
"oh ya? waah lama ya?" tanya Egar lagi
"iya memang, itu dari keturunan pertama keluarga kami" jawab Amir
"astaga pantas saja, jangan jangan boneka itu.." ucap Egar dalam hatinya
setelah dapat jawaban atas penasaran nya, Egar pun berpamitan dan pergi, lalu melanjutkan kesibukannya lagi dikampus
meninggalkan kembali Egar, kita menuju kepada Elyas, dimana ia sudah siap dan pergi ke bandara, saat menunggu pesawatnya, ia memberikan kabar kepada Joana
Joana mendapatkan kabar itu langsung mencarikan hotel untuk Elyas menginap untuk istirahat sementara
"halo sayang, aku dibandara ya ini" kata Elyas
"iya kak, kakak sudah mau terbang?"
"belum sih masih nunggu tapi beberapa menitan"
"yaudah biar aku carikan hotel dulu ya, nanti kabari kalau sudah turun dari pesawatnya"
"iya sayangnya aku, eh itu sudah mau pergi, aku matikan dulu ya"
"iya. hati hati"
"iya sayang"
Elyas pergi dan ia melakukan perjalanannya hingga setiba di amerika, ia minggir dulu untuk menelfon Joana
"sayang, dimana?" tanya Elyas
"kamu dimana? aku didepan pintu masuk, aku masuk ya"
"iya aku ada didepan kantin elektronik" kata Elyas
"oh iya udah tunggu, pakai bajunya apa?"
"kotak kotak hijau hitam"
"okeh"
setelah sampai dan melihat keberadaan dari Elyas, Joana mendekatinya lalu menyapanya
"kak" sapa Joana
"sayaaaang" ucap Elyas memeluk Joana
"kak, kakak capek?"
"iyaa capek banget" kata Elyas
"kita beli minuman di kantin itu dulu ya, ayo aku belikan"
"iyaa"
mereka jalan lalu membeli minum baru pergi kehotel yang sudah dipesan oleh Joana, sesampainya dalam hotel
"disini jauh dari rumah kamu gak sayang?" tanya Elyas
"disini dekat banget sama kampus aku kak, dekat sama kontrakan rumah yang ditempati sama buk Tari"
"buk Tari saja? kamu gak?"
"enggak, aku tinggal wajib di asrama nya"
"oh yaudah, kamu mau kemana?"
"balik kak, kan aku cuma anterin saja"
"tapi kesini lagi kan?"
"iya lah, kesini besok ya"
"jangan besok, malam nanti ya"
"malam? beneran?"
"iya"
"iya udah"
saat Joana akan pergi malah Elyas menahan nya
"kenapa lagi kak?" tanya Joana
"peluk dulu, aku kangen kamu"
"emm sini"
Joana dan Elyas berpelukan lagi untuk beberapa waktu disana sampai staff hotel datang memergoki mereka berpelukan
"ahh aduh maaf pak, buk" kata staff
"sudah lah pak tidak masalah, masuk lah pak" kata Joana
"ini saya antarkan untuk makanan sambutan nya, silahkan, saya permisi pak, buk"
"oh makasih pak" sapa Joana
barulah Joana meninggalkan Elyas disana untuk istirahat sebentar, oh ya, di amerika mayoritas anutan hidup bebas jadi jika staff melihat berpelukan tadi tidak masalah bahkan wajar saja tapi diindonesia, jangan kan masuk hotel saja berdua, lalu ketangkep pelukan udah kemana mana pikirannya
setelah Joana pergi karna ia juga ada kelas setelah kelas selesai, ia melakukan banyak kegiatan lainnya, mulai dari laporan hasil kelas per bulan untuk laporan kampus amerika ke kampus indonesia nya, lalu mengerjakan beberapa mateti yang banyak di dapatkan Joana
setelah selesai, malam nya Joana mendatangi lagi hotel Elyas, ia mengetuknya lalu Elyas membuka nya dan Joana masuk
saat sampai didalam, Elyas memeluk lagi Joana..
