
karna Joana sekarang hanya butuh support...
mereka membahas tuntas semua yang dialami Joana selama ini, Joana meminta keduanya masih menjaga ini untuk hubungannya dengan Egar tetap baik baik saja
setelah mengobrol, Sherla dan Lestari juga berpamitan, Joana akan memanggilkan Egar tapi melihat Egar sudah tertidur dikamarnya jadi Joana keluar lagi untuk mengatakan kepada Lestari dan Sherla kalau Egar tidur
"Egar sudah tidur buk, Sherla, biarin deh nanti aku bilangin dia" kata Joana
"ahh yaudah biar dah, kasihan dia" kata Lestari
"iya buk, dia selalu mengajakku jalan, ini aja seharian tadi jalan, janjian malamnya ke pasar malam nanti"
"waah asik tuh, happy your day Joana" ucap Sherla
setelah keduanya pulang, Joana masuk, melihat suaminya lagi tidur, Joana merapikan posisi tidur Egar dan mencium keningnya
"mungkin tidak ada yang spesial dari awal kita kenal hingga dekat dan sampai menikah, tapi kamu tau? keadaan membuat ku merasa aku sangat mencintaimu itu yang sangat berharga sepanjang ku hidup" kata Joana
Egar tidur, tapi mendapatkan ciuman Joana dikeningnya, ia langsung menahan tangan Joana saat akan pergi
"Poy?" ucap Joana
"jangan pergi"
"aku tidak pergi"
"disini, disampingku"
"iyaaa"
"satu jam lagi bangun kok, bangunkan aku kalau tidak terbangun yaa Moy" kata Egar
"kenapa?"
"kan mau ke pasar malam?"
"tidak, kamu capek, besok saja"
"tidak, aku hanya mengantuk, gak capek"
"ya itu istirahat saja ya"
"tidak sayang, bangunin pokoknya"
"yaudah, sini ayo tidur lebih cepat"
"yaa"
Joana duduk disamping Egar, Egar memeluk Joana dan kembali tidur dalam pelukannya
"terimakasih ya, sudah jadi pria paling mengerti aku dan terimakasih sudah jadi satu pria terbaik dari banyaknya pria didunia" kata Joana dalam hati
setelah sejam berikutnya, Joana membangunkan suaminya dan mereka siap siap pergi lagi, setelah siap dan mereka pun jalan kaki
baru beberapa menit jalan, ternyata Joana dapat kabar malam ini Dimas dan Melinda akan menginap dirumah nya
"Poy, bibi Linda sama paman Dimas mau menginap dirumah" kata Joana
"oh ya? kapan Moy?"
"ini chat nya, malam ini"
"aduh gak dapat pintu itu, kan kunci kita bawa"
"ya biarin, mereka bilang datang jam sembilan"
"oh dua jam lagi, yaudah santai deh lanjut jalan Moy"
"iyaa"
Joana pergi lagi bersama Egar, hingga malam nya setelah jalan dua jam, mereka pergi balik kerumah karna takut jika Melinda dan Dimas tidak dapat pintu masuk kan kasihan jika menunggu juga
sesampainya Egar dan Joana, mereka mandi dan bersih bersih, barulah Melinda Dimas datang
"Joana" sapa Melinda memeluk Joana
"bibi, kamu kenapa?"
"aku kangen"
mereka masuk, mengobrol berempat hingga sejam berikutnya baru masuk kamar masing masing dan tidur, Melinda mengirimkan pesan kepada Joana meminta nya untuk keluar dan mengobrol berdua diluar
Joana yang bangun tengah malam karna kebiasaannya pun ke toilet lalu balik ke kasur dan melihat hapenya menyala, ia melihat pesan chat itu, membacanya dan mengikuti nya saja
akhirnya mereka janjian dan duduk berdua diluar rumah itu
"bibi?" sapa Joana
"Joana, duduklah"
"ya, kenapa bi?"
disini Melinda mulai menjelaskan apa saja yang ia ketahui dari Freedy dan Ameera soal Joana, menanyakan kebenarannya dan beberapa hal di lakukan Joana sampai ia tidak lagi balik ke indonesia untuk waktu yang lama
tapi Melinda bingung kenapa Joana bersikap biasa saja, tidak kaget, ketika Joana tau jika Melinda tau perkara ini
"kamu gak kaget bibi tau?" tanya Melinda
"tidak bi, aku tau kemarin, dari buk Tari"
"ahh, buk Tari sudah bilang?"
