My Name JOANA

My Name JOANA
320



"hehe tau saja, gak maksud banyak sih, jadi gini, kemarin waktu hujan kan ditemani sama Ayu? aku undang dia hari ini makan" kata Joana


Joana mulai menjelaskan akan mengundang Rahayu makan malam dirumahnya, jadi Joana meminta agar Egar mengajak Rahayu kerumahnya, jadi malah Joana menyuruh suaminya menemani gadis lain untuk datang kerumah nya, meminta agar suaminya menemani dan mengantar kemana Rahayu akan pergi sebelum datang kerumahnya


sembari mengantarkan suaminya akan pergi kerja, karna Egar ada jadwal cek up rutin pasien untuk bulanan sejam lagi sembari masih membahas soal Rahayu akan datang


"bisa?" tanya Joana


"oh kamu undang dia makan malam?"


"iyaa, buat hari terakhir aku disini, besok paginya aku kan sudah mau pulang"


"oh gitu? iya sudah gakpapa kalau begitu, tapi kamu sudah bilang belum sama Ayu?"


"sudah lah, aku bilang ke Ayu duluan malah, sebelum kekamu biar bareng kamu kesini"


"siap"


"nanti anter dia dulu kemana dia pergi ya Poy, kasihan kan, misalkan mau pergi kan pamitan sama orang tuanya, atau dia mau pulang ganti baju atau apa" kata Joana


"okeh siap, aku pria bertanggung jawab kok sayang, apalagi istri yang minta"


"hehe bisa aja, memang nya kamu bertanggung jawab?"


"iya dong? masih tanya kamu?"


"iya lah, gimana kalau aku suruh kamu buat berpakaian baju superhero terus muter muter tengah kota?" tanya Joana


"ih, kok gitu? jauh banget Moy permintaanya?"


"kan katanya bertanggung jawab, aku pengen banget tau lihat suami yang bertanggung jawab dan mau menuruti istrinya apa aja"


"ya kan aku mau apa aja, tapi gak gitu, ih kamu korban buku novel ini pasti?"


"hehe iya, aku baca buku bagus banget tau, kisah nya soal cewek yang mengidolakan banyak superhero dan pacarnya cosplay nya"


"terus?"


"gitu kapan kapan buat aku"


"yaudah kapan kapan ya, kan gak mungkin sekarang, gak enak, besok kamu dah pergi"


"iya deh kapan kapan, kan ada jadwal masih kamu pergi ke amerika"


"oh ya bener, di amerika aja aku cosplay nya, biar gak malu maluin amat, gak ada yang kenal ini"


"beneran ya?"


saat akan keluar, Joana mengobrol dengan Egar membahas hal hal buat mereka bahagia dan tertawa, saat Joana membuka pintu utamanya, ia kaget didepan rumahnya ada Elva


"Elva?" ucap Joana kaget


Elva berdiri tepat di depan pintu utama rumah Egar Joana, ia datang tidak mengetuk atau memencet bel rumah itu, ia hanya diam, sambil menangis, karna tidak tau harus pergi kemana dan kepada siapa ia menangis


Elva langsung memeluk Joana sembari melepaskan tangisannya dalam pelukan Joana, Joana melirik ke sekitar rumahnya, tiba tiba saja Elva datang dan menangis, ada apa?


"Elva? ada apa kamu? kamu kenapa nangis?" tanya Joana


"Elva, mending masuk, gak enak kalau diluar, kita bicara didalam" kata Egar


Joana membawa masuk Elva dan duduk diruang tamu rumah nya lalu menanyakan, Elva mulai menceritakan apa yang membuatnya sedih


"aku tidak tau kak, lari pada siapa, aku hanya punya kamu, kalau kepada kak Elyas aku takut" kata Elva


"ada masalah? katakan saja gakpapa" kata Joana


"apa aku perlu pergi?" tanya Egar


"jangan kak, gakpapa kakak disini, aku anggap kamu juga adalah kakakku, aku akan menjelaskan depan kalian" jawab Elva