"kaaaak, ada apa?" tanya Joana
"masih kangen"
"dasar, kenapa manja? katanya singa nya kampus?"
"itu kan masih kuliah, sekarang lulus"
"oh ya mana coba lihat hasil kelulusannya"
Elyas memberikan hasil laporan kelulusannya dan Joana mempelajarinya dan memang beberapa nilai nya masih kurang tapi beberapa lagi cukup baik
"selamat ya kak"
"iya sayang makasih ya"
"iya udah ayo kita mau jalan kan?"
"kemana?"
"ya kemana mana, aku temani, nanti kerumahku juga ya"
"okeh"
malam itu mereka jalan, menyusuri beberapa tempat pinggiran jalan yang menjual banyak makanan dan melihat lihat di taman lalu duduk dan mengobrol
menghilangkan rindu yang masuk bulan ketiga sejak mereka memutuskan melanjutkan hubungan ldr nya
"oh ya kak, terus gimana Elva?" tanya Joana
"Elva kontrak sama teman nya sana dekat kampus"
"oh ya gakpapa kalau ada temannya kan"
"iya"
"terus rumahnya?"
"ya dikontrakkan juga"
"ada yang mengisi?"
"aku pergi kesini sih ada, kan dikelolah sama Elva"
"emm"
mereka mengobrol sepanjang jalanan, tak lama Fabian mengenali Joana disana tapi karna ia bersama teman temannya (lain dari teman mafia) jadi ia hanya memerhatikan Joana
ia juga melihat jelas Joana dengan seorang pria yang sangat dekat, terlihat seperti berpacaran memang
hanya sekilas memerhatikan, tidak terlalu lama juga akhirnya Fabian harus pergi juga bersama teman temannya
hari lain, dimana Elyas mulai mencari pekerjaan, ditemani Joana jika Joana tidak sibuk untuk menemani mencari pekerjaan
hingga dihari ketiga dimana Elyas di amerika, yap, pekerjaan pun ia dapatkan, ia harus menyiapkan semuanya
tapi sayang pagi itu Joana juga ada kelas dan tidak bisa menemani Elyas pergi
"halo, kamu beneran semalam dapat kabar diterima?" tanya Joana
"iya sayang, kantor pemasaran untuk produk alat tulis di amerika, kamu sibuk hari ini?"
"iya ada kelas pagi ke sore, malam bisa tapi malam mau apa kan"
"iya juga, yaudah sayang gak usah deh, kamu istirahat saja"
hari itu Joana pergi kelas, hingga siangnya, Samuel datang ke kampus Joana, ia mencari kelas Joana dan menanyakan kebeberapa anak kampus sana, karna semua tau soal Joana, karna kan Joana dan Tivano diumumkan kalau menjadi pertukaran pelajar dikampus
"bisa kasih tau saya dimana kelas Joana?" tanya nya
"Joana ya kak, yang pertukaran pelajaran kan?"
"nah iya, dimana?"
murid itu menunjukkan kelas Joana, karna memang yang tau kelas Joana hanya Motheo, Samuel pernah memang menemani Joana di kampus tapi tidak sampai kelasnya
setelah sampai dan melihat kelas Joana tapi sudah tidak ada orang disana hanya ada dosen duduk sendirian di meja dosen kelas itu
tak lama dosen keluar...
"pak, kelas selesai sejak kapan?" tanya Samuel
"sejak 10 menitan pak, ada urusan apa ya?"
"saya mau cari Joana, apa anda melihat?"
"Joana? ahh biasanya anak itu kalau tidak pulang ya ke perpustakaan, seperti nya tidak pulang karna akan ada kelas lagi kan"
"oh perpustakaan dimana?"
setelah tau perpustakaan, Samuel mendatangi tempat itu dan ketika baru saja akan mengintip dari pintu, murid membuka pintunya akan keluar
dan murid itu adalah Ranya, Ranya ingat betul jika itu adalah Samuel
"bos Sam?" tanyanya