berani" jawabnya
"bagaimana bisa tidak berani? kalian kan menerima pasien Max, kalian tau Max anak buahnya kak Theo kan?"
"iya, itu karna paksaan dokter, sementara dokter percaya karna kamu sebelumnya juga pernah membawa bos Sam"
"jadi gimana? bisa?" tanya Joana
"maaf nona, kami menolak, sungguh tidak berani"
karna tidak ada pilihan lain, akhirnya Joana mencharger hapenya sebentar dengan charger di tas Max, lalu menyala dan menghubungi Motheo tapi meminta agar Lestari yang bicara
"halo, iya Joana" kata Motheo
"halo, nak Theo? ini ibuk, ibuk Lestari, nak Theo dimana? bisa kerumah sakit? dirumah sakit ada nak Max kecelakaan"
"Max? kecelakaan? dimana rumah sakitnya?"
"biar Joana kirim alamatnya ya"
Joana mengirimkan alamat rumah sakit dan Motheo pun datang, melihat kedatangan Motheo, Alberto berpamitan karna tidak mau tersangkut sedikit saja masalah jadi ia pamitan pergi
"emm Joana, urusannya sudah kan? saya tidak mau terlibat lagi deh, saya pamit ya" kata Alberto
"iya pak, makasih pak, ini uang pembayaran"
Joana memberikan cukup banyak karna memang Alberto hari ini banyak membantunya
dan begitu juga dengan Sherla, ia tidak mau Motheo atau anak buahnya saja tau dia disana, terpaksa ia bersembunyi di ruangan sebelah kamar rawat inap Max berada
karna ada orang dikamar itu, jadi Sherla memohon izin untuk diam disana beberapa menit dan orang itu berbaik hati mengizinkannya, yaa karna tidak tau saja siapa gadis disana, jika tau ada hubungan dengan Motheo, mereka akan mengusirnya
tak lama Motheo datang, melihat Joana diatas kursi roda, ia kuatir
"Joana, ada apa? kenapa kamu?" tanya Motheo
Joana menjelaskan yang terjadi tadi bersama Max, seketika itu Motheo mengepalkan tangannya tanda ia sangat marah ulah Max membuat Joana cedera
"kak, kumohon, jangan marah kepadanya, dia hanya ingin mencari tau soal aku dan Sherla, tapi memang aku dan Sherla tidak ada apapun hubungannya, aku mohon kak, jangan pernah kamu sakiti kak Max setelah ia bangun ya" kata Joana
Joana meyakinkan Motheo agar tidak menghukum Max nantinya dan Motheo mengiyakannya, Joana pun memutuskan berpamitan dari sana karna banyak pekerjaan yang menunggu nya dikampus
melihat Joana pergi, Sherla mengikuti Joana dan mereka pergi bertiga, Joana pun pergi kembali kerumah Lestari, sekarang setidak nya akan Sherla dirumah itu
"Joana, apa kamu lama?" tanya Sherla
"tidak, aku tidak lama, aku harus menyelesaikannya hari ini, aku pergi ya" kata Joana
"kamu benar yakin bisa jalan?"
"bisa buk, beneran tuh kan jalanku normal"
Joana pun pergi, sesampainya...
"Joana" teriak Tivano
"hai, Tivano? kau baru datang?" sapa Joana
"emm"
mereka jalan bersama kearah ruangan Carrabelle, dan sedikit bercerita..
"aku dengar, Elyas kesini ya?" tanya Joana
"iya" jawab Joana
"emm, segitu cintanya sama kamu sampai mengikuti kamu kesini ya? dimana dia?"
"kerja di pabrik supplier alat tulis terbesar"
"oh, sejak kapan dia disini?"
"sejak dia lulusan dari kampus"
"emm, besok tau dia kalau kamu akan pergi kembali?"
"tau"
"oh tapi-" ucap Tivano terpotong
"Tivano, bisa bahas pembicaraan yang lain? kita akan betemu dosen penting kenapa menbahas hal itu?"
"ahh iya baiklah"
Tivano tidak tau jika hubungan Joana dan Elyas ada masalah, ia berpikir juga Joana meminta membahas yang lain dipikirannya karna Joana memang tidak suka membahas hal pribadi disaat saat penting begini
"Joana" teriak Elyas
pucuk dicinta, ulampun tiba, itu kata pepatah, baru selesai membahas dia, orangnya datang..
"kak Elyas?" sapa Joana
"Joana aku mau jelasin semua, aku mohon, jangan tinggalkan aku" kata Elyas
"kak. jangan ganggu aku kak, aku sibuk sungguh hari ini padat, aku banyak hal harus menyelesaikan dikampus sebelum minggu depan aku harus balik" kata Joana
"aku ikut kamu pulang, aku sudah pesan tiketnya" kata Elyas
"itu terserah kamu saja deh, aku permisi, oh sama satu hal lagi kak, aku tidak pernah berubah sama keputusan yang kemarin" kata Joana
"Joanaaa" teriak Elyas
Jaana menarik tangan Tivano dan pergi, Tivano mau bertanya tapi Joana langsung menghentikannya
"Joana-" ucap Tivano
"kita sudah sampai di depan ruangan bu Carrabelle, ayo masuk" kata Joana
"yaa"
Joana pun masuk bersama Tivano, dan beberapa jam disana baru selesai, sorenya ia kembali kerumah itu lagi, beberapa hari berikutnya, sudah tak terasa hanya kurang dari 2 hari lagi Joana di amerika
Joana bangun pagi, membersihkan rumah Ameera untuk ia kembalikan lagi hak milik Ameera, lalu siangnya ia mengurus lagi dikampus untuk terakhir kali
lepas dari kampus nya, Joana pergi mengambil tiket pesawat yang sudah ia siapkan untuk Sherla ikut ke indonesia, sementara tiket Joana dan Lestari tanggungan kampus sekolah Joana
lalu mengapa Sherla akan dibawa oleh Joana?
yap, itu keputusan Joana akan membawa Sherla ikut ke indonesia, karna di sana Sherla jauh lebih aman, di sini pun ia hanya akan menjadi buronan, keluarga tidak ada, teman tidak ada, bahkan nyawa jadi incaran
memang Joana belum mengatakan kepada Sherla, tapi ia akan membelikan tiket dulu baru menjelaskan
setelah semua urusan hari itu selesai, Joana pergi kerumahnya, malamnya baru Joana menjelaskan ia akan kembali keindonesia, membawa Sherla