"kemarin dia bersama Sherla kesini, menanyakan hal sama, aku jelaskan semuanya, dan mereka mengatakan jika bibi juga tau, jadi aku sekalian menjelaskan juga kepadamu apa yang kualami, seperti kujelaskan pada buk Tari dan Sherla"
Joana mulai menjelaskan hal sama, tentu tentang pernikahannya dengan dua pria kejam nya amerika itu, menikah, dipaksa berhubungan badan setiap hari, sampai Joana memutuskan minum pil KB diam diam, tapi tetap kebobolan dan melahirkan dua anak, yang kedua nya adalah darah daging Motheo dan Samuel
diceritakanlah semuanya oleh Joana kepada bibinya, kaget bukan main, Melinda menyentuh dadanya, terasa sesak, sakit tidak tapi sesak, seperti ada yang menekan nekan dadanya hingga sulit bernapas
bagaimana tidak, Melinda adalah satu dia beberapa orang yang tau Joana sejak lahir, sejak Joana buta, hingga sekarang, bahkan dibandingkan kasih sayang Lestari saja tidak akan ada setengah nya dari Melinda
termasuk mungkin kasih sayang Melinda lebih besar ketimbang Melanie sang ibu dan Amir sang ayah, karna bagaimana benar benarJoana sudah begitu dekat dengan adik dari ibunya itu
"kamu kuat menjalani semuanya?" tanya Melinda
"kuat lah bi, buktinya aku masih disini, aku beberapa kali berusaha bunuh diri tapi akhirnya aku tau itu salah"
"aku tidak tau bagaimana berkata lagi soal ini, jangan sedih ya, bibi ada untukmu selalu, mendoakan mu" kata Melinda
"ya bi, aku juga kuat atas kalian semua, atas bibi, atas Malan Pamir, apalagi sekarang sudah ada Egar, ada Malia dan Paeng juga" kata Joana
Melinda memeluk Joana dan menangis berdua disana, Joana meminta untuk ini dijaga oleh Melinda dari siapapun, Melinda berjanji tidak memberitahu siapapun kecuali Dimas, dan itu tak masalah bagi Joana karna Joana tau Dimas orang yang keep silent masalah orang
Melinda memeluk Joana
"aku tidak bisa lagi membantu apa selain doa" kata Melinda
"ya bi, aku hanya butuh support dari kamu, sudah cukup, doakan aku selalu kuat yaa"
"so pasti, itu tanpa kamu minta"
tapi saat mereka akan pergi masuk, ternyata tanpa belum Melinda menceritakan kepada Dimas, ternyata Dimas sudah ada di belakang mereka
"sayang?" ucap Melinda kaget
"kenapa tidak mengajakku?" tanya Dimas
"kamu dengar semua?"
"dengar lah, aku kan paman nya Joana, kamu kenapa tidak bawa aku?"
"aku lihat kamu tidur"
"ya aku udah bangun, aku dengar semua" kata Dimas
Dimas mendekati Joana, memeluk Joana dan mengusap rambut belakang Joana, ia adalah seorang pria, yang tidak pernah tau bagaimana hati wanita apalagi Joana, tapi ia seorang pria, yang memiliki satu rasa dengan Egar, ia tau apa yang dirasakan Egar ketika tau istrinya melangkah sejauh ini
"maafkan paman ya, selama ini tidak bisa membantu banyak" kata Dimas
"paman sudah jadi suami siaga buat bibiku sudah membantuku kok" kata Joana
"ada yang cemburu bentar lagi aku peluk kamu lama lama" kata Dimas
"siapa?"
"bibi kamu, dia cemburuan"