My Name JOANA

My Name JOANA
227



"Egar?" teriak Enggar


"paaa, aduh tolong pa, ini kepalaku sakit"


"astaga nak, ini bengkak"


"aarrrrg pa sakit"


karna kuatir dan yang tau adalah Melinda, akhirnya Enggar menelfon Melinda, Melinda datang sendirian karna Dimas bekerja tapi sesampainya Melinda memeriksa ternyata memang ada salah urat akibat jatuhnya Egar


karna kuatir akhirnya Melinda membawa Egar kerumah sakit saja, tapi ketika turun dari mobil saat baru sampai depan rumah sakit, malah Egar merasa salah injak, tiba tiba saja kakinya terkilir dan membuatnya langsung terjatuh akibatnya membuat Enggar dan Melinda kuatir


arrrgh, ini sudah jatuh, tertimpa tangga pula, kasihannya Egar, ia malah terkilir dan membuatnya patah kaki kanan kirinya


"paa, aduh kaki ku" teriak Egar


"Egar, aduh nak, ayo" kata Enggar


kuatir kondisi anaknya, Enggar langsung menggendong Egar untuk masuk ruang ugd


dirumah sakit, dokter disana memeriksa, sementara itu Enggar menghubungi keluarganya yang lain yaitu Meliana dan juga Melanie dan Amir


semua datang dan menunggu hasil terbaik, disana tidak ada yang tau pasti tentang yang terjadi pada Egar karna memang tidak ada yang bisa dijelaskan karna tidak ada saksi


tak lama Melinda keluar bersama dokter syarat disana dan menjelaskan mereka akan melalukan operasi untuk menarik kembali urat yang tercetit pada leher Egar disana dan kaki nya yang patah


"gimana Melinda? gimana?" tanya Meliana


"harus operasi kak Lia, apa kak Lia sama kak Enggar setuju? kalau iya, silahkan ikut untuk tanda tangan persetujuan"


"iya iya? kami setuju"


mereka tanpa berpikir panjang apalagi dokter penanganan nya adalah Melinda, jadi semua percayakan saja pada Melinda


akhirnya operasi dilakukan dan tidak butuh waktu lama hanya sejam baru selesai, dan dari operasi itu beberapa menit kemudian baru Egar mulai sadar


menunggu lagi untuk menetralkan diri dan kondisinya, Melinda menemani keponakan iparnya itu, hingga sampai kepindahan di ruang rawat inap biasa


saat Egar tidur, Melinda menjelaskan apa yang ia ketahui tentang kondisi Egar, Melinda mengatakan jika ia merasa mungkin Egar terjatuh tadi hanya terkilir kakinya tapi karna leher uratnya tercetit, jadi kaki terkilirnya tidak begitu terasa sakit


setelah dua hari dirawat, disini lah mereka baru bisa menanyakan dengan lega apa yang terjadi


"Egar, kamu sudah membaik kan? coba sekarang jelaskan pada kami, yang terjadi" kata Melanie


"iya nak, kamu ceritakan semuanya biar kami paham" kata Enggar


"maafin aku membuat kuatir kalian" kata Egar


"sudah, katakan yang terjadi saja, ada apa kamu ini?" tanya Meliana


Egar menceritakan, dan benar yang dikatakan Melinda tentang pikirannya yang terjadi, Egar memang menjelaskan saat tidur ia bermimpi seperti ia terjun dari lantai hotel paling tinggi dan kebawa sampai ia akhirnya terjatuh dari kasur itu


Egar menjelaskan juga ia memang mengalami sakit pada kaki kanan kirinya tapi ia tidak begitu merasakan karna lebih sakit area lehernya


dan terakhir dijelaskan ketika Egar turun dari mobil itu, ia merasa kakinya ada yang menarik dan seolah tanah yang ia injak setelah turun dari mobil itu seperti pada mimpinya yaitu lantai balkon dari sebuah gedung hotel