"ada apa?" tanya Joana


"kak Joana.. kak Egar.." ucap Elva menunduk


"yaa Elva?" jawab Joana


"aku hamil" kata Elva


"hamil?" tanya Joana dan Egar bersamaan


"iyaaa" jawab Elva menangis sesegukan


"berapa bulan?" tanya Joana


"siapa bapaknya?" tanya Egar


"aku jawab mana dulu?" tanya Elva


"kamu gimana sih? ya tanya bapaknya dulu" kata Egar kepada Joana


"ya berapa bulan dulu lah, biar tau bulanan nya" jawab Joana kepada Egar


"kaaaak" kata Elva makin menangis


"iyaaa maaf" kata Joana


"yaudah jawab dulu antara dua pertanyaan itu, karna kita butuh penjelasan keduanya"


"apa? yang mana?" tanya Elva


"berapa bulan?" tanya Egar menegaskan pertanyaan istrinya karna ia mengalah


"baru sebulan, ini masuk dua bulannya" jawab Elva


"bapaknya?" tanya Egar lagi


"ya Feris lah" jawab Elva


seketika itu, Joana dan Egar kaget, mereka kaget bukan main, karna bukan apa, Joana dan Egar tau jika Elva masih setengah jalan untuk kuliahnya


iya kalau Feris ya jelas siap siap saja, ia mapan, ada pekerjaan tetap, usia juga pas, tapi bagaimana Elva? apa mungkin dia menikah dan hamil tapi masih kuliah? apa kata teman temannya nanti? Elva kuliah tapi hamil dan anak dari dosennya?


yaa walaupun gak ada yang salah kalau Feris menikahi Elva, karna tidak akan terlihat jika hamil duluan, dan soal usia terpaut juga bukan masalah besar, banyak yang usia lebih jauh terpaut banyak juga urusan hamil diluar nikah tapi masalahnya di mana posisi Elva dan Feris adalah murid dan dosen


"kak? apa aku gugurkan saja?" tanya Elva


"heeei, sembarangan" jawab Joana


"gak, aku gak setuju itu, jangan" jawab Egar


"diluar masih pengen hamil, Elva" jawab Joana lagi


"tapi gimana kaaaak? aku gak siap, aku belum siap, aku gimana harusnya? itu juga bukan aku jika mengugurkan bayi" kata Elva


lalu apa digugurkan? ahh itu terlalu kejam, terlalu berpikir kolot yang menyiksa bayi tidak tau apapun tapi kena dampak nyawanya, dan Elva bukan gadis sejahat itu


dan inilah yang menjadi alasan kenapa Elva manangis, ia sulit dalam situasi hidup nya sekarang, Elva terus melepaskan tangisannya dalam pelukan Joana


"lalu bagaimana dengan kak Feris?" tanya Joana


"Feris belum tau, aku menghindarinya, aku lebih ke tempat tempat sepi sendirian kak, aku gak tau bagaimana mengatakannya" kata Elva


"ya katakan dong, malah diam? malah menghindari Feris? gimana dah" ucap Egar


"ya gimana aku bilangnya? aku gak bisa, aku gak tau, kalau dia mau mengakui ini, kalau tidak?" tanya Elva


"kenapa tidak mengakui? kan itu hasil kamu sama dia, memang kamu sama pria lain juga?" tanya Egar


"Poy" bentak Joana


"loh ya kan bener aku bilang Moy? apa aku salah? dimana coba salahnya? kalau Elva hanya melakukan sama Feris kenapa tidak mengakui? meskipun tidak siap, dia tetap mengakui kok" jawab Egar


"tapi yang dimaksud Elva, belum siapnya" kata Joana


"siap gak siap hanya soal waktu, nanti akan siap juga kok, kalau sudah tau apa yang terjadi"


"gak mudah, bilang ini Poy" kata Joana


"tapi harus bisa" jawab Egar