
"siapa?"
"ya pak Michel, pak Marko, kan?" ucap Galen
"pak Michel gue tau sih, itu juga semua murid tau, Joana mungkin saja tau, pak Marko, ah masak?"
"iya pak Marko lah, memang menurutmu apa alasan pak Marko sering merendahkan Joana, sering menghina Joana didalam kelas, dia iri sama pria pria lain yang bisa berpacaran dengan Joana padahal ia jauh lebih matang"
"astaga aku baru ngeh ini"
"hemm, dasar, belum lagi elu"
"apa kenapa gue?"
"gue tau lu suka sama Joana"
"suka. dia sahabat gue, gimana dah sahabat gak disukai, aneh lu"
"ahsss loh bisa bohongi orang lain Egar, gue lama kenal elu, udah deh"
"tapi gue gak sama kan sama mantan mantan Joana dong, gue lebih baik" jawab Egar keceplosan
"noh, kan mengakui kan lo suka"
"wooh, astaga keceplosan pula, heeei sialan lu ya Galen" teriak Egar
"makanya jan lu bodohi gue Egar"
"ya tapi tunggu, apanya gue yang sama ma mereka, gak ada sama, gue terbaik dari mereka loh"
"iya deh, makanya, lu bilang sono cepet cepet sama Joana, lo kan tau dia udah lepas dari singa kampus, buruan lu keduluan Michel lagi"
"iya juga"
"udah, kalau sama lu, pasti Vera ma Ello setuju"
"gue coba deh"
esoknya, ketika hari terakhir persiapan untuk lusa event mengundang penyanyi untuk menghibur di event itu, hari ini Galen bersama 2 staff dari kantornya akan mengirim brosur ke kelas kelas untuk mempromosikan produk susu nya juga mempromosikan event akan diadakan nya
tapi karna kelas cukup banyak dalam kampus itu, tidak mungkin jika memasukinya satu persatu jadi akhirnya Feris membantu untuk mengumpulkan murid per fakultas di gedung aula fakultas untuk pemasaran Galen
ketika itu, Joana ada dikampus, jadi ia bisa ikut dengan murid lainnya untuk rapat bersama untuk Galen mempromosikan produk dan event nanti
semua telah berkumpul diruangan rapat fakultas, ketika demua murid fakultas kedokteran didatangi oleh Galen, Galen mulai menjelaskan beberapa hal dan jalannya acara nanti
setelah selesai semua, Galen membagikan brosur dengan produk macam macam milik dancow baru ia berpamitan, semua heboh bicara sendiri tapi Wita mengejar Galen keluar
Joana melihat itu tapi ia pikir itu kebiasaan Wita yang keluar lebih awal dari yang lainnya
"kak Galen" sapa Wita
"Wita?" sapa Galen kaget
"kak, ini kak, aku mau tanya, di kantor kakak ada kerjaan tidak?" tanya Wita
"kerjaan? kerjaan buat siapa?"
"buat aku kak"
"kan kamu masih dalam masa kuliah"
"iya, tapi aku persiapan saja"
"oh gitu? yaudah hubungi aku saja, kamu selesaikan dulu tugas kelas mu sampai lulus nanti telfon aku, aku bantu pekerjaan"
"beneran kak?"
"iya lah beneran, ya, ada lagi?"
"gak kak, itu saja"
"okeh"
Wita kembali masuk tapi Galen yang berjalan akan pergi malah membalikkan badannya menoleh arah Wita disana dan ia tersenyum lalu pergi
"Wita, tadi keluar kok balik?" sapa Joana
"eh, ini ada urusan bentar tadi diluar"
"eh anak anak janjian hari event datang, kamu bisa datang kekampus?"
"bisa bisa, aku bisa hari itu"
mereka janjian untuk datang acara event nanti..
setelah seharian berlalu, keesokan harinya, ketika Joana pagi bangun lalu siap siap pergi, ia pergi pagi sekali lebih pagi dari Melinda dan Amir karna ada pasien masuk subuhnya
Lestari yang bangun selalu jam 3 pagi, melihat Joana sudah rapi dan wangi padahal masih jam 4 pagi..