"Joana" ucap Sherla dalam hati


disini seketika Sherla terdiam, Sherla yang cepat merasakan jika itu kaitannya ada dengan Joana, Sherla yakin jika Joana terjadi sesuatu


dirumah sakit itu memang ada Sherla dan Alisia, juga ada Lestari, tapi yang lain belum berpikir jika ada kaitannya dengan Joana


Sherla lah yang merasa jika ada kaitannya dengan Joana, ia pergi keluar dan melihat kontak Joana, ia akan telfon tapi ia takut jika yang mengangkat itu adalah Motheo karna ia tau Joana ada pada tangan Motheo


tapi sisi lain ia berpikir jika harus menelfon, agar pastikan semua yang terjadi tapi saat ia yakin, untung yang mengangkat adalah Samuel


"halo?" sapa Samuel


"emm ada Joana?" tanya Sherla


"perlu apa? katakan saja, kamu siapa?"


Sherla langsung menutupnya, yaa meskipun Samuel tidak mengenali suara itu, tapi Sherla tetap takut melanjutkan obrolan itu, tapi setidaknya bukan Motheo yang mengangkatnya


jika Motheo dipastikan langsung menyadari itu Sherla, jadi seketika itu, Sherla tak lanjutkan lagi, ia hanya diam, membuat Samuel geram lalu memutuskan telfonnya dan melihat nama yang menelfon adalah twin, nomor hape yang sempat hampir dilacak oleh Motheo karna penasaran


jadi lah Samuel mematikan hape itu agar tidak lagi ada kontak atas nama twin itu menelfon Joana lagi


seminggu pas setelah kejadian dialaminya, Joana menelfonnya dan disini lah dimana ketika mereka saling membohongi tentang kondisi mereka


dimana Joana yang baru percobaan bunuh diri nya dan dirawat selama lima hari dirumah sakit tapi di waktu yang sama juga Egar mengalami kejadian tragis yang sebenarnya itu menyatu


kekuatan cinta memanglah sangat berpengaruh, tidak peduli ketika apa dan bagaimana yang terjadi jika sudah takdir membuat salah satunya jatuh maka keduanya ya akan jatuh


setelah menutup telfonnya dengan Joana..


"kamu kenapa tidak mengatakan pada istrimu kondisimu?" tanya Enggar


"jangan pa, aku tidak mau membuatnya kuatir padaku"


"ya tapi dia harus tau Egar"


"biarkan saja pa, biar waktu yang memberitahu"


hari berlalu, keduanya sama sama masuk masa pemulihan mereka..


okeh sebelum balik ke sisi cerita kehidupan Joana seperti janjiku sebelumnya aku kasih list untuk para teman Joana dan Egar yang menikah..


list :


Galen n Wita Anggraini, dua teman kampus Joana dan Egar


Nero n Fadia, mantan ttm Joana


Mikail mantan anak buah Elyas


Septi, sahabat Joana, staff RSJ Netra


Henri sahabat Bono, teman sekolah Joana


Titto sahabat Nero, teman kuliah Joana beda faklts


Manda sahabat Nero, juga teman kuliah Joana beda faklts


(Titto n Manda selisih dua bulan)


Arsan mantan anak buah Elyas


Ello n Puri, mantan sahabat (Ello) dan mantan musuh (Puri)


Bono, teman Henri dan Joana saat sekolah


Roni sahabat Nandra


Niane, sahabat lama Joana


Menik, mantan pacar pertama dan cinta pertama Egar


(Niane dan Menik selisih dua minggu)


Hanafi atau dikenal Pipi, mantan anak buah Feris


Melki, dokter baru RSNU


Raffa, sahabat Nandra dan Roni


Tiara, mantan pacar Rean, teman sekolah Joana


Rossa, sahabat Menik dan Niane


Fero n Alisia an-Nura, dua sahabat terbaik Egar dan Joana


Claudi n Rean, teman sekolah Joana


Lina, sahabat lama Joana di sekolah


Rozi, mantan anak buah Feris


Vera n Wildan, sahabat Joana dan Ello


Elyas n Erisa, mantan pacar Joana dan mantan pacar Fabian