"pagi sekali Joana? berangkatnya" sapa Lestari
"eh iya buk, ini jam 5 mau ada pasien datang baru, saya yang tangani"
"makan dulu ya"
"gak deh buk"
"iya buk"
setelah bekal siap, Joana pamitan pergi ke Lestari dan ia pun pergi, satu jam berikutnya, Melinda keluar...
"hemm wanginya siapa ini pagi sekali keluar" kata Melinda
"itu Joana, Joana ada pasien jam 5 katanya"
"oh Joana sudah pergi buk?" tanya Melanie
"iyaa"
setelah semua pergi, Sherla dan Lestari saja dirumah, mereka mengobrol disana sembari duduk di depan rumah, menceritakan lagi banyak hal tentang masing masing agar kenal mereka lebih jauh lagi...
sementara Elva yang akan pergi juga, hari itu ia memutuskan untuk kembali ke kontrakannya..
"loh kamu sudah mau balik?" sapa Sherla
"iya kak, aku balik hari ini, oh ya buk. papa sama mama sudah pergi ya?"
"iya sama Melin tadi juga"
"kak Joana?"
"pergi juga dia, ada pasien jam 5 masuk"
"emm, yaudah deh, aku titip salam saja deh sama mereka ya, aku pamitan pergi ke kontrakan lagi"
"okeh"
Elva kembali ke kontrakannya lalu bersiap pergi kekampusnya, sesampainya dikampus, semua sudah pada ramai, banyak yang melihat event diadakan Galen hari ini
"oh ya, hari ini event dancow bukan?" tanya Tiko
"iya, hari ini, itu ramai"
"yuk kesana Elva"
"yaa ayo"
Elva dan Tiko pergi kesana, menyapa beberapa temannya disana, mereka menikmati acara, disana sedang ada penyanyi yang sedang bernyanyi begitu indah
"eh Elva kau kan pintar main gitar, sana unjuk kebolehan" kata Tiko
"apa ah, enggak ih malu"
"dih malu, ngapain malu, kan bagus permainan gitarmu Elva"
"ya bagus sih iya tapi gue gak bisa nyanyi, ya kali naik panggung main gitar doang, gabut kali"
"hei, kenapa nih" sapa Sahid baru datang
"ini nih, tuh mc bilang kan yang mau sukarelawan mengisi, coba kamu isi" kata Tiko
"oh ya, kamu kan pinter gitaran kan"
"iya sih, masak gitaran doang"
"suaramu masak gak bisa di bagusin dikit aja?"
"kaga bisa, kan gak semua gitaris pinter nyanyi"
"iya sih"
tak lama Galen datang menyapa mereka bertiga karna Galen cukup mengenal mereka karna mereka juga dekat dengan Joana
"siapa yang pintar main gitar katamu tadi Sahid?" tanya Galen
"ini kak, Elva"
"eh apa Sahid? gak kak, jelek suara aku"
"kalau kamu mau tunjuk gakpapa" kata Galen
"tapi aku gak bisa nyanyi kak, main gitar pinter tapi nyanyi gak bisa" jawab Elva
"yaudah kalau gak mau jangan dipaksa, kakak tinggal dulu ya"
"iya kak"
tak lama beberapa acara dilalui, Elva teringat untuk mengajak Sherla buat mengisi, suara Sherla kan enak, pintar menyanyi dan bermain gitar pula
Elva menelfon Joana dulu, agar Joana mengajak Sherla jika akan kekampus
"halo kak"
"iya, Elva kenapa?" sapa Joana
"kakak masih di Netra? lagi ada kerjaan ya kak?"
"iya, ini baru selesai urus pasien, ada apa Elva?"
"gak, kakak ke kampus ada jadwal gak